<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974</id><updated>2012-01-24T00:07:53.337-08:00</updated><category term='Puisi'/><category term='Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW'/><category term='masjid riyadh'/><category term='Lagu Islami'/><category term='AL A’LAMAH AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI'/><category term='Makam Rasulullah SAW'/><category term='Rejeki'/><category term='Ali bin Abi Thalib'/><category term='Kemuliaan'/><category term='Khotbah.'/><category term='Rumah Seribu Cermin'/><category term='Managib'/><category term='makam baqi'/><category term='JANGAN MEREMEHKAN PERINTAH ALLAH'/><category term='ZIARAH AHLI KUBUR'/><category term='PENGAJIAN'/><category term='Politik'/><category term='MAULID NABI'/><category term='Harlah'/><category term='habib Anis'/><category term='Andaikata Aku Bisa Memberi Lebih Banyak Lagi'/><category term='Ahmad bin Hasan'/><category term='Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu'/><category term='khaul'/><category term='Zaini'/><category term='Biografi'/><category term='Habib Lutfi'/><category term='Nenek 120 Tahun Lancar Baca Alquran'/><category term='Qosidah'/><category term='Habib Abubakar Gersik'/><category term='Nafkah Hidup'/><category term='Kunjungan Presiden Sukarno ke Amerika Serikat tahun 1956.'/><category term='safari'/><category term='cerita hikmah'/><category term='Ayah'/><category term='Habaib'/><category term='Muslimah'/><category term='ibu'/><category term='Habib Syech'/><category term='Imam Ghozali'/><category term='maulid akbar'/><category term='Jalan Para Salafunas Sholihin'/><category term='Polda'/><category term='Mesin Wudlu'/><category term='Nasehat'/><category term='40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam'/><category term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category term='Mutiara kalam Al-Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad'/><category term='Nasehat Kematian dari Umar bin Abdul Aziz r.a'/><category term='Bagaimana keadaanmu…'/><category term='Purwodadi'/><category term='Obat Kangker'/><category term='yahudi'/><category term='Mutiara Hadis'/><category term='Rezeky'/><category term='Sudah Tua Belajar Menghafal Quran'/><category term='DIALOG NABI SAW DENGAN IBLIS'/><category term='Mengkafirkan Sesama Muslim'/><category term='Cerita Dari Seberang'/><category term='maulid'/><category term='Syech Hisam'/><category term='Kaligrafi Kristiani'/><category term='ahbaabul musthofa'/><category term='Adab di majlis para sholihin'/><category term='CD Qosidah terlaris'/><category term='THARIQAH ALAWIYYAH'/><category term='Guru'/><category term='Salaf'/><title type='text'>AHBABUL MUSTHOFA SOLO</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>61</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-7843075810157940460</id><published>2011-08-14T09:12:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T09:42:55.036-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>PERSPEKTIF PROF.DR. BUYA HAMKA TENTANG EKSISTENSI KETURUNAN SAYYIDINA MUHAMMAD SAW</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Panggilan Habib atau Sayyid, Syarif dan lain-lain merupakan panggilan  yang sering kita dengar untuk sebutan keturunan Rasululalh saw. Sebagian  masyarakat menggunakan panggilan ini dan sebagian lain tidak. Ada juga  yang tidak mengakui keturunan Rasulullah saw namun ada yang tidak.  Berikut adalah pendapat Prof. Dr. Hamka dalam menerangkan masalah Gelar  Sayid atau Habib yang cukup bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;H. Rifai, seorang  Indonesia beragama Islam yang tinggal di Florijin 211 Amsterdam,  Nederland, pada tanggal 30 Desember 1974 telah mengirim surat kepada  Menteri Agama H.A. Mukti Ali dimana ia mengajukan pertanyaan dan mohon  penjelasan secukupnya mengenai beberapa hal.&lt;br /&gt;Oleh Menteri Agama  diserahkan kepada Prof. Dr.H. Abdul Malik Karim Amrullah (HAKMA) untuk  menjawabnya melalui PANJI MASYARAKAT, dengan pertimbangan agar  masalahnya dapat diketahui umum dan manfaatnya telah merata.&lt;br /&gt;Penulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang  pertama sekali hendaklah kita ketahui bahwa Nabi s.a.w tidaklah  meninggalkan anak laki-laki. Anaknya yang laki-laki yaitu Qasim, Thaher,  Thaib, dan Ibrahim meninggal di waktu kecil belaka. Sebagai seorang  manusia yang berperasaan halus, beliau ingin mendapat anak laki-laki  yang akan menyambung keturunan (Nasab) beliau hanya mempunyai anak-anak  perempuan, yaitu Zainab, Ruqayyah, Ummu Kaltsum dan Fathimah. Zainah  memberinya seorang cucu perempuan. Itupun meninggal dalam sarat menyusu.  Ruqayyah dan Ummu Kaitsurr mati muda. Keduanya isteri Usman bin Affan,  meninggal Ruqayyah berganti Ummu Kaltsum (ganti tikar), ketiga anak  perempuan inipun meninggal dahulu dari beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya Fathimah  yang meninggal kemudian dari beliau dan hanya dia pula yang memberi  beliau cucu laki-laki. Suami Fahimah adalah Ali Bin Abi Thalib. Abu  Thalib adalah abang dari ayah Nabi dan yang mengasuh Nabi sejak usia 8  tahun. Cucu laki-laki itu ialah Hasan dan Husain. Maka dapatlah kita  merasakan, Nabi seorang manusia mengharap anak-anak Fathimah inilah yang  akan menyambung turunannya. Sebab itu sangatlah kasih sayang dan cinta  beliau kepada cucu-cucunya ini. Pernah beliau sedang ruku si cucu masuk  ke dalam kedua celah kakinya. Pernah sedang beliau Sujud si cucu berkuda  ke atas punggungnya. Pernah sedang beliau khutbah, si cucu sedang ke  tingkat pertama tangga mimbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Tarmidzi merawjkan dari Usamah  Bin Zaid bahwa dia (Usamah) pernah melihat Hasan dan Husain berpeluk di  atas kedua belah paha beliau. Lalu beliau s.a.w. berkata: Kedua anak ini  adalah anakku, anak dari anak perempuanku. Ya Tuhan Aku sayang kepada  keduanya”.&lt;br /&gt;Dan diriwayatkan oleh Bukhari dan Abi Bakrah bahwa Nabi  pernah pula berkata tentang Hasan; ‘Anakku ini adalah SAYYID (Tuan),  moga-moga Allah akan mendamaikan tersebab dia diantara dua golongan kaum  Muslimin yang berselisih.&lt;br /&gt;Nubuwat beliau itu tepat. Karena pada  tahun 60 hijriah Hasan menyerahkan kekuasaan kepada Mu’awiyah, karena  tidak suka melihat darah kaum Muslimin tertumpah. Sehingga tahun 60 itu  dinamai “Tahun Persatuan”. Pernah pula beliau berkata: “kedua anakku ini  adalah SAYYID (Tuan) dan pemuda-pemuda di surga kelak”.&lt;br /&gt;Barangkali ada yang bertanya: “Kalau begitu jelas bahwa Hasan dan Husain itu cucunya, mengapa dikatakannya anaknya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini  adalah pemakaian bahwa pada orang Arab, atau bangsa-bangsa Semit. Di  dalam Al-Qur’an surat ke-12 (Yusuf) ayat 6 disebutkan bahwa Nabi Yakub  mengharap moga-moga Allah menyempurnakan ru’matnya kepada puteranya  Yusuf” sebagai mana telah disempurnakanNya ni’mat itu kepada kedua  bapamu sebelumnya, yaitu Ibrahim dan Ishak. Pada hal yang bapa, atau  ayah dari Yusuf adalah Ya’kub. Ishak adalah neneknya dan ibrahim adalah  nenek ayahnya. Di ayat 28 Yusuf berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa-Bapaku Ibrahim dan  Ishak dan Ya’kub. Artinya nenek-nenek moyang disebut bapa, dan cucu  cicit disebut anak-anak. Menghormati keinginan Nabi yang demikian, maka  seluruh umat Muhammad menghormati mereka. Tidakpun beliau anjurkan,  namun kaum Quraisy umumnya dan Bani Hasyim dan keturunan hasan dan  Husain mendapat kehormatan istimewanya di hati kaum Muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi  ahlis-sunnah hormat dan penghargaan itu biasa saja. Keturunan Hasan dan  Husain di panggilkan orang SAYYID; kalau untuk banyak SADAT. Sebab Nabi  mengatakan “Kedua anakku ini menjadi SAYYID (Tuan) dari pemuda-pemuda  di syurga; Disetengah negeri di sebut SYARIF, yang berarti orang mulia  atau orang berbangsa; kalau banyak ASYRAF. Yang hormat berlebih-lebihan,  sampai mengatakan keturunan Hasan dan Husain berlebih-lebihan, sampai  mengatakan keturunan Hasan dan Husain itu tidak pernah berdosa, dan  kalau berbuat dosa segera diampuini. Allah adalah ajaran (dari suatu  aliran – penulis) kaum Syi’ah yang berlebih-lebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apatah lagi  di dalam Al-Qur’an, surat ke-33 “Al-Ahzab”, ayat 30, Tuhan  memperingatkan kepada isteri-isteri Nabi bahwa kalau mereka berbuat  jahat, dosanya lipat ganda dari dosa orang kebanyakan. Kalau begitu  peringatan Tuhan kepada isteri-isteri Nabi, niscaya demikian pula kepada  mereka yang dianggap keturunannya.&lt;br /&gt;MENJAWAB pertanyaan tentang  benarkah Habib Ali Kwitang dan Habib Tanggul keturunan Rasulullah s.a.w ?  Sejak zaman kebesaran Aceh telah banyak keturunan-keturunan Hasan dan  Husain itu datang ke tanah air kita ini. Sejak dari semenanjung Tanah  Melayu, Kepulauan Indonesia dan Philipina. Harus diakui banyak jasa  mereka dalam penyebaran Islam di seluruh Nusantara ini. Penyebar Islam  dan Pembangunan Kerajaan Banten dan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah  yang dipernankan di Aceh. Syarif Kebungsuan tercatat sebagai penyebar  Islam ke Mindanao dan Sulu. Sesudah pupus keturunan laki-laki dari  Iskandar Muda Mahkota Alam pernah Bangsa Sayid dari keluarga Jamalullail  jadi Raja di Aceh. Negeri Pontianak pernah diperintah bangsa Sayid  Al-Qadri. Siak oleh keluarga bangsa Sayid bin Syahab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlis  (Malaysia) dirajai oleh bangsa Sayid Jamalullail. Yang dipertuan Agung  III Malaysia Sayid Putera adalah Raja Perlis. Gubernur Serawak yang  sekarang ketiga, Tun Tuanku Haji Bujang ialah dari keluarga Alaydrus.  Kedudukan mereka di negeri ini yang turun-temurun menyebabkan mereka  telah menjadi anak negeri dimana mereka berdiam. Kebanyakan mereka jadi  Ulama. Mereka datang dari Hadramautdari keturunan Isa Al-Muhajir dan  Faqih Al-Muqaddam. Mereka datang kemari dari berbagai keluarga. Yang  kita banyak kenal ialah keluarga Alatasa. Assagaf,Alkaf, Bafaqih,  Balfaqih, Alaydrus, bin Syekh Abubakar, Assiry, Al-Aidid, Al Jufri,  Albar, Almussawa, Ghatmir, bin Agil, Alhadi, Basyarban, Bazzar;ah.  Bamakhramah. Ba;abud. Syaikhan, Azh-Zhahir, bin Yahya dan lain-lain.  Yang menurut keterangan Almarhum Sayid Muhammad Bin Abdurrahman bin  Syahab telah berkembang jadi 199 keluarga besar. Semuanya adalah dari  “Ubaidillah Bin Ahmad Bin Isa Al-Muhajir. Ahmad Bin isa Al-Muhajir  Ilallah inilah yang berpindah dari Basrah ke Hadhramaut. Lanjutan  silsilahnya ialah Ahmad Bin Isa Al Muhajir Bin Muhammad Al-Naqib bin Ali  Al-Aridh Bin Ja’far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir Bin Ali Zainal  Abidin Bin Husain As-Sibthi Bin Al Bin Abi Thalib. As-Sabthi artinya  cucu, karena Husain adalah anak dari Fathurmah binti Rasulullah s.a.w&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguhpun  yang terbanyak adalah keturunan Husain dari hadhramaut itu, ada juga  yang keturunan Hasan yang datang dari Hejaz, keturunan Syarif-syarif  Makkah Abi Numay, tetapi tidak sebanyak dari Hadramaut. Selain  dipanggilkan Tuan Sayid, mereka dipanggil juga HABIB, di Jakarta  dipanggilkan WAN. Di Sarawak dan Sabbah disebut Tuanku. Di Pariaman  (Sumatera Barat) disebut SIDI. Mereka telah tersebar di seluruh dunia.  Di negeri-negeri besar sebagai Mesir, Baghdad, Syam dan lain-lain mereka  adalah NAQIB yaitu yang bertugas mencatat dan mendaftarkan  keturunan-keturunan itu. Di saat sekarang umumnya telah mencapai  36.37.38 silsilah sampai kepada Sayidina Ali dan Fathimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  pergolakan aliran lama dan aliran baru di Indonesia, pihak al-Irsyad  yang menandatang dominasi kaum Baalwi menganjurkan agar yang  menganjurkan agar yang bukan keturunan Hasan dan Husain memakai juga  titel Sayid dimuka namanya. Gerakan ini sampai menjadi panas. Tetapi  setelah keturunan Arab Indonesia bersatu, tidak pilih keturunan Alawy  atau bukan, dengan pimpinan A.R Baswedan, mereka anjurkan menghilangkan  perselisihan dan masing-masing memanggil temannya dengan “Al-Akh”,  artinya Saudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka baik Habib Tanggul di Jawa Timur dan  Almarhum Habib Ali di Kwitang Jakarta, memanglah mereka keturunan dari  Ahmad Bin Isa Al-Muhajir yang berpindah dari Bashrah ko Hadramaut itu,  dan Ahmad Bin Isa tersebut adalah cucu tingkat ke-6 dari cucu Rasulullah  Husain Bin Ali Bin Abi Thalib itu. Kepada keturunan-keturunan itu  semuanya kita berlaku hormat, dan cinta, yaitu hormat dan cinta orang  Islam yang cerdas, yang tahu harga diri. Sehingga tidak diperbodoh oleh  orang-orang yang menyalahgunakan keturunannya itu. Dan mengingat juga  akan sabda Rasulullah s.a.w.: janganlah sampai orang lain datang  kepadakua dengan amalnya, sedang kamu datang kepadaku dengan membawa  nasab dan keturunan kamu, dan pesan beliau pula kepada puteri  kesayangannya, Fathimah Al-Batul, ibu dari cucu-cucu itu: “Hai Fathimah  binti Muhammad. Beramallah kesayanganku. Tidaklah dapat aku, ayahmu  menolongmu dihadapan Allah sedikitpun”. Dan pernah beliau bersabda:  “Walaupun anak kandungku sendiri, Fathimah, jika dia mencuri aku potong  juga tangannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu kita ulangilah seruan dari seorang  anak ulama besar Alawy yang telah wafat di Jakarta ini, yaitu Sayid  Muhammad Bin Abdurrahman Bin Syahab, agar generai-generasi yang datang  kemudian dari turunan “Alawy memegang teguh Agama Islam, menjaga pusaka  nenek-moyang, jangan sampai tenggelam kedalam peradaban Barat. Seruan  beliau itupun akan telah memelihara kecintaan dan hormat Ummat Muhammad  kepada mereka. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-7843075810157940460?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/7843075810157940460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/08/perspektif-profdr-buya-hamka-tentang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7843075810157940460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7843075810157940460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/08/perspektif-profdr-buya-hamka-tentang.html' title='PERSPEKTIF PROF.DR. BUYA HAMKA TENTANG EKSISTENSI KETURUNAN SAYYIDINA MUHAMMAD SAW'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-242643601735221320</id><published>2011-08-14T09:03:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T09:11:59.581-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Makam Rasulullah SAW'/><title type='text'>Makam Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; Makam Rasulullah SAW &lt;/h3&gt; &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO9tdK5oA1I/AAAAAAAAAHQ/PZ2t36EQVRE/s1600/makam-rasulullah-dan-Abu-Ba.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 278px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO9tdK5oA1I/AAAAAAAAAHQ/PZ2t36EQVRE/s400/makam-rasulullah-dan-Abu-Ba.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543770014226056018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Rasulullah SAW, disamping kiri adalah Makam Abubakar Shidiq RA (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO9svdAG2yI/AAAAAAAAAHI/4nRKnU53p3A/s1600/denah-makan-rasulullah-dkk.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 350px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO9svdAG2yI/AAAAAAAAAHI/4nRKnU53p3A/s400/denah-makan-rasulullah-dkk.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543769228811098914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Makam Rasulullah Saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Makam Sy. Abu Bakar as Shiddiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Makam Sy. Umar ibn Khaththab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.  Tempat yang menurut suatu riwayat disediakan untuk Nabi Isa AS, ada 2  kemungkinan yaitu berada luruh dengan Rasulullah saw atau berada  dibelakang Sy Umar ibn. Khaththab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tempat peristirahatan Siti Aisyah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tempat kedatangan malaikat Jibril ketika menyampaikan wahyu kepada Rasulullah saw.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Dinding kamar Siti Aisyah, yang dibengun sendiri oleh Rasulullah saw, hingga saat ine tembok tersebut masih berdiri kokoh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.  Dinding makam berbentuk segilima, yang dibangun oleh Umar ibn Abd Aziz,  agar makam Rasulullah saw tidak menyerupai ka’bah dan terlalu  dikultuskan oleh umat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Dinding segi lima lapis kedua yang dibangun oleh sultan Qait bay dari Mesir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tiang-tiang yang memperkuat dinding segilima lapis kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Bagian dari raudlah yang terdapat dibagian dalam tembok kamar makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12.  Bagian dari raudlah yang terdapat diluar kamar makam, (nomor 12 tidak  terdapat pada detail gambar, area ini adalah tempat yang biasanya  dijadikan rebutan oleh ummat Islam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Area dengan nomor 13 adalah bukan bagian dari raudlah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kediaman siti Fathimah ra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mihrab didalam kediaman siti Fathimah, yang dibangun oleh sultan Qait bay&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Mihrab tempat tempat Rasulullah seringkali bertahajud seorang diri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tempat Rasulullah shalat tahajud berjamaah bersama ahl suffah, tempat ini berada dibelakang kediaman st Fathimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Lubang besar terletak dibagian depan, lubang ini lurus searah dengan makam Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Lubang kecil terletak dibagian depan searah dengan makam sy Abu Bakar ra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Lubang kecil dibagian depan searah dengan makam sy Umar Ibn Khaththab ra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tempat beberapa batu sisa-sisa kediaman Rasulullah saw, yang kemudian dibuang pada masa Khalifah Al Walid ibn Abd. Malik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Usthuwanah al Sarir, tempat Rasulullah saw beristirahat ketikaterlalu capai beribadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Usthuwanah al Wufud, tempatRasulullah seringkali menerima tamu-tamu penting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24.  Usthuwanah al Hirs, tempat para shahabat bersiaga menjaga Rasulullah  saw, seringkali sy Ali ibn Abi Thalib bersiaga ditempat tersebut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Bab Al Taubah, pintu masuk makam dibagian depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Bab Aisyah, pintu masuk makam dibagian samping dari arah raudlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kepala Rasulullah saw yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Lubang kisi-kisi yang lurus searah dengan kaki Rasulullah saw yang mulia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Beberapa pintu masuk menuju makam Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Lingkaran kubah kecil yang berada tepat diatas makam Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Lingkaran kubah lapis kedua, yang disebut kubah al zarqa’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Lingkaran kubah lapis ketiga, atau kubah al khadra’ (kubah hijau) yang terlihat dari bagian luar makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Bagian dari kamar makam (tertulis dengan nomor 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Panggung setinggi kurang lebih 30 cm, tempat para ahl suffah berjamaahshalat tahajud bersama Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Panggung setinggi kurang lebih 60 cm, tempat ahl suffah biasa berkumpul&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Usthuwanah al taubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Usthuwanah A’isyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Mihrab tempat shalat Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Usthuwanah al Mukhallaqah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Mimbar Rasulullah saw&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Panggung tempat adzan&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-242643601735221320?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/242643601735221320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/08/makam-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/242643601735221320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/242643601735221320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/08/makam-rasulullah-saw.html' title='Makam Rasulullah SAW'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO9tdK5oA1I/AAAAAAAAAHQ/PZ2t36EQVRE/s72-c/makam-rasulullah-dan-Abu-Ba.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3441881297561241626</id><published>2011-08-14T09:01:00.000-07:00</published><updated>2011-08-14T09:03:40.249-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makam baqi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Mengenang Makam Baqi Tempo Doeloe</title><content type='html'> &lt;div class="post-header"&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO91mr4darI/AAAAAAAAAHo/pGZ3zOciJEQ/s1600/makam-baqi-before-destruction-for-blog.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 262px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO91mr4darI/AAAAAAAAAHo/pGZ3zOciJEQ/s400/makam-baqi-before-destruction-for-blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543778973791382194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO91WmNtsVI/AAAAAAAAAHg/cKAxdD-AYW0/s1600/peta-makam-baqi3.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 216px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO91WmNtsVI/AAAAAAAAAHg/cKAxdD-AYW0/s400/peta-makam-baqi3.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543778697392009554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO907TKvG8I/AAAAAAAAAHY/YGqy8p9wJ1g/s1600/al%2Bbaqi.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO907TKvG8I/AAAAAAAAAHY/YGqy8p9wJ1g/s320/al%2Bbaqi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5543778228422777794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rabu  8 Syawal 1345 Hijriah bertepatan dengan 21 April 1925 mausoleum  (kuburan besar yang amat indah) di Jannatul al-Baqi di Madinah diratakan  dengan tanah atas perintah Raja Ibnu Saud. Di tahun yang sama pula Raja  Ibnu Saud yang Wahabi itu menghancurkan makam orang-orang yang  disayangi Rasulullah SAW (ibunda, istri, kakek dan keluarganya) di  Jannat al-Mualla (Mekah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghancuran situs bersejarah dan mulia  itu oleh Keluarga al-Saud yang Wahabi itu terus berlanjut hingga  sekarang. Menurut beberapa ulama apa yang terjadi di tanah Arabia itu  adalah bentuk nyata konspirasi Yahudi melawan Islam, di bawah kedok  Tauhid. Sebenarnya, tujuan utamanya adalah secara sistematis ingin  menghapus pusaka dan warisan Islam yang masih tersisa agar Kaum Muslim  terputus dari sejarah Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal Muasal al-Baqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara  harfiah “al-Baqi” berarti Taman Pepohonan. Dikenal juga sebagai “Jannat  al-Baqi” karena “keramatnya” sejak keluarga dan sahabat Rasulullah  dimakamkan di tempat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat pertama yang dimakamkan di  al-Baqi adalah Usman bin Madhoon yang wafat 3 Syaban tahun 3 Hijriah.  Rasulullah memerintahkan menanam pepohonan di sekitar pusaranya. Rasul  juga meletakkan dua buah batu di antara makam sahabatnya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  berikutnya putra Rasulullah Ibrahim wafat saat masih bayi. Dengan derai  air mata Rasulullah memakamkan putranya tercinta itu di al-Baqi. Sejak  itulah penduduk Madina ikut juga memakamkan sanak saudaranya di al-Baqi.  Apalagi setelah mendengar sabda Rasulullah,” Salam sejahtera untukmu  wahai orang yang beriman, Jika Allah berkenan, kami akan menyusulmu. Ya  Allah, ampunilah ahli kubur al-Baqi’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah pemakaman al-Baqi  perlahan pun diperluas. Tak kurang dari 7000 sahabat Rasulullah  dikuburkan di sini. Termasuk juga ahlul baytnya yaitu Imam Hasan bin  Ali, Imam Ali bin Husayn, Imam Muhammad al-Baqir, dan Imam Ja’far  al-Sadiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, saudara Rasulullah yang dimakamkan di  al-Baqi adalah Bibi Safiyah dan Aatikah. Di al-Baqi dimakamkan pula  Fatimah binti al-Asad (Ibunda Imam Ali bin Abi Thalib).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah  Usman dimakamkan di luar al-Baqi namun belakangan karena perluasan makam  maka ia termasuk di al-Baqi. Imam Mazhab Sunni yang terkenal, Malik bin  Anas, juga dimakamkan di al-Baqi. Tak pelak al-Baqi adalah tempat amat  bersejarah bagi Kaum Muslimin di seluruh jagat raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baqi dalam Perspektif Ahli Sejarah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar  bin Jubair melukiskan al-Baqi saat ia berkunjung ke Madinah berkata,  “al-Baqi terletak di timur Madinah. Gerbang al-Baqi akan menyambut anda  saat tiba di al-Baqi. Saat anda masuk kuburan pertama yang anda lihat di  sebelah kiri adalah kuburan Safiyah, bibi Rasulullah. Agak jauh dari  situ terletak pusara Malik bin Anas, Salah seorang Imam Ahlus Sunnah  dari Madinah. Di atas makamnya didirikan sebuah kubah kecil. Di depannya  ada kubah putih tempat makam putra Rasulullah Ibrahim. Di sebelah  kanannya adalah makam Abdurahman bin Umar putra Umar bin Khatab, dikenal  sebagai Abu Shahma. Abu Shahma dihukum cambuk oleh ayahnya karena minum  khamar. Hukuman cambuk untuk peminum khamar seharusnya tidak hingga  mati. Namun Umar mencambuknya hingga ajal merenggutnya. Di hadapan  kuburan Abu Shahma adalah makam Aqeel bin Abi Thalib dan Abdulah bin  Ja’far al-Tayyar. Di muka kuburan mereka terbaring pusara isteri Rasul  dan Abbas bin Abdul Mutalib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makam Imam Hasan bin Ali, terletak  di sisi kanan dari gerbang al-Baqi. Makam ini dilindungi kubah tinggi.  Di sebelah atas nisan Imam Hasan adalah makam Abbas bin Abdul Muthalib.  Kedua makam diselimuti kubah tinggi. Dindingnya dilapisi bingkai kuning  bertahtakan bintang indah. Bentuk serupa juga menghias makam Ibrahim  putra Rasulullah. Di belakang makam Abbas berdiri rumah yang biasa  digunakan Fatimah binti Rasulullah AS. Biasa disebut “Bayt al-Ahzaan”  (Rumah Duka Cita). Di tempat ini putri Rasulullah biasa berkabung  mengenang kepergian ayahnya tercinta Rasulullah SAWW. Di ujung  penghabisan al-Baqi berdiri kubah kecil tempat Usman di makamkan. Di  dekatnya terbaring ibunda Ali bin Abi Thalib Fatimah binti Asad.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu  setengah abad kemudian pengelana terkenal Ibnu Batutah mengunjungi  al-Baqi dan menemukan al Baqi tidaklah berbeda dengan yang dilukiskan  Ibnu Jubair. Ia menambahkan, “Al-Baqi adalah kuburan sejumlah kaum  Muhajirin dan Anshar dan sahabat Nabi lainnya. Kebanyakan mereka  tidaklah dikenal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berabad-abad lamanya al-Baqi tetap keramat  dengan berbagai perbaikan bangunan yang diperlukan. Semuanya berakhir  diabad 19 kala Kaum Wahabi muncul. Mereka menajiskan pusara mulia dan  menunjukkan sikap kurang ajar pada para syahid dan para sahabat Nabi  yang dimakamkan di sana. Muslim yang tidak sependapat dicap sebagai  kafir dan dikejar-kejar untuk dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghancuran Pertama al-Baqi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum  Wahabi percaya menziarahi makam dan pusara Nabi, Imam dan para syuhada  adalah pemujaan terhadap berhala dan pekerjaan yang tidak Islami. Mereka  yang melakukanya pantas dibunuh dan harta bendanya dirampas. Sejak  invasi pertama ke Irak hingga kini, faktanya, Kaum Wahabi, dan penguasa  Negara teluk lainnya membantai Kaum Muslim yang tidak sepaham dengan  mereka. Tak pelak lagi seluruh dunia Islam sangat menghormati pemakaman  al-Baqi. Khalifah Abu Bakar dan Umar bahkan menyatakan keinginannya  untuk dimakamkan di dekat makam Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak 1205 Hijriah  hingga 1217 Hijriah Kaum Wahabi mencoba menguasai Semenanjung Arabia  namun gagal. Akhirnya 1217 Hijriah mereka berhasil menguasai Thaif  dengan menumpahkan darah muslim yang tak berdosa. Mereka memasuki Mekah  tahun 1218 Hijriah dan menghancurkan semua bangunan dan kubah suci,  termasuk kubah yang menaungi sumur Zamzam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1221, Kaum  Wahabi masuk kota Madinah dan menajiskan al-Baqi dan semua mesjid yang  mereka lewati. Kaum Wahabi bahkan mencoba menghancurkan pusara  Rasulullah, namun entah dengan alasan apa usaha gila itu dihentikan. Di  tahun-tahun berikutnya jemaah haji asal Irak, Suriah dan Mesir ditolak  untuk masuk kota Mekah untuk berhaji. Raja al-Saud memaksa setiap muslim  yang ingin berhaji harus menjadi Wahabi atau jika tidak akan dicap  sebagai kafir dan dilarang masuk kota Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Baqi pun  diratakan dengan tanah tanpa menyisakan apapun, termasuk nisan atau  pusara. Belum puas dengan tindakan barbarnya Kaum Wahabi memerintahkan  tiga orang kulit hitam yang sedang berziarah ke pusara Nabi untuk  menunjukkan tempat persembunyian harta benda. Raja Ibnu Saud merampas  harta benda itu untuk dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ribuan Muslim melarikan  diri dari Mekah dan Madinah. Mereka menghindari kejaran Kaum Wahabi.  Muslim di seluruh dunia mengutuk tindakan Saudi dan mendesak khalifah  kerajaan Otoman menyelamatkan situs-situs bersejarah dari kehancuran.  Dibawah pimpinan Muhammad Ali Basha mereka menyerang Hijaz, dengan  bantuan suku-suku setempat, akhirnya mereka menang, lalu ia mengatur  hukum dan pemerintahan di Hijaz, khususnya Mekah dan Madinah. Sekaligus  mengusir keluarga al-Saud. Muslim di seluruh dunia bergembira. Di Mesir  perayaan berlanjut hingga 5 hari! Tak diragukan lagi kegembiraan karena  mereka bisa pergi haji dan pusara mulia pun diperbaiki lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  1818 Masehi Khalifah Ottoman Abdul Majid dan penggantinya Abdul Hamid  dan Mohammad, merekonstruksi semua tempat suci, memperbaiki semua  warisan Islam yang penting. Dari 1848 hingga 1860, biaya perbaikan telah  mencapai 700 ribu Poundsterling. Sebagian besar dana diperoleh dari  uang yang terkumpul di makam Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan Barbar Kedua Kaum Wahabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerajaan  Ottoman telah mempercantik Madinah dan Mekah dengan memperbaiki semua  bangunan keagamaan dengan arsitektur bercita rasa seni tinggi. Richard  Burton, yang berkunjung ke makam Rasulullah tahun 1853 dengan menyamar  sebagai muslim asal Afghanistan dengan nama Abdullah mengatakan Madinah  dipenuhi 55 mesjid dan kuburan suci. Orang Inggris lain yang datang ke  Madinah tahun 1877-1878 melukiskan keindahan yang setara dengan  Istambul. Ia menulis tentang dinding putih, menara berhias emas dan  rumput yang hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1924 Wahabi masuk ke Hijaz untuk kedua  kalinya Untuk kedua kalinya pula pembantaian dan perampasan dilakukan.  Orang-orang di jalan dibantai. Tak terkecuali perempuan dan anak-anak  jadi korban. Rumah-rumah diratakan dengan tanah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awn bin Hashim  menulis: lembah-lembah dipenuhi kerangka manusia, darah kering  berceceran di mana-mana. Sulit untuk menemukan pohon yang tidak ada satu  atau dua mayat tergeletak di dekat akarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinah akhirnya  menyerah setelah digempur habis Kaum Wahabi. Semua warisan Islam  dimusnahkan. Hanya pusara Nabi SAW yang tersisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Jabhan  (Ulama Wahabi) memberikan alasan mengapa ia merasa harus meratakan makam  Nabi SAW, “Kami tahu nisan di makam Rasulullah bertentangan dengan  akidah dan mendirikan mesjid di pemakamannya adalah dosa besar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusara  Sang Syahid Hamzah bin Abdul Muthalib (paman Nabi) beserta syahid  perang Uhud lainnya dihancurkan. Masjid Nabi dilempari. Setelah protes  dari Kaum Muslim sedunia Ibnu saud berjanji akan memperbaiki bangunan  bersejarah tersebut. Namun janji itu tidak pernah ditepati. Ibnu Saud  juga berjanji Hijaz akan dikelola pemerintahan multinasional, khsusnya  menyangkut Madinah dan Mekah. Namun janji itu tinggalah janji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  1925 giliran Janat al-Mulla pemakaman di Mekah dihancurkan. Ikut juga  dihancurkan rumah tempat Rasulullah dilahirkan. Sejak itulah hari duka  untuk semua muslim di jagat raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidakkah mengherankan Kaum  Wahabi menghancurkan makam, pusara mulia dan semua tempat-tempat  bersejarah bagi dunia Islam (semuanya diam tak bergerak), sementara itu  raja-raja Saudi dijaga dengan ketat mengabiskan jutaan dolar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hujan Protes&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun  1926 protes massal Kaum Muslim bergerak di seluruh dunia. Resolusi  diluncurkan dan daftar kejahatan Wahabi dibuat. Isinya antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Penghancuran dan penodaan tempat suci, di antaranya rumah  kelahiran Nabi, pusara Bani Hasyim di Mekah dan Jannat al-Baqi  (Madinah), penolakan Wahabi pada muslim yang melafalkan al-Fatihah di  makam-makam suci tersebut.&lt;br /&gt;  2. Penghancuran tempat ibadah di antaranya Masjid Hamzah, Masjid Abu Rasheed, dan pusara para Imam dan sahabat.&lt;br /&gt;  3. Campurtangan pelaksanaan ibadah haji.&lt;br /&gt;  4. Memaksa muslim mengikuti inovasi Wahabi dan menghapus aturan atas keyakinan yang diajarkan para Imam mazhab.&lt;br /&gt;  5. Pembantaian para sayid di Thaif, Madina, Ahsa dan Qatif.&lt;br /&gt;  6. Meratakan kuburan para Imam di al-Baqi yang sangat di hormati kaum Syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes  yang sama bermunculan di Iran, Irak, Mesir, Indonesia dan Turki. Mereka  mengutuk tindakan barbar Saudi Wahabi. Beberapa ulama menulis traktat  dan buku untuk mengabarkan dunia fakta-fakta yang terjadi di Hijaz  adalah konspirasi karya Yahudi melawan Islam dengan berkedok Tauhid.  Tujuan utamanya adalah menghapus secara sistematis akar sejarah Kaum  Muslim sehingga nantinya Kaum Muslim kehilangan asal-usul keagamaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindakan  barbar Kaum Wahabi boleh jadi menginspirasi peristiwa bersejarah  lainnya. Sejarah perang dunia kedua mengingatkan kita akan kekejaman  Nazi Jerman. Orang-orang Yahudi melarikan diri setelah dikejar-kejar  untruk dibunuh Nazi. Kekejaman Hitler diperingati dunia (khususnya  Jerman dan sekutunya). Kini Nazi dilarang dan orang yang mengusung  simbol-simbolnya bisa dihukum dan diusir dari Jerman. Hitler dan Nazi  Jerman membantai jutaan Yahudi (versi Ahmadinejad tidak mungkin sebanyak  itu). Hitler tidak merusak bangunan karya Yahudi. Hitler tidak merusak  kuburan. Bandingkan dengan tindakan Kaum Wahabi yang tidak saja membunuh  dan mengusir orang hidup tapi juga orang-orang yang sudah wafat juga  ikut “dibunuh!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini daftar makam dan tempat yang juga dihancurkan Kaum Wahabi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Pemakaman al-Mualla di Mekah termasuk pusara isteri tercinta Nabi,  Sayidah Khadijah binti Khuwailid, makam Ibunda Rasul Siti Aminah binti  Wahhab, makam pamananda Rasul Abu Thalib (Ayahanda Ali bin Abu Thalib)  dan makam kakek Nabi Abdul Muthalib&lt;br /&gt;  2. Makam Siti Hawa di Jedah&lt;br /&gt;  3. Makam ayahanda Rasul Abdullah bin Abdul Muthalib di Madinah&lt;br /&gt;  4. Rumah Duka (Baytl al-Ahzan) Sayidah Fatimah di Madinah&lt;br /&gt;  5. Masjid Salman al-Farisi di Madinah&lt;br /&gt;  6. Masjid Raj’at ash-Shams di Madinah&lt;br /&gt;  7. Rumah Nabi di Madinah setelah hijrah dari Mekah&lt;br /&gt;  8. Rumah Imam Ja’far al-Shadiq di Madinah&lt;br /&gt;  9. Komplek (mahhalla) bani Hasyim di Madinah&lt;br /&gt; 10. Rumah Imam Ali bin Abi Thalib tempat Imam Hasan dan Imam Husein dilahirkan&lt;br /&gt; 11. Makam Hamzah dan para syuhada Uhud di gunung Uhud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari HISTORY OF THE CEMETERY OF JANNAT AL-BAQI &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3441881297561241626?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3441881297561241626/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/08/mengenang-makam-baqi-tempo-doeloe.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3441881297561241626'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3441881297561241626'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/08/mengenang-makam-baqi-tempo-doeloe.html' title='Mengenang Makam Baqi Tempo Doeloe'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_QZ5v-H6brRU/TO91mr4darI/AAAAAAAAAHo/pGZ3zOciJEQ/s72-c/makam-baqi-before-destruction-for-blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-4944819013052831351</id><published>2011-02-20T23:54:00.000-08:00</published><updated>2011-02-20T23:56:12.491-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; font-size: 16px; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: 13px; "&gt;Berikut merupakan keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang sholehah. Berbahagialah engkau wahai bidadari penghuni syurga...... !&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Wanita yang solehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang soleh.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Barang siapa yang menggembirakan anak perempuannya, derajatnya seumpama orang yang sentiasa menangis kerana takutkan Allah S.W.T. dan orang yang takutkan Allah S.W.T. akan diharamkan api neraka ke atas tubuhnya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;3. Barang siapa yang membawa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah) lalu diberikan kepada keluarganya, maka pahalanya seperti bersedekah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;4. Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripada anak pria. Maka barang siapa yang menyukakan anak perempuan seolah- olah dia memerdekakan anak Nabi Ismail A.S.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;5. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah S.A.W.) di dalam syurga.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;6. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;7. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan se Suatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;8. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;9. Apabila memanggil akan engkau dua orang ibu bapamu, maka jawablah panggilan ibumu dahulu.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;10. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;11. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya dan direkannya (serta menjaga sembahyang dan puasanya).&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;12. Aisyah r.a. berkata “Aku bertanya kepada Rasulullah S.A.W., siapakah yang lebih besar haknya terhadap wanita? Jawab baginda, “Suaminya.” “Siapa pula berhak terhadap pria?” tanya Aisyah kembali, Jawab Rasulullah S.A.W. “Ibunya.”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;13. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana sahaja yang dia kehendaki.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;14. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah S.W.T. memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya (10,000 tahun).&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;15. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah S.W.T. menatatkan baginya setiap hari dengan 1,000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1,000 kejahatan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;16. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah S.W.T. mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah S.W.T.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;17. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;18. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;19. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah S.W.T. memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah S.W.T.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;20. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;21. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1,000 pria yang jahat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;22. Rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;23. Wanita yang memberi minum air susu ibu (asi) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala dari pada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;24. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;25. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;26. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;27. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;28. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;29. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;30. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;31. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;32. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;33. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;34. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;35. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;36. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo(2½ thn),maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;37. Jika wanita memicit/mijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;38. Wanita yang meninggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;39. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span"  &gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;40. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-4944819013052831351?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/4944819013052831351/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/02/40-keistimewaan-wanita-menurut-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4944819013052831351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4944819013052831351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/02/40-keistimewaan-wanita-menurut-islam.html' title='40 Keistimewaan Wanita Menurut Islam'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-7627991353753899972</id><published>2011-02-13T04:19:00.000-08:00</published><updated>2011-02-13T04:29:06.231-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MAULID NABI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PENGAJIAN'/><title type='text'>PENGAJIAN AKBAR MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/-uUd9xeWZuYA/TVfOPrsxHYI/AAAAAAAAAaA/fYZnfgfd-H0/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 300px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-uUd9xeWZuYA/TVfOPrsxHYI/AAAAAAAAAaA/fYZnfgfd-H0/s400/blog.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5573149832718130562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-S9rAsl1YwPk/TVfMy-3BgNI/AAAAAAAAAZ4/bGyQ7JwScZY/s1600/blog.jpg"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-7627991353753899972?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/7627991353753899972/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/02/pengajian-akbar-maulid-nabi-besar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7627991353753899972'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7627991353753899972'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2011/02/pengajian-akbar-maulid-nabi-besar.html' title='PENGAJIAN AKBAR MAULID NABI BESAR MUHAMMAD SAW'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-uUd9xeWZuYA/TVfOPrsxHYI/AAAAAAAAAaA/fYZnfgfd-H0/s72-c/blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3024882359647172600</id><published>2010-11-28T19:38:00.000-08:00</published><updated>2010-11-28T19:45:19.932-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Obat Kangker'/><title type='text'>OBAT KANGKER PALING AMPUH</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Wingdings; 	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:2; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;} @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:0cm; 	margin-left:36.0pt; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast 	{mso-style-priority:34; 	mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-type:export-only; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:36.0pt; 	mso-add-space:auto; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:193659285; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1187962908 -2080345644 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557 69271553 69271555 69271557;} @list l0:level1 	{mso-level-start-at:0; 	mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:none; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-18.0pt; 	mso-ansi-font-size:14.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0cm;} ul 	{margin-bottom:0cm;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-language:EN-US;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selama ini kita tahu bahwa kanker hanya bisa diobati dengan terapi kemo. Namun tampaknya persepsi ini harus dihapus dan dibuang sejauh-jauhnya. Kenapa? Karena sebenarnya ada obat alami untuk membunuh sel kanker yang kekuatannya SEPULUH RIBU KALI LIPAT lebih ampuh dibanding terapi kemo. Obat alami ini adalah buah yang familiar dengan orang Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tapi kenapa kita tidak tahu ?&lt;b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Karena salah satu perusahaan Dunia merahasiakan penemuan riset mengenai hal ini serapat2nya, mereka ingin dana riset yang di keluarkan sangat besar, selama bertahun-tahun, dapat kembali lebih dulu plus keuntungan berlimpah dengan cara membuat pohon Graviola Sintetis sebagai bahan baku obat dan obatnya di jual ke pasar dunia…&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Memprihatinkan, beberapa orang meninggal sia2, mengenaskan, karena keganasan kanker, sedangkan perusahaan raksasa, pembuat obat dengan omzet milyaran dollar menutup rapat2 rahasia keajaiban pohon graviola ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pohonnya rendah, di brazil dinamai "Graviola", di Spanyol "Guanabana" bahasa inggrisnya "soursop". Di Indonesia, ya buah sirsak. Buahnya berduri lunak, daging buah berwarna putih, rasanya manis2 kecut/asam, dimakan dengan cara membuka kulitnya atau di buat jus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Khasiat dari buah sirsak ini memberikan effek anti tumor/kanker yang sangat kuat, dan terbukti secara medis menyembuhkan segala jenis kanker. Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai anti bakteri, anti jamur (fungi), efektif melawan berbagai jenis parasit/cacing, menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stress, dan menormalkan kembali system syaraf yang kurang baik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Salah satu contoh betapa pentingnya keberadaan Health Science Institute bagi orang2 amerika adalah institute ini membuka tabir rahasia buah ajaib ini. Fakta yang mencengangkan adalah : jauh dipedalaman hutan amazon, tumbuh "pohon ajaib", yang akan merubah cara berpikir anda, dokter anda, dan dunia mengenai proses penyembuhan kanker dan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada yang bisa menjanjikan lebih dari hal ini, untuk masa2 yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset membuktikan "pohon ajaib" dan buahnya ini bisa :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; line-height: normal;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;• Menyerang sel kanker dengan aman dan efektif secara alami, Tanpa rasa mual, berat badan turun, rambut rontok, seperti yang terjadi pada terapi kemo.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;•Melindungi sistim kekebalan tubuh dan mencegah dari infeksi yang mematikan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;•Pasien merasakan lebih kuat, lebih sehat selama proses perawatan / penyembuhan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;•Energi meningkat dan penampilan fisik membaik.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sumber berita sangat mengejutkan ini berasal dari salah satu pabrik obat terbesar di Amerika. Buah Graviola di-test di lebih dari 20 Laboratorium, sejak tahun 1970-an sampai beberapa tahun berikutnya. Hasil test dari ekstrak ( sari ) buah ini adalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Secara efektif memilih target dan membunuh sel jahat dari 12 tipe kanker yang berbeda, diantaranya kanker : Usus Besar, Payu Dara, Prostat, Paru2, dan Pankreas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Daya kerjanya 10.000 kali lebih kuat dalam memperlambat pertumbuhan sel kanker dibandingkan dengan Adriamicin dan Terapi Kemo yang biasa di gunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Tidak seperti terapi kemo, sari buah ini secara selektif hanya memburu dan membunuh sel2 jahat dan TIDAK membahayakan/ membunuh sel2 sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Riset telah di lakukan secara ekstensive pada pohon "ajaib" ini, selama bertahun-tahun tapi kenapa kita tidak tahu apa2 mengenai hal ini ? jawabnya adalah : begitu mudah kesehatan kita, kehidupan kita, dikendalikan oleh yang memiliki uang dan kekuasaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Salah satu perusahaan obat terbesar di Amerika dengan omzet milyaran dollar melakukan riset luar biasa pada pohon Graviola yang tumbuh dihutan Amazon ini. Ternyata beberapa bagian dari pohon ini : Kulit kayu, akar, daun, daging buah dan bijinya, selama berabad-abad menjadi obat bagi suku Indian di Amerika selatan untuk menyembuhkan : sakit jantung, asma, masalah liver (hati) dan reumatik. Dengan bukti2 ilmiah yang minim, perusahaan mengucurkan dana dan sumber daya manusia yang sangat besar guna melakukan riset dan aneka test. Hasilnya sangat mencengangkan. Graviola secara ilmiah terbukti sebagai mesin pembunuh sel kanker.&lt;br /&gt;Tapi… kisah Graviola hampir berakhir disini. Kenapa?&lt;br /&gt;Dibawah undang2 federal, sumber bahan alami untuk obat DILARANG / TIDAK BISA dipatenkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Perusahaan menghadapi masalah besar, berusaha sekuat tenaga dengan biaya sangat besar untuk membuat sinthesa/cloning dari Graviola ini agar bisa di patenkan sehingga dana yang di keluarkan untuk riset dan aneka test bisa kembali, dan bahkan meraup keuntungan besar. Tapi usaha ini tidak berhasil. Graviola tidak bisa di-kloning. Perusahaan gigt jari setelah mengeluarkan dana milyaran dollar untuk riset dan aneka test.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ketika mimpi untuk mendapatkan keuntungan lebih besar ber-angsur2 memudar, kegiatan riset dan test juga berhenti. Lebih parah lagi, perusahaan menutup proyek ini dan memutuskan untuk TIDAK mempublikasikan hasil riset ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Beruntunglah, ada salah seorang Ilmuwan dari team riset tidak tega melihat kekejaman ini terjadi. Dengan mengorbankan karirnya, dia menghubungi sebuah perusahaan yang biasa mengupulkan bahan2 alami dari hutan amazon untuk pembuatan obat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Ketika para pakar risetdari Health Science Institute mendengar berita keajaiban Graviola, mereka mulai melakukan riset. Hasilnya sangat mengejutkan. Graviola terbukti sebagai pohon pembunuh sel kanker yang efektif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;The National Cancer InstD Sejak 1976, Graviola telah terbukti sebagai pembunuh selitute mulai melakukan riset ilmiah yang pertama pada tahun 1976. hasilnya membuktikan bahwa daun dan batang kayu Graviola mampu menyerang dan menghancurkan sel2 jahat kanker. Sayangnya hasil ini hanya untuk keperluan intern dan tidak di publikasikan.%0 kanker yang luar biasa pada uji coba yang di lakukan leh 20 Laboratorium Independence yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu studi yang di publikasikan oleh The Journal of Natural Products meyatakan bahwa studi yang dilakukan oleh Catholic University di korea selatan, menyebutkan bahwa salah satu unsure kimia yang terkandung di dalam Graviola, mampu memilih, membedakan dan membunuh sel kanker Usus Besar dengan 10.000 kali lebih kuat dibandingkan dengan adriamicin dan Terapi Kemo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Penemuan yang paling mencolok dari study Catholic University ini adalah : Graviola bisa menyeleksi memilih dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh/terganggu . Graviola tidak seperti terapi kemo yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat, maka sel2 reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis oleh terapi kemo, sehingga timbul efek negatif : rasa mual dan rambut rontok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah studi di Purdue University membuktikan bahwa daun Graviola mampu membunuh sel kanker secara efektif, terutama sel kanker : prostate, pancreas, dan Paru2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Setelah selama kurang lebih dari 7 tahun tidak ada berita mengenai Graviola, akhirnya berita keajaiban ini pecah juga, melalui informasi dari lembaga2 tersebut di atas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Pasokan terbatas ekstrak Graviola yang di budidayakan dan di panen oleh orang2 pribumi Brazil, kini bisa di peroleh di Amerika.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Sirsak mempunyai manfaat yang sangat besar dalam pencegahan dan penyembuhan penyakit kanker.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Untuk pencegahan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt; &lt;b&gt;disarankan makan atau minum jus buah sirsak.&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Untuk penyembuhan:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;10 buah daun sirsak yang sudah tua (warna hijau tua) dicampur ke dalam 3 gelas air dan direbus terus hingga menguap&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dan air tinggal 1 gelas saja.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Air yang tinggal 1 gelas diminumkan ke penderita setiap hari 2 kali.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Setelah minum, efeknya katanya badan terasa panas, mirip dengan efek kemoterapi.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"  style="text-align: justify; text-indent: -18pt;font-family:arial;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;&lt;span style=""&gt;-&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;Dalam waktu 2 minggu, hasilnya bisa dicek ke dokter, katanya cukup berkhasiat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 18pt; text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;font-size:100%;" &gt;Daun sirsak ini katanya sifatnya seperti kemoterapi,&lt;br /&gt;bahkan lebih hebat lagi karena daun sirsak hanya membunuh sel sel yang tumbuh abnormal dan membiarkan sel sel yang tumbuh normal. Sedangkan kemoterapi masih ada efek membunuh juga sebagian sel sel yang normal.&lt;br /&gt;Sekarang anda tahu manfaat buah sirsak yang luar biasa ini. Rasanya manis2 kecut menyegarkan. Buah alami 100% tanpa efek samping apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3024882359647172600?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3024882359647172600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/11/obat-kangker-paling-ampuh.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3024882359647172600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3024882359647172600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/11/obat-kangker-paling-ampuh.html' title='OBAT KANGKER PALING AMPUH'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-1009627207304167212</id><published>2010-11-15T17:32:00.000-08:00</published><updated>2010-11-15T17:44:41.817-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Qosidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lagu Islami'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='CD Qosidah terlaris'/><title type='text'>Release CD Qosidah Terbaru Vol. 8</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/TOHhjefYYXI/AAAAAAAAAZY/VghSW187W3s/s1600/VOL%2B8.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 318px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/TOHhjefYYXI/AAAAAAAAAZY/VghSW187W3s/s320/VOL%2B8.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5539957016238776690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Awal November ini, Ahbaabul Musthofa Record kembali merelease CD Qosidah Habib Syech bin Abdulqodir Assegaf, yg berisi Qosidah2  terbaru dengan hit Qosidah Yaa Hanaana, selama 2 minggu peluncurannya, CD Qosidah Vol. 8 ini , telah banyak mendapat kesan di hati para Pencinta Qosidah, terbukti dengan terjualnya sampai dengan 5.000 keping CD.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga dengan mendengarkan CD Qosidah ini  dapat menambah ketaqwaan kita  kepada Sang Pencipta Semesta Allah SWT,  dan lebih  Mencintai lagi  Rosullullah Muhammad SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terimakasih buat para Pecinta Qosidah, semoga bisa bermanfaat bagi Ummat...Amin&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-1009627207304167212?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/1009627207304167212/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/11/release-cd-qosidah-terbaru-vol-8.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1009627207304167212'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1009627207304167212'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/11/release-cd-qosidah-terbaru-vol-8.html' title='Release CD Qosidah Terbaru Vol. 8'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/TOHhjefYYXI/AAAAAAAAAZY/VghSW187W3s/s72-c/VOL%2B8.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6070525994740339010</id><published>2010-07-19T03:28:00.000-07:00</published><updated>2010-07-19T03:37:30.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Imam Ghozali'/><title type='text'>Yang Ter Didunia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya. Lalu Imam Al Ghozali bertanya &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Murid-muridnya menjawab “orang tua, guru, kawan, dan sahabatnya”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Imam Ghozali menjelaskan semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah “MATI“. Sebab itu sememangnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; janji Allah SWT bahwa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Murid-muridnya menjawab “negara Cina, bulan, matahari dan bintang-bintang”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahwa semua jawaban yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah “MASA LALU“. Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Apa yang paling besar di dunia ini?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Murid-muridnya menjawah “gunung, bumi dan matahari”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Semua jawaban itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah “NAFSU” (Al A’Raf 179).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pertanyaan selanjutnya adalah, “Apa yang paling berat di dunia ini?”&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ada yang menjawab “besi dan gajah”. Semua jawaban adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah “MEMEGANG AMANAH” (Al Ahzab 72).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pertanyaan yang selanjutnya adalah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Apa yang paling ringan di dunia ini?“.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Ada yang menjawab “kapas, angin, debu dan daun-daunan”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHALAT.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan shalat, gara-gara aktivitas kita meninggalkan shalat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dan pertanyaan terahkir adalah,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; “Apakah yang paling tajam di dunia ini?”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Murid-muridnya menjawab dengan serentak, “pedang”.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt; Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah “LIDAH MANUSIA“. Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6070525994740339010?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6070525994740339010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/07/yang-ter-didunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6070525994740339010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6070525994740339010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/07/yang-ter-didunia.html' title='Yang Ter Didunia'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5710958842595898521</id><published>2010-06-11T03:11:00.000-07:00</published><updated>2010-06-11T03:22:19.891-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Muslimah'/><title type='text'>Wanita Setara 1000 Laki - Laki</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/TBINzmQliBI/AAAAAAAAAYQ/9j05QH9UOb8/s1600/jilbab-selebiritis-cantik-14.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 157px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/TBINzmQliBI/AAAAAAAAAYQ/9j05QH9UOb8/s200/jilbab-selebiritis-cantik-14.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5481458876557920274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:1; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Arial Narrow"; 	panose-1:2 11 6 6 2 2 2 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 2048 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt;&lt;/style&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Di sebuah masjid di perkampugan di negara timur tengah ada kisah nyata, Ketika itu menjelang matahari terbenam.namun di kejauha masih ada sekelompok anak-anak sedang Menggaji di sebuah surau, di Temani oleh guru mereka, kebetulan mereka sedang belajar Al Quran dan di bimbing oleh sang guru itu sendiri. Tiba-tiba masuk seorang anak kecil yang ingin bergabung bersama mereka, usinya sekitar 9 tahun.namun Sebelum mempersilahkan anak kecil tadi bergabung dengan kelompok yang lain, sang guru berinisiatif Melihat kemampuaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Kemudian sang guru bertanya: “Apakah kamu hafal surat Dalam Al Quran?” Anak itu menjawab: “Ya” jawabnya singkat Sang guru melanjutkan: “Kalau begitu coba kamu hafalka surat dalam jus Amma?” Kemudian Sang anak: “Membacakan Beberapa surat yang ada dalam jus Amma dan membacanya dengan lancar”. Ternyata sang guru semakin penasaran, dengan kehadiran tamu kecilnya itu, guru Menanyakan Kemudian lagi “Apakan kamu hafal surat tabaraka (Al Muluk)?” Sang Anak menjawab: “ya” Kemudian membacanya lagi, ternyata anak kecil tadi membaca dengan baik dan bernyanyi Lancar.Kemudian guru tidak berhenti sampai di situ, sang guru bertanya lebih jauh, “Apakah kamu hafal surat An Nahl?” Sang anak menjawab “ya “dan membacanya dengan baik dan lancar pula.Kemudian guru menguji bernyanyi dengan surat yang lebih panjang,” Apkah kamu hafal surat Al Baqarah? “Sang anak menjawab dengan jawaban yang sama, kemudian membaca dengan baik dan benar.Akhirnya guru bertanya, untuk yang terakhir kalinya “Apakah kamu hafal Al Quran” Sang anak menjawab “Ya”. Kemudian guru mempersilahkan anak tadi bergabung bersama kelompoknya, menjelang Magrib menemui guru setelah anak kecil tadi, berpesan “Besok, Jika kamu datang lagi ke masjid ini, tolong ajaklah orang tuamu. Aku akan Berkenalan dengan mereka” Baik “jawab sang anak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ke esokan harinya. Bertemulah sang guru dengan ayah anak itu, namun guru tersebut sedikit terkaget-kaget dan keheranan. Sebelum itu berlangsung lama, sang ayah menjelaskan “aku tahu, anda tidakakan percaya aku adalah ayah dari anak ini.namun rasa heran anda kan aku jawab, Bahwa di belakang anak ini ada seorag ibu yang kekuatanya sama dengan seribu laki-laki. aku katakan pada anda Bahwa di rumah, aku masih memiliki tiga anak yang semuanya hafal Al Quran Sedangkan anakku yang perempuan berumur 4 tahun telah hafal jus amma.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 12pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12pt;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Bagaimana ibunya bisa Melakukan itu? “Tanya guru itu dengan kebingungan...&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5710958842595898521?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5710958842595898521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/06/wanita-setara-1000-laki-laki.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5710958842595898521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5710958842595898521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/06/wanita-setara-1000-laki-laki.html' title='Wanita Setara 1000 Laki - Laki'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/TBINzmQliBI/AAAAAAAAAYQ/9j05QH9UOb8/s72-c/jilbab-selebiritis-cantik-14.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3694937072835548655</id><published>2010-05-24T04:45:00.000-07:00</published><updated>2010-05-24T04:55:39.386-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nenek 120 Tahun Lancar Baca Alquran'/><title type='text'>Nenek 120 Tahun Lancar Baca Alquran</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa sangka, Nenek Minah yang mengaku sudah berusia sekitar 120 tahun masih bisa membaca Alquran dengan jarak 25 cm tanpa bantuan kacamata.&lt;br /&gt;Saat memperlihatkan kemampuannya itu, sejumlah petugas Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyaksikan hanya bisa berdecak kagum. Jika pengakuannya benar, Minah mungkin orang tertua di Jawa. Ia tinggal di Kampung/Desa Cogreg, Kecamatan Cikatomas, Kabupaten Tasikmalaya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sempat menikah dua kali, ia hanya memiliki seorang anak, Sukaesih (80). Dari anaknya ini, ia kini memiliki tiga cucu, 12 cicit serta sembilan bao. "Nini mah kieu we sapopoe teh. Mun teu ngaji, jalan-jalan ngalongok buyut jeung bao (Kebiasaan nenek tiap hari, kalau tidak mengaji paling lihat-lihat cicit dan anak cicit)," tutur Nenek Minah dengan suara masih nyaring dan jelas, saat ditemui di rumah Lilis (29), seorang cicitnya, Rabu (12/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi fisik Nenek Minah tampak sehat. Kerutan di wajahnya tidak memperlihatkan ia sebagai manusia yang berusia lebih dari 100 tahun. Tidak hanya matanya yang masih tajam, telinga dan bicaranya masih jelas. Hanya cara berjalannya yang memperlihatkan ia sudah uzur. Posisi tubuhnya sudah bongkok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nenek Sukaesih yang juga tampak masih sehat, ibu kandungnya jarang sekali sakit. Kalau sakit, paling hanya demam dan cukup memanggil mantri. "Pernah diinfus di rumah tapi tidak lama sehat kembali. Yang agak sering sakit malah saya. Sampai-sampai pernah dirawat di Puskesmas," tuturnya sambil terkekeh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan Nenek Minah pun biasa saja, tak ada yang dipantang. "Semua makanan masuk. Kecuali seperti super mie karena harus dibeli. Dari mana kami punya uang. Tiap hari bisa sampai empat kali makan, tapi sedikit-sedikit. Ibu saya pun masih bisa hidup sendiri tanpa memerlukan bantuan orang lain. Mulai dari mandi hingga berjalan," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nenek Minah pun masih bisa bersosialisasi dengan warga sekitar. Termasuk pergi ke pengajian di madrasah sekitar 50 meter dari rumahnya. Nenek Minah sempat mengaku sebagai warga paling tua di kampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua nenek lainnya, Nenek Suki dan Nenek Kalsem yang juga mengaku berusia di atas 100 tahun, menurut Nenek Minah, usianya masih jauh di bawah dirinya. "Suki jeung Kalsem mah anak kamari. Basa Ema geus sakola SR, maranehannana mah barudak kene pisan (Saat saya sudah masuk SR atau Sekolah Rakyat, Suki dan Kalsem masih anak-anak)," tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bagaimana memverifikasi pengakuan nenek-nenek itu? Lagi pula, catatan soal kelahiran di masa Hindia Belanda tak seluruhnya bagus, apalagi di pedesaan. Petugas BPS pun tidak melakukannya, misalnya dengan membandingkan seberapa detail ingatan nenek-nenek itu tentang peristiwa masa silam yang mudah dikenali orang kebanyakan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3694937072835548655?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3694937072835548655/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/05/nenek-120-tahun-lancar-baca-alquran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3694937072835548655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3694937072835548655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/05/nenek-120-tahun-lancar-baca-alquran.html' title='Nenek 120 Tahun Lancar Baca Alquran'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3925992213373459266</id><published>2010-05-24T04:41:00.000-07:00</published><updated>2010-05-30T04:04:21.478-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 12"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;link rel="themeData" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx"&gt;&lt;link rel="colorSchemeMapping" href="file:///C:%5CUsers%5CArry%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:trackmoves/&gt;   &lt;w:trackformatting/&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:donotpromoteqf/&gt;   &lt;w:lidthemeother&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:lidthemeasian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:lidthemecomplexscript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:splitpgbreakandparamark/&gt;    &lt;w:dontvertaligncellwithsp/&gt;    &lt;w:dontbreakconstrainedforcedtables/&gt;    &lt;w:dontvertalignintxbx/&gt;    &lt;w:word11kerningpairs/&gt;    &lt;w:cachedcolbalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathpr&gt;    &lt;m:mathfont val="Cambria Math"&gt;    &lt;m:brkbin val="before"&gt;    &lt;m:brkbinsub val="--"&gt;    &lt;m:smallfrac val="off"&gt;    &lt;m:dispdef/&gt;    &lt;m:lmargin val="0"&gt;    &lt;m:rmargin val="0"&gt;    &lt;m:defjc val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent val="1440"&gt;    &lt;m:intlim val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim val="undOvr"&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" defunhidewhenused="true" defsemihidden="true" defqformat="false" defpriority="99" latentstylecount="267"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="0" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Normal"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="heading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="9" qformat="true" name="heading 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 7"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 8"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" name="toc 9"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="35" qformat="true" name="caption"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="10" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" name="Default Paragraph Font"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="11" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtitle"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="22" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Strong"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="20" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="59" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Table Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Placeholder Text"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="1" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="No Spacing"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" unhidewhenused="false" name="Revision"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="34" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="List Paragraph"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="29" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="30" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Quote"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 1"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 2"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 3"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 4"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 5"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="60" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="61" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="62" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Light Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="63" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="64" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Shading 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="65" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="66" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium List 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="67" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 1 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="68" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 2 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="69" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Medium Grid 3 Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="70" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Dark List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="71" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Shading Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="72" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful List Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="73" semihidden="false" unhidewhenused="false" name="Colorful Grid Accent 6"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="19" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="21" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Emphasis"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="31" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Subtle Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="32" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Intense Reference"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="33" semihidden="false" unhidewhenused="false" qformat="true" name="Book Title"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="37" name="Bibliography"&gt;   &lt;w:lsdexception locked="false" priority="39" qformat="true" name="TOC Heading"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi; 	mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults ext="edit" spidmax="1026"&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap ext="edit" data="1"&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;1. Shalat Subuh : satu kali meninggalkan akan dimasukkan ke dalam neraka selama 30 tahun yang sama dengan 60.000 tahun di dunia.&lt;br /&gt;2. Shalat Zuhur : satu kalo meninggalkan dosanya sama dengan membunuh 1.000 orang umat islam.&lt;br /&gt;3. Shalat Ashar : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan menutup/meruntuhkan ka’bah.&lt;br /&gt;4. Shalat Magrib : satu kali meninggalkan dosanya sama dengan berzina dengan orangtua.&lt;br /&gt;5. Shalat Isya : satu kali meninggalkan tidak akan di ridhoi Allah SWT tinggal di bumi atau di bawah langit serta makan dan minum dari nikmatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Siksa di Dunia Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;1. Allah SWT mengurangi keberkatan umurnya.&lt;br /&gt;2. Allah SWT akan mempersulit rezekinya.&lt;br /&gt;3. Allah SWT akan menghilangkan tanda/cahaya shaleh dari raut wajahnya.&lt;br /&gt;4. Orang yang meninggalkan shalat tidak mempunyai tempat di dalam islam.&lt;br /&gt;5. Amal kebaikan yang pernah dilakukannya tidak mendapatkan pahala dari Allah SWT.&lt;br /&gt;6. Allah tidak akan mengabulkan doanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 1.85pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Menghadapi Sakratul Maut :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 1.85pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;1. Orang yang meninggalkan shalat akan menghadapi sakratul maut dalam keadaan hina.&lt;br /&gt;2. Meninggal dalam keadaan yang sangat lapar.&lt;br /&gt;3. Meninggal dalam keadaan yang sangat haus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 1.85pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu di Dalam Kubur :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 1.85pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;1. Allah SWT akan menyempitkan kuburannya sesempit sempitnya.&lt;br /&gt;2. Orang yang meninggalkan shalat kuburannya akan sangat gelap.&lt;br /&gt;3. Disiksa sampai hari kiamat tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;Siksa Orang yang Meninggalkan Shalat Fardhu Ketika Bertemu Allah :&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 1.85pt; line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt;"&gt;1. Orang yang meninggalkan shalat di hari kiamat akan dibelenggu oleh malaikat.&lt;br /&gt;2. Allah SWT tidak akan memandangnya dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;3. Allah SWT tidak akan mengampunkan dosa dosanya dan akan di azab sangat pedih di neraka. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3925992213373459266?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3925992213373459266/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/05/dosa-meninggalkan-shalat-fardhu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3925992213373459266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3925992213373459266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/05/dosa-meninggalkan-shalat-fardhu.html' title='Dosa Meninggalkan Shalat Fardhu'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-778880790532137805</id><published>2010-04-07T02:59:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T03:04:03.516-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat Kematian dari Umar bin Abdul Aziz r.a'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><title type='text'>Nasehat Kematian dari Umar bin Abdul Aziz r.a</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="http://yarasulullah.files.wordpress.com/2009/09/umar-bin-abdul-aziz.jpg" src="http://yarasulullah.files.wordpress.com/2009/09/umar-bin-abdul-aziz.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;left&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/left&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Suatu ketika, &lt;a href="http://indobestseller.wordpress.com/category/biografi-tokoh/" target="_blank"&gt;Umar bin Abdul Aziz r.a&lt;/a&gt; mengiringi jenazah. Ketika semuanya telah bubar, Umar dan beberapa sahabatnya tidak beranjak dari kubur jenazah tadi. Beberapa sahabatnya bertanya, “&lt;em&gt;wahai Amirul Mukminin, ini adalah jenazah yang engkau menjadi walinya. Engkau menungguinya disini lalu akan meninggalkannya&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span id="more-3301"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Umar berkata, “&lt;em&gt;Ya. Sesungguhnya kuburan ini memanggilku dari belakang. Maukah kalian kuberitahu apa yang ia katakan kepadaku?&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Mereka menjawab, “Tentu”.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Umar berkata, “Kuburan ini memanggilku dan berkata, ‘&lt;em&gt;Wahai Umar bin Abdul Aziz, maukah kuberitahu apa yang akan kuperbuat dengan orang yang kau cintai ini?&lt;/em&gt;‘, “Tentu“, jawabku.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Kuburan itu berkata, “&lt;em&gt;Aku bakar kafannya, kurobek badannya dan kusedot darahnya serta kukunyah dagingnya. Maukah kau kau kuberitahu apa yang kuperbuat dengan anggota badannya?&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“Tentu“, jawabku.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;“&lt;em&gt;Aku cabut (satu per satu dari) telapak ke tangannya, lalu dari tangannya ke lengan dan dari lengan menuju pundak. Lalu kucabut pula lutut dari pahanya. Dan paha dari lututnya. Ku cabut pula lutut itu dari betis. Dan dari betis menuju telapak kakinya&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Lalu Umar bin Abdul Aziz menangis dan berkata,&lt;/p&gt; &lt;blockquote style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; &lt;p&gt;Ketahuilah, umur dunia hanya sedikit. Kemuliaan didalamnya adalah kehinaan. Pemudanya akan menjadi renta, dan yang hidup didalamnya akan mati. Celakalah yang tertipu olehnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Janganlah kau tertipu oleh dunia. Orang yang tertipu adalah yang tertipu oleh dunia. Dimanakah penduduk yang membangun suatu kota, membelah sungai-sungainya dan menghiasinya dengan pepohonan, lalu tinggal di dalamnya dalam jangka waktu sangat pendek. Mereka tertipu, menggunakan kesehatan yang dimiliki untuk berbuat maksiat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Demi Allah, di dunia mereka dicengkeram oleh hartanya, tak boleh begini dan begitu, dan banyak orang yang dengki kepadanya. Apa yang diperbuat oleh tanah dan kerikil kuburan terhadap tubuhnya? Apa pula yang diperbuat binatang-binatang tanah terhadap tulang dan anggota tubuhnya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dulu, di dunia mereka berada di tengah-tengah keluarga yang mengelilinginya. Diatas kasur yang empuk dan pembantu yang setia. Keluarga yang memuliakan dan kekasih yang menyertainya. Tetapi ketika semuanya berlalu dan maut datang memanggil, lihatlah betapa dekat kuburan dengan tempat tinggalnya. Tanyakan kepada orang kaya, apa yang tersisa dari kekayaannya? Tanyakan pula kepada orang fakir, apa yang tersisa dari kefakirannya?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tanyalah mereka tentang lisan, yang sebelumnya mereka gunakan berbicara. Juga tentang mata yang mereka gunakan melihat hal-hal yang menyenangkan. Tanyakan tentang kulit yang lembut dan wajah yang menawan serta tubuh yang indah, apa yang dilakukan cacing tanah terhadap itu semua? Warnanya pudar, dagingnya dikunyah-kunyah, wajahnya terlumuri tanah. Hilanglah keindahannya. Tulang meremuk, badan membusuk dan dagingnya pun tercabik-cabik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dimanakah para punggawa dan budak-budak? Dimana kawan, dimana simpanan harta benda? Demi Allah, mereka tidak membekali si mayit dengan kasur, bahkan tongkat untuk bertopang sekalipun. Dahulu dirumah mereka merasakan kenikmatan. Kini ia tenggelam dibawah benaman tanah. Bukankah kini mereka tinggal ditempat yang lusuh dan menjijikan? Bukankah sama saja bagi mereka; siang dan malam? Bukankah sekarang mereka tenggelam dalam pekatnya kegelapan? Tak ada lagi kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang tercinta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berapa banyak orang yang dulunya mulia, kini wajahnya hancur. anggota badannya tercerai berai. Mulut mereka belepotan dengan darah dan nanah. Binatang-binatang tanah mengerubuti jasad mereka, sehingga satu per satu anggota tubuh terlepas. Hingga akhirnya tak tersisa, kecuali hanya sebagian kecil saja. Mereka telah meninggalkan istananya. Berpindah dari tempat lapang ke lubang yang sempit. Sesudah itu, istri-istri mereka dinikahi orang lain. Anak-anaknya pun berkeliaran dijalan. Harta bendanya dibagi-bagi oleh ahli warisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diantara mereka, ada pula yang dilapangkan kuburnya. Diberi kenikmatan dan bersenang-senang dengannya didalam kubur. Tetapi ada pula yang di adzab dalam sempitnya lubang kubur. Menyesali apa yang telah mereka kerjakan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt; &lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;Umar lalu menangis dan berkata, “&lt;em&gt;Wahai yang menjadi penghuni kubur esok hari, bagaimana dunia bisa menipumu? Dimana kafanmu? Dimana minyak (wewangian untuk orang mati)mu dan dimana dupamu? Bagaimana nanti ketika kamu telah berada dalam pelukan bumi. Celakalah aku, dari bagian tubuh yang mana pertama kali cacing tanah itu melumatku? Celakalah aku, dalam keadaan bagaimana aku kelak bertemu dengan malaikat maut, saat ruhku meninggalkan dunia? Keputusan apakah yang akan diturunkan oleh Rabbku?&lt;/em&gt;“.&lt;/p&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt; Ia menangis dan terus menangis, lalu pergi . Tak lebih dari satu pekan setelah itu, ia meninggal. Semoga Beliau dirahmati Allah&lt;/span&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;/div&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-778880790532137805?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/778880790532137805/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/nasehat-kematian-dari-umar-bin-abdul.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/778880790532137805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/778880790532137805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/nasehat-kematian-dari-umar-bin-abdul.html' title='Nasehat Kematian dari Umar bin Abdul Aziz r.a'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-8803407945739829438</id><published>2010-04-07T02:56:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T02:59:06.450-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kunjungan Presiden Sukarno ke Amerika Serikat tahun 1956.'/><title type='text'>Kunjungan Presiden Sukarno ke Amerika Serikat tahun 1956.</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Kunjungan Presiden Sukarno ke Amerika Serikat tahun 1956. Ketika tiba saatnya shalat, Bung Karno dan rombongan menuju salah satu masjid di sana untuk bersujud .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat1.jpg?w=470&amp;amp;h=312" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat2.jpg?w=470&amp;amp;h=312" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat3.jpg?w=470&amp;amp;h=312" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat4.jpg?w=470&amp;amp;h=312" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat6.jpg?w=470&amp;amp;h=325" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat7.jpg?w=470&amp;amp;h=324" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat8.jpg?w=470&amp;amp;h=312" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;div style="margin: 5px 20px 20px;"&gt; &lt;div class="smallfont" style="margin-bottom: 2px;"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;b&gt;Spoiler&lt;/b&gt; for &lt;i&gt;bung karno&lt;/i&gt;: &lt;input value="Hide" style="margin: 0px; padding: 0px; width: 60px; font-size: 10px;" onclick="if (this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display != '') { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = '';        this.innerText = ''; this.value = 'Hide'; } else { this.parentNode.parentNode.getElementsByTagName('div')[1].getElementsByTagName('div')[0].style.display = 'none'; this.innerText = ''; this.value = 'Show'; }" type="button"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div class="alt2" style="border: 1px inset ; margin: 0px; padding: 6px;"&gt; &lt;div style=""&gt; &lt;span style="font-size: 130%;"&gt;&lt;img src="http://rosodaras.files.wordpress.com/2009/07/bung-karno-sholat10.jpg?w=470&amp;amp;h=312" alt="" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div id="TixyyLink" style="border: medium none ; overflow: hidden; color: rgb(0, 0, 0); background-color: transparent; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-8803407945739829438?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/8803407945739829438/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/kunjungan-presiden-sukarno-ke-amerika.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8803407945739829438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8803407945739829438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/kunjungan-presiden-sukarno-ke-amerika.html' title='Kunjungan Presiden Sukarno ke Amerika Serikat tahun 1956.'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3365574902261507687</id><published>2010-04-07T02:52:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T02:55:56.410-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mesin Wudlu'/><title type='text'>Mesin Wudlu Untuk Masjid</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://unic77.blogspot.com/"&gt;&lt;img style="width: 300px; height: 364px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ttnZgQxzg14/S2a5G9fN9pI/AAAAAAAAAUE/qU0v0GQIiy4/s400/wudu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5433233529704937106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Dalam enam bulan ke depan, sebuah sebuah mesin wudu model baru bakal dipasarkan dengan harga 3.000-4.000 dollar per unit. Mesin wudu ini sebenarnya sudah diperkenalkan oleh penemunya, Anthony Gomez sejak tahun 2006 lalu dan model baru mesin wudu itu diluncurkan awal bulan Februari ini.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Mesin wudu model baru itu dirancang sedemikian rupa sehingga bisa menghemat air yang digunakan untuk wudu. Dengan mesin model baru ini, air yang digunakan untuk wudu hanya sekitar 1,3 liter, jauh lebih hemat dibandingkan dengan menggunakan keran air biasa. “Motivasi orang untuk menggunakan sistem mesin ini adalah menghemat air,” kata Gomez yang juga pimpinan AACE Tecnologies, perusahaan Malaysia yang memproduksi mesin wudu ini.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Dalam acara peluncuran perangkat itu di Kuala Lumpur, Gomez mengatakan, butuh waktu dua tahun untuk mengembangkan sistem komputerisasi mesin wudu itu dengan biaya sebesar 2,5 juta dollar. Menurutnya, mesin wudu ini sangat bermanfaat bagi negara-negara Muslim yang langka sumber airnya, misalnya negara Arab Saudi. Apalagi negara itu selalu padati jamaah haji setiap tahunnya.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;“Selama ibadah haji, dua juta jamaah menghabiskan lebih dari 50 juta liter air per hari hanya untuk wudu. Jika mesin ini digunakan, air yang digunakan bisa dihemat hingga 40 juta liter setiap harinya,” kata Gomez.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Target pasar dari mesin wudu ini adalah masjid-masjid dan perkantoran. Sejumlah negara seperti Dubai, ungkap Gomez, sudah memesan mesin wudu itu untuk dipasang di bandara.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Di Malaysia sendiri, mesin wudu ini mungkin tidak terlalu dibutuhkan karena Malaysia termasuk negara yang sumber air bersihnya melimpah. “Ide mesin wudu ini bagus dan dibuat sesuai ajaran Islam yang mengajarkan agar hemat menggunakan air saat wudu. Tapi di Malaysia, air melimpah ruah sehingga Malaysia tidak membutuhkan mesin semacam ini,” komentar Aminudin, warga Malaysia.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Ide Mesin Wudu&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Gomez terinspirasi untuk memproduksi mesin khusus untuk wudu ketika ia melakukan perjalanan dengan menggunakan kapal feri dari Mesir ke Yordania. Ia dan timnya ketinggalan kapal feri cepat dan terpaksa naik kapal feri biasa yang lebih lambat. Di kapal feri itu, Gomez merasa prihatin melihat toilet yang kotor dan selalu ramai oleh penumpang yang mengambil wudu. Saat itu, feri yang dinaiki Gomez memang sedang padat penumpang yang akan pergi umrah.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;“Banyak dari mereka yang berwudu, mencuci kaki mereka tapi kemudian berjalan di lantai toilet yang kotor dan sama sekali tidak higienis. Meski saya bukan Muslim, saya merasa prihatin melihatnya,” ujar Gomez pada tahun 2006 saat pertama kali mengenalkan alat temuannya.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;left&gt;&lt;span style="font-size: 130%;"&gt;Gomez mengatakan, ia melakukan konsultasi dengan Dewan Islam Australia sebelum menciptakan mesin wudu itu. Dewan mengeluarkan fatwa yang isinya menyetujui mesin wudu digunakan. Dan di model mesin wudunya yang baru, Gomez melengkapinya dengan murotal Al-Quran.&lt;/span&gt;&lt;/left&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3365574902261507687?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3365574902261507687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/mesin-wudlu-untuk-masjid.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3365574902261507687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3365574902261507687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/mesin-wudlu-untuk-masjid.html' title='Mesin Wudlu Untuk Masjid'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ttnZgQxzg14/S2a5G9fN9pI/AAAAAAAAAUE/qU0v0GQIiy4/s72-c/wudu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3335175192740317436</id><published>2010-04-07T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T02:24:21.874-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ibu'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>8 Kebohongan Ibu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;1. Cerita ini dimulai ketika aku masih kecil, saya terlahir sebagai anak lelaki dari sebuah keluarga miskin. Yang terkadang untuk makan pun kita sering kekurangan. Kapanpun ketika waktu makan, ibu selalu memberikan bagian nasinya untuk saya. Ketika beliau mulai memindahkan isi mangkuknya ke mangkuk saya, dia selalu berkata "Makanlah nasi ini anak ku. Aku tidak lapar"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;ini adalah kebohongan Ibu yang pertama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;2. Ketika aku mulai tumbuh dewasa, dengan tekun nya ibu menggunakan waktu luangnya untuk memancing di sungai dekat rumah kami, dia berharap jika dia mendapatkan ikan, dia dapat memberikan aku sedikit makanan yang bergizi untuk pertumbuhan ku. Setelah memancing, dia akan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; memasak ikan tersebut menjadi sup ikan segar yang meningkatkan selera makan ku. Ketika aku memakan ikan tersebut, ibu akan duduk disebelah ku dan memakan daging sisa ikan tersebut, yang masih menempel pada tulang ikan yang telah aku makan. Hatiku tersentuh sewaktu melihat hal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; tersebut, aku menggunakan sumpitku dan memberikan potongan ikan yang lain kepadanya. Tetapi dia langsung menolaknya dengan segera dan mengatakan " Makanlah ikan itu nak, aku tidak seberapa menyukai ikan"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Itu adalah kebohongan ibu yang ke dua&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;3. Kemudian, ketika aku berada di bangku sekolah menengah, untuk membiayai pendidikan ku, ibu pergi ke sebuah badan ekonomi (KUD) dan membawa kerajinan dari korek api bekas. kerajinan tersebut menghasilkan sejumlah uang untuk menutupi kebutuhan kami. Ketika musim&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; semi datang, aku terbangun dari tidurku dan melihat ibuku yang masih terjaga, dan ditemani cahaya lilin kecil dan dengan ketekunan nya dia melanjutkan pekerjaan nya menyulam. Aku berkata "Ibu, tidurlah, sekarang sudah malam, besok pagi kamu masih harus pergi bekerja." Ibu&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; tersenyum dan berkata "Pergilah tidur, sayang. Aku tidak Lelah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Itu adalah kebohongan ibu yang ke tiga&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;4. Pada saat Ujian akhir, ibu meminta izin dari tempat ia bekerja hanya untuk menemaniku. Pada saat siang hari dan matahari terasa sangat menyengat, dengan tabah dan sabar ibu menugguku dibawah terik sinar matahari untuk beberapa jam lamanya. Dan setelah bel berbunyi, yang menandakan waktu ujian telah berakhir, Ibu dengan segera menyambutku dan memberikan ku segelas teh yang telah beliau siapkan sebelumnya di botol dingin. kental nya teh terasa tidak sekental kasih sayang dari Ibu, yang terasa sangat kental. Melihat ibu menutup botol tersebut dengan rasa haus, langsung saya memberikan gelasku dan memintanya untuk minum juga. Ibu berkata "Minumlah, nak. Ibu tidak haus!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://2.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SzAoQcgu1bI/AAAAAAAAFOE/EA3LFkobsrc/s1600/ibu_nganter_ke_sekolah2.jpg" alt="[ibu_nganter_ke_sekolah2.jpg]" border="0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Itu kebohongan ibu yang ke empat&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;5. Setelah kematian ayahku yang disebabkan oleh penyakit, Ibuku tersayang harus menjalankan peran nya sebagai orang tua tunggal. dengan mengerjakan tugasnya terlebih dahulu, dia harus mencari uang untuk memenuhi kebutuhan kami sendiri. Hidup keluargaku menjadi semakin kompleks. Tak ada hari tanpa kesusahan. Melihat keadaan keluargaku pada saat itu yang semakin memburuk, ada seorang paman yang tinggal dekat rumahku datang untuk menolong kami, baik masalah yang besar dan masalah yang kecil. Tetangga kami yang lain yang tinggal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; dekat dengan kita melihat kehidupan keluarga kami sangat tidak beruntung, Mereka sering menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang sangat keras kepala, tidak memperdulikan nasihat mereka, dia berkata " Saya tidak butuh cinta"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Itu adalah kebohongan ibu yang ke lima&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;6. Setelah saya menyelesaikan pendidikanku dan mendapatkan sebuah pekerjaan. itu adalah waktu bagi ibuku untuk beristirahat. Tetapi dia tetap tidak mayu; dia sangat bersungguh-sungguh pergi ke pasar setiap pagi, hanya untuk menjual beberapa sayuran untuk memenuhi kebutuhan nya. Saya, yang bekerja di kota yang lain, sering mengirimkan beliau sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan nya, tetapi Beliau tetap keras kepala untuk tidak menerima uang tersebut. Beliau sering mengirim kembali uang tersebut kepadaku. Beliau berkata "Saya punya cukup uang"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; itu adalah kebohongan ibu yang ke enam&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;7. Setelah lulus dari program sarjana, kemudian saya melanjutkan pendidikan saya ke tingkat Master, saya mengambil pendidikan tersebut, dibiayai oleh sebuah perusahaan melalui sebuah program beasiswa, dari sebuah Universitas terkenal di Amerika. Akhirnya saya bekerja pada&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; perusahaan tersebut. Dengan gaji yang lumayan tinggi, saya berniat untuk mengambil Ibu dan mengajak nya untuk tinggal di Amerika. Tetapi Ibuku tersayang tidak mau merepotkan anak lelakinya, Beliau berkata kepadaku "Saya tidak terbiasa"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;itu adalah kebohongan ibu yang ke tujuh&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;8. Sewaktu memasuki masa tua nya, ibu terkena kanker tenggorokan dan harus dirawat di rumah sakit. Saya yang terpisah sangat jauh dan terpisah oleh lautan, segera pulang ke rumah untuk mengunjungi ibuku tersayang. Beliau terbaring lemah ditempat tidurnya selepas selesai&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; menjalankan operasi. Ibu yang terlihat sangat tua, menatapku dengan tatapan rindu yang dalam. Beliau mencoba memberikan senyum diwajahnya. meskipun terlihat sangat menyayat dikarenakan penyakit yang dideritanya. Itu sangat terlihat jelas bagaimana penyakit tersebut&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt; menghancurkan tubuh ibuku. dimana beliau sangat terlihat lemah dan kurus. Saya mulai mencucurkan airmata di pipi dan menangis. Hatiku sangat terluka, teramat sangat terluka, melihat ibuku dengan keadaan yang demikian. Tetapi ibu, dengan segala kekuatannya, berkata "jangan menangis, anakku sayang, Ibu tidak sakit"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Itu adalah kebohongan ibu yang ke delapan&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;Setelah megatakan kedelapan kebohongan nya, Ibuku tersayang menutup&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:130%;" &gt;mata untuk selamanya di iringi dua kalimat syahadat...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;left&gt;&lt;/left&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3335175192740317436?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3335175192740317436/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/8-kebohongan-ibu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3335175192740317436'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3335175192740317436'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2010/04/8-kebohongan-ibu.html' title='8 Kebohongan Ibu'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_vnQkkukmKR0/SzAoQcgu1bI/AAAAAAAAFOE/EA3LFkobsrc/s72-c/ibu_nganter_ke_sekolah2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-1900717389339703791</id><published>2009-12-07T04:15:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T04:25:49.480-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Khotbah.'/><title type='text'>Khotbah Habib Umar bin Hafidz</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Segala madah bagi Allah SWT, penghimpun manusia di hari kiamat yang telah dipastikan. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT, satu-satunya, yang tiada sekutu bagi-Nya. Dialah yang bakal meletakkan seluruh manusia di hadapan-Nya, guna diberi pahala atau siksa. Ketika itu, beruntunglah manusia-manusia beriman yang pandai memanfaatkan waktu hidupnya dengan menghadiri majelis kebajikan, ketaatan dan zikir, dan menyesallah mereka yang telah menghabiskan umurnya untuk berbuat maksiat. Aku bersaksi bahwa sang panutan, Nabi Muhammad SAW adalah rasul yang diutus oleh-Nya untuk menabur hidayah di muka bumi. Ya Allah limpahkanlah salawat dan salam kepada Baginda Muhammad SAW, beserta keluarga, sahabat dan orang-orang yang patuh kepada beliau hingga hari akhir nanti.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Wahai hamba Allah&lt;br /&gt;Dalam majelis ini, aku berwasiat kepada kalian samua, sekaligus kepada diri sendiri agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT. Ketahuilah, barangsiapa bertakwa kepada Allah SWT, ia akan hidup penuh kekuatan dan berjalan di bumi-Nya dengan rasa aman dan tentram&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Wahai hamba Allah&lt;br /&gt;Ada dua perkara yang menyebabkan umat Rasulullah SAW ini kerap kali dilanda musibah dan bencana, dan sayang sekali, mereka tidak menyadari, atau bahkan tidak mempedulikanya sama sekali, sekalipun beliau SAW dan para ulama telah sering mengingatkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Dua perkara itu adalah, pertama, tiadanya penghargaan akan waktu, kesempatan dan umur yang telah dianugerahkan Allah Subhanahu Wata’ala. Sekarang ini, umumnya umat telah menyia-nyiakan waktu dan membuangnya untuk hal-hal yang kosong. Sebagian lagi menghabiskan waktu dalam perbuatan makruh, dan, bahkan kemaksiatan. Perbuatan ini setianya memancing amarah Allah SWT. Namun mereka abai serta tak mengindahkan. Maka tidaklah mengherankan apabila bencana demi bencana mulai merebak di negeri muslimin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kedua, pergaulan dan persaudaraan yang tidak lagi dilandasi itikad baik. Ketika umur dan waktu terbengkalai, ketika perkawanan tidak lagi dilandasi niat baik, maka kerusakan merajalela, fitnah dan cobaan bakal mendera umat, tak peduli di desa maupun di kota. Baginda Nabi SAW, dalam sabda-sabdanya, telah banyak mengingatkan umat agar memanfaatkan waktu dengan maksimal dan mendasari pergaulannya dengan niat soleh. Semua itu demi kebaikan umat sendiri. Akan tetapi sayang, orang-orang sudah tutup telinga dan mata. Mereka tak lagi berminat mendengarkan seruan beliau SAW.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Sadarlah wahai muslimin. Waktu adalah esensi kehidupanmu. Umur adalah peluang yang diberikan kepadamu. Berharga atau tidaknya hidupmu bergantung pada bagaimana kau memanfaatkan usiamu itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Rasulullah SAW bersabda, Di hari pembalasan nanti, dua telapak kaki seorang hamba akan tertahan dijembatan sirat. Takkan beranjak sampai ia ditanya mengenai empat hal. untuk apakah seluruh umur hidupnya? Dikemanakan usia mudanya? Dari mana ia mendapatkan harta dan digunakan untuk apakah harta itu? Sudahkah ilmunya diamalkan?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Wahai hamba Allah&lt;br /&gt;Kita wajib kembali ke jalur yang telah digariskan Rasulullah SAW. Beliau adalah insan yang selalu berkata jujur. Beliau adalah sang petunjuk, penyeru kebenaran, suluh umat, dan pemberi kabar-kabar dari Ilahi. Beliau sangat cinta kepada umatnya. Kasih beliau kepada kita lebih besar dari kasih orang tua kita sendiri kepada kita. Allah SWT berfirman,&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;“Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Kembali ke dua hal di atas. Beliau SAW pernah mengabarkan, “Di dalam surga, para penghuninya masih merasakan suatu kerugian besar, yakni mengenai waktu yang telah berlalu—di kehidupan dunia—yang tidak mereka gunakan untuk berzikir kepada Allah SWT.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Beliau juga mewanti-wanti, “Ketika suatu kaum duduk bersama-sama, akan tetapi tidak mengingat Allah SWT sama sekali, maka mereka bakal merasakan penyesalan di hari kiamat nanti.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Pergunakanlah waktu dengan aktifitas yang baik. Ikatlah persaudaraan dengan asas yang bagus serta tujuan yang penuh manfaat. “Ketika seseorang menjalin kawan, meskipun sejenak di siang hari, kelak ia akan ditanya mengenai perkawanan itu: telahkan ia melaksanakan hak-hak Allah SWT atau mengalpakannya?” begitulah yang dinarasikan Rasulullah SAW.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Wahai hamba Allah&lt;br /&gt;Kita sudah sering membuang-buang waktu. Di antara kita bahkan ada yang lebih banyak mengisi waktu untuk maksiat. Marilah kita renung-kan bersama. Ke manakah malam-malam kita? Untuk apakah umur-umur kita? Apa yang kita kerjakan antara Maghrib dan Isyak? Bagaimana kabar majelis muslimin, pasar-pasar dan warung-warung? Tempat-tempat itu telah menjadi ajang melupakan Allah SWT dan Rasul-Nya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Ingatlah, bagaimana Baginda Rasul senantiasa zikir kepada Allah di setiap waktunya. Dulu, kaum muslimin tak pernah lalai untuk berzikir, di mana saja, siang dan malam. Akan tetapi kini, umat Islam, baik yang muda maupun yang tua, sudah menganggap remeh zikir. Mereka malas mengingat Allah dan lebih suka membicarakan yang lain. Ketika di dalam masjid sekalipun, mereka menganggap membaca Al-Quran tidak lebih asyik daripada bicara omong kosong. Hingga kita kerap menyaksikan mereka bicara tak tentu arah di dalam rumah Allah. Bahkan tak segan mereka meletakkan Al-Quran yang tengah dibaca hanya demi bisa mengobrol bersama rekan-rekan mereka. Sungguh, Betapa genting keadaan muslimin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Tak hanya itu, umat Islam sekarang cenderung menjauhi majelis taklim. Ketika majelis pengajian diadakan di suatu desa, pesertanya selalu tak banyak. Orang-orang enggan datang dan lebih memilih kumpulan-kumpulan yang kurang baik. Mereka adalah manusia yang rugi. Mereka bakal menyesal. Keberadaan mereka sudah dinubuatkan Rasulullah SAW, “Manusia yang paling besar penyesalannya di akhirat kelak adalah mereka yang punya kesempatan untuk mengaji akan tetapi mereka sia-siakan kesempatan itu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Masa keemasan telah berlalu, yakni masa sahabat, tabiin, dan tabiin-tabiin. Masa ketika zikir, baca Al-Quran dan hadis menjadi kebiasaan, baik ketika makan, minum, tidur, dan segala rutinitas.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Wahai hamba Allah&lt;br /&gt;Ketahuilah, suatu majelis yang dilandasi niatan baik dan tujuan yang mulia, yakni ridha Allah dan Rasulullah, akan membuahkan kebajikan-kebajikan. Di antaranya menangguhkan musibah, meredam permusuhan, dan mencegah perbuatan munkar, Semua itu lantaran sikap saling membantu di antara anggota. Dan mereka semua pasti memperoleh pahala-pahala dan anugerah yang tak kecil nilainya dari Allah SWT. Sebab itulah Allah SWT dan Rasul-Nya memberikan perhatian yang agung kepada majelis zikir dan majelis tak-lim.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;Ya Allah, bimbinglah kami kepada kebaikan. Tambahkanlah rahmat-Mu untuk kami. Siramkan anugerah-anugerah-Mu kepada kami. Elokkanlah dhahir dan bathin kami, serta niat dan tujuan kami. Sirnakan kesulitan dari kaum muslimin. Dengan kasih-Mu, wahai Yang Maha Kasih Sayang.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-1900717389339703791?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/1900717389339703791/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/12/khotbah-habib-umar-bin-hafidz.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1900717389339703791'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1900717389339703791'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/12/khotbah-habib-umar-bin-hafidz.html' title='Khotbah Habib Umar bin Hafidz'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5095635057970725410</id><published>2009-12-07T04:10:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T04:15:30.156-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita hikmah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Rasulullah SAW, Uang 6 Dirham, dan Yahudi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu hari Rasulullah SAW bermaksud berbelanja. Dengan bekal uang 6 dirham, beliau hendak membeli pakaian dan peralatan rumah tangga…Belum juga sampai di pasar, beliau mendapati seorang anak wanita yang sedang menangis. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beliau sempatkan bertanya kenapa wanita yg menangis tersebut, “Apa yang menyebabkan anda menangis?” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Anak perempuan itu menjawab, “ Tadi pagi saya diberi uang 2 dirham oleh majikan untuk berbelanja keperluan rumah tangga, akan tetapi uang yang diberikan itu hilang. Saya takut majikan saya akan marah karena pulang tidak membawa apa-apa.” Terlintas dibenaknya akan deraan dari majikannya karena itulah dia menangis sampai Rasulullah SAW melihatnya. Seketika itu juga Rasulullah SAW mengeluarkan uang yang 6 dirham dan diberikannya kepada anak perempuan itu. “ Terimalah uang 2 dirham ini sebagai ganti uang majikanmu yang hilang, segeralah belanja keperluan yang diperlukan oleh majikanmu.” Kini uang yang dimiliki oleh Rasulullah SAW tinggal 4 dirham, beliau segera memasuki pasar. Beliau membeli beberapa keperluan rumah serta baju gamis dan pakaian kesukaannya. Semua itu dipanggul sendiri oleh beliau, sesampainya di luar terlihat seorang lelaki tua bertelanjang dada, bersarung kumal berteriak lantang, “ Barang siapa yang memberikku pakaian maka aku akan mendo’akannya agar Allah mendandaninya kelak.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah SAW mendekatinya dan memberikan gamis dan pakaian yang baru saja dibelinya, melihat orang yang menyambut dan memberikan apa yang dimintanya itu adalah Rasulullah SAW yang menjadi kekasihnya membuat lelaki itu terpana dan berusaha menolaknya akan tetapi Rasulullah SAW tetap memaksanya dan dipakaikannya gamis dan baju baru tersebut sehingga matanya berkaca-kaca atas pelakuan yang diberikan oleh kekasih Allah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dengan langkah ringan beliau meneruskan langkah kakinya hendak segera pulang, akan tetapi lagi-lagi beliau harus bersabar. Didepannya terlihat anak perempuan yang diberi dua dirham tersebut sedang menunggunya, anak tersebut mengadukan persoalan, bahwa ia takut pulang. Ia khawatir akan dihukum oleh majikannya karena terlambat. Sebagai budak saat itu nilainya tidak lebih dari seekor binatang. Hukuman fisik sudah sangat lazim diterima. Maka dengan senang hati, beliau mengantarkan anak perempuan tersebut ke rumah majikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah berjalan di muka anak perempuan itu, beliau mengikuti setiap instruksi yang diberikan untuk menuju rumah majikannya. Bila anak itu bilang belok kiri, maka Rasulullah SAW pun belok kiri. Sesampainya di rumah majikan tersebut, beliau mengucapkan salam. Sekali, dua kali belum ada jawaban. Baru salam yang ketiga dijawab oleh penghuni rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ Mengapa kalian tidak menjawab salamku, baru yang ketiga baru dijawab?” Tanya Rasulullan SAW.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“ Ya Rasulullah, salam anda itu adalh do’a karena itu kami ingin dido’akan oleh kekasih Allah.” Jawab penghuni rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah SAW segera menyampaikan maksud kedatangnya, mendengar hal tersebut penghuni rumah segera berkata.” Ya Rasulullah, Kami tidak akan menghukum budak kami karena dia lebih mulia daripada kami. Dia telah berjalan dengan kekasih Allah sedangkan kami belum pernah sekalipun, sudah sejak tadipun kami telah memerdekan budak tersebut karena Allah.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Betapa bahagianya Rasulullah mendengar hal tersebut, beliau bersyukur dengan uang 6 dirham mendapatkan keuntungan ribuan dirham yakni harga budak itu sendiri. Beliau berkata, “Tiadalah aku melihat 6 dirham demikian besar berkatnya dari pada 6 dirham yang ini. Allah telah memberi ketenteraman bagi orang yang ketakutan, memberi pakaian orang yang telanjang, dan membebaskan seorang budak belian.” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Akhirnya, rahmat dan kasih sayang, bantuan dan pertolongan kepada masyarakat bawah akan mendatangkan kesejahteraan dan kemajuan. Allah berfirman dalam sebuah hadits Qudsyi. “Bahwanya Allah menolong hamba-Nya, selama ia menolong saudaranya.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dari cerita tersebut dapat kita lihat semua, betapa mulia dan kasihnya Rasulullah SAW terhadap sesame. Beliau tidak memandang kedudukan dan derajat seseorang, lihatlah apa yang telah dilakukan terhadap seorang budak yang mungkin dimata kita tidak berharga sama sekali akan tetapi Rasulullah SAW tetap memperhatikannya. Karena itu sudah sepatutnya kita mencontoh Akhlak beliau, bila kita memiliki mobil dan kita mempekerjakan saudara kita untuk menyupirinya maka janganlah kita menyebutnya “ itu supir kita” akan tetapi katakanlah “ saudara saya yang membantu/menolong untuk mengantarkan saya bepergian”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Selain itu juga, hikmah lainnya adalah setiap kita berbelanja di pasar, toko atau dimanapun janganlah kita meminta tolong orang lain untuk membawakan barang belanjaan kita. Contohlah Rasulullah SAW, beliau membawa sendiri barang belanjaannya begitu juga yang telah diikuti oleh para sahabat lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setiap peri kehidupan Rasulullah SAW adalah contoh bagi kita semua, kita lihat bahwa hidup Rasulullah sangat sederhana padahal beliau adalah seorang pemimpin umat dan kekasih Allah SWT. Apapun yang dimintanya pasti Allah akan mengabulkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Suatu hari ada seorang yahudi yang memiliki suatu persoalan, ia segera berjalan menuju rumah Rasulullah SAW. Di tengah jalan ia bertemu dengan Rasulullah, segera saja ia menyampaikan maksud dan tujuannya. Rasulullah segera kembali menuju rumah bersama yahudi tersebut akan tetapi ditengah jalan ada seorang wanita tua mencegat beliau untuk bertanya beberapa masalah, Rasulullah segera berhenti dan mendekati wanita tua itu sambil menundukan kepalanya mendengarkan setiap perkataan yang dikeluarkan oleh wanita tersebut. Yahudi itu melihat Rasulullah&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;SAW begitu sabarnya melayani dan mendengarkan wanita tua itu walaupun pertanyaan itu hanya diulang-ulang, sampai puas barulah meneruskan kembali perjalannnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sesampainya di rumah, Rasulullah SAW mempersilakan yahudi masuk. Ia tidak melihat ada apa-apa di rumah Rasulullah SAW yang ketika itu menjadi seorang pemimpin, hanya ada satu tikar kecil dari pelepah kurma tergeletak hanya cukup untuk satu orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0pt; font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rasulullah SAW mempersilakan yahudi tersebut untuk duduk diatas tikar tersebut, yahudi itu menolaknya akan tetapi Rasulullah SAW tetap memaksanya karena ia adalah tamunya. Akhirnya orang yahudi itu, berkata, “ Ya Muhammad, tadinya saya akan menyangka kalau anda tidak akan memperlakukan saya dengan baik karena perbedaan keyakinan. Sungguh mulia akhlakmu, saksikanlah wahai kekasih Allah mulai saat ini saya akan mengikuti ajaranmu. “ Saat itu juga ia mengucapkan dua kalimat syahadat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5095635057970725410?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5095635057970725410/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/12/rasulullah-saw-uang-6-dirham-dan-yahudi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5095635057970725410'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5095635057970725410'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/12/rasulullah-saw-uang-6-dirham-dan-yahudi.html' title='Rasulullah SAW, Uang 6 Dirham, dan Yahudi'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-8782713511535654784</id><published>2009-12-07T04:08:00.000-08:00</published><updated>2009-12-07T04:09:51.445-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nasehat'/><title type='text'>Kalimat Bijak dan Nasehat</title><content type='html'>&lt;p&gt;“Hati itu bagaikan cermin, memantulkan bayangan dari semua yang ada dihadapannya. Karena itu manusia harus menjaga hatinya sebagaimana ia menjaga kedua bola matanya.”&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; (Hb. Muhammad bin Abdullah bin Syeikh bin Abdullah bin Syeik bin Abdullah Al-Aidarus)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-8782713511535654784?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/8782713511535654784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/12/kalimat-bijak-dan-nasehat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8782713511535654784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8782713511535654784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/12/kalimat-bijak-dan-nasehat.html' title='Kalimat Bijak dan Nasehat'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6777174157409488000</id><published>2009-06-22T21:10:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T21:49:17.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ZIARAH AHLI KUBUR'/><title type='text'>" ZIARAH AHLI KUBUR "</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;BIASANYA setiap hari Jumat atau sebelum menjelang bulan Ramadan dan di Hari Raya , komplek pemakaman ramai tidak sedikit dikunjungi orang orang yang berziarah. Ada yang berziarah ke makam orang tuanya. Ada yang berziarah ke makam sanak familinya atau karabatnya. Ada pula yang berziarah ke makam para sesepuh dan ulama. Hal ini demi untuk mendoakan mereka yang telah mendahului kita agar Allah memberikan kepada mereka rahmah dan ampunan dan mengharamkan jasad-jasad mereka dari sentuhan api neraka.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulallah, sebagimana diriwayatkan Abu Daud, pada awal sejarah Islam pernah melarang umat Islam untuk berziarah kubur. Beliau khawatir umat Islam mengkultuskan kuburan, berlaku syirik, atau bahkan menyembah kuburan. Tapi selelah keimanan umat Islam meningkat dan kuat. Maka Rasulallah saw tidak khawatir lagi. Nabi pun kemudian bersabda : "Aku dulu melarang kamu berziarah kubur. Sekarang, aku anjurkan melakukanya. Sebab bisa mengingatkan kita kepada akhirat". Maka tradisi berziarah ini sangat baik dan terpuji demi mengingatkan kita semua, termasuk orang kaya, pamong praja, dan berpangkat, bahwa satu hari hidup kita pasti akan berakhir di pekuburan. Semua kemegahan hudup, rela tak rela, harus ditinggalkan dan kita harus terima babak baru perjalanan menghuni liang kubur yang luasnya sekitar 1 x 2 meter saja.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Telah ditetapkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, bahwa Rasulallah saw telah menganjurkan kita, disaat memasuki kompleks pemakaman, agar mengucapkan salam kepada ahlil kubur seperti memberi salam kepada orang hidup: "Salam sejahtera bagimu penghuni kubur dari kaum Muminin dan Muminat. Dan kami Insya Allah akan betemu dengan kalian. Kamu adalah orang orang yang mendahului kami dan kami akan menyusul kalian. Kami bermohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan kalian".  Karna mereka (ahli kubur) mendengar, melihat, mengetahui dan membalas salam kita, akan tetapi kita tidak bisa mendengar mereka.  Ucapan salam biasanya diberikan kepada orang yang mendengar dan berakal..Jika tidak, maka ucapan ini tidak mempunyai fungsi atau seolah-olah bersalam kepada benda jamad yang tidak mendengar dan berakal. Para salaf  soleh, mereka semua bersepakat dengan apa yang telah ditetapkan Rasulallah saw dan dijadikan sesuatu yang mutawatir (diterima kebenarannya) yang mana ahli kubur (mayyit) mengetahui orang yang berziarah dan mendapatkan ketenangan dengan kedatangannya. Sesuai dengan hadisth yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari bahwa mayyit setelah dikubur mendengar suara sandal orang yang mengatarkannya ke kuburan. Dari A'isyah ra sesungguhnya Rasulallah saw bersabda : " Tidak diantara kalian berziarah kuburan saudaranya dan duduk disisinya, kecuali ia (mayyit) telah mendapatkan ketenangan dan ia hadir (datang) untuk menjawab salamnya sampai yang berziarah berdiri (pulang) "&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan oleh Abi Hurairah ra.. bahwa Rasulallah saw berkata : " jika seseorang melewati kuburan saudaranya dan memberi salam kepadanya, maka ia (mayyit) akan mejawab salamnya dan mengetahui siapa yang menziarahinya. Dan apabila seseorang melewati kuburan seseorang yang tidak dikenal kemudian memberi salam, maka ia (mayyit) akan mejawab salamnya". &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari Ibnu Abdulbar sesungguhnya Rasulallah saw bersabda : " Jika seorang Muslim melewati kuburan saudaranya yang pernah dikenal di dunia, kemudian memberi salam kepadanya, maka Allah akan mengembalikan ruhnya kepadanya untuk menjawab salamnya". Diriwatkan oleh Bukhari Muslim, pernah Rasulallah saw menyuruh mengubur orang orang kafir yang meninggal dalam peperangan Bader di kuburan Qulaib. Kemudian beliau berdiri di muka kuburan dan memanggil nama nama mereka satu persatu : " Wahai Fulan bin Fulan!! .. Wahai Fulan bin Fulan!!.. Apakan kamu mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah kepada kamu? Sesungguhnya aku telah mendapatkan apa yang telah dijanjikan Allah kepada ku ". Sayyidina Umar bin Khattab yang berada disamping Nabi bertanya : " Ya Rasulallah sesungguhnya kamu telah berbicara dengan orang-orang yang sudah usang (mati)".  Maka Rasulallah saw pun berkata : "Demi Yang telah mengutus aku dengan kebenaran, sesungguhnya kamu tidak lebih mendengar dari mereka dengan apa yang aku katakan". Ini semuanya merupakan nash-nash dan dalil-dalil yang menyatakan bahwa mayit itu mendengar, melihat , mengetahui dan membalas salam seseorang. Dan masih banyak lagi hadits-hadits yang menerangkan bahwa ahli kubur (mayyit) itu mendengar, melihat, mengetahui apa yang terjadi disekitarnya dan membalas salam kita seperti orang hidup. Karna mereka (ahli kubur) tidak mati. Akan tetapi mereka berpindah dari satu alam ke alam yang lain, dari alam dunia ke alam barzakh. Allah berfirman didalam Surat al Mu’minun ayat 100 yang berbunyi : “ Sekali lagi tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka (ahli kubur) ada barzakh sampai hari mereka dibangkitkan “.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam besar Muslim meriwayatkan bahwa Rasulallah dan sahabatnya pernah melewati salah satu kuburan Muslimin. Setelah memberi salam kepada ahli kubur, tiba-tiba Rasulallah berhenti di dua kuburan. Kemudian beliau berpaling kepada sahabatnya dan bersabda :  "Kalian tahu bahwa kedua penghuni kuburan ini sedang diazab di dalam kubur? Mereka tidak diazab karna dosa-dosa dan kesalahan mereka yang besar. Akan tetapi mereka diazab karna dosa-dosa dan kesalahan mereka yang sepele dan kecil. Yang pertama diazab karna suka berbuat namimah (mengupat / ceritain orang)  dan yang kedua diazab karna tidak beristinja' (tidak cebok setelah hadats kecil)".  Kemudian Rasulallah saw memetik dua tangkai pohon dan ditancapkanya di kedua kuburan trsb. Sahabat bertanya apa maksud dari yang telah dilakukan Rasulallah saw itu. Beliau bersabda : "Allah memberi keringanan azab bagi kedua penghuni kubur trb semasih tangkai-tangkai pohon itu basah dan belum kering. Karna tangkai- tangkai pohon trb beristighfar untuk penghuni kubur yang sedang diazab".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang, jika Allah memberi keringanan azab kepada ahli kubur karna istighfar sebatang pohon, istighfar seekor binatang, istighfar sebuah batu, pasir dan krikil atau benda-benda jamad lainnya yang tidak berakal. Apalagi istighfar kita sebagai manusia yang berakal dan beriman kepada Nya . Dalam kitab Subulus Salam, Assona’ni telah menegaskan bahwa ziarah kubur merupakan hikmah bagi kita yang hidup, agar kita bisa mengambil i’tibar dan contoh yang baik dari saudara-saudara kita yang telah mendahului kita. Pula telah diterangkan dalam kitab trb bahwa ahli kubur (mayyit) mendengar, melihat, mengetahui dan membalas salam orang yang berziarah sama seperti menziarahi orang hidup. Cukup bagi yang datang ke pemakaman diberi nama “penziarah“. Maka pasti yang diziarahi (ahli kubur) mengetahui siapa yang menziarahinya. Tidak mungkin dinamakan “penziarah“ jika yang diziarahinya tidak mengetahui siapa yang menziarahinya. Pula memberi salam kepada ahli kubur. Jika ahli kubur tidak mendengar dan mengetahui siapa yang memberi salam, hal ini sama saja dengan memberi salam kepada benda jamad atau benda mati. Maka ucapan salam diberikan kepada yang hidup, berakal,  dan mendengar salam yang diberikan kepadanya. Contohnya:, dalam kitab al-Ruh, Ibnu Qayyem al-Jauziyyah meriwayatkan bahwa al-Fadhel bin Muaffaq disaat ayahnya meninggal dunia, sangat sedih sekali dan menyesalkan kematiannya. Setelah dikubur, ia selalu menziarahinya hampir setiap hari. Kemudian setelah itu mulai berkurang dan malas karna kesibukannya. Pada suatu hari dia teringat kepada ayahnya dan segra menziarahinya. Disaat ia duduk disisi kuburan ayahnya, ia tertidur dan melihat seolah olah ayahnya bangun kembali dari kuburan dengan kafannya. Ia menangis disaat melihatnya. Ayahnya berkata : “wahai anakku kenapa kamu lalai tidak menziarahiku? Al-Fadhel berkata : “ Apakah kamu mengetahui kedatanganku? ” Ayahnya pun menjawab : “ Kamu pernah datang setelah aku dikubur dan aku mendapatkan ketenangan dan sangat gembira dengan kedatanganmu begitupula teman-temanku yang di sekitarku sangat gembira dengan kedatanganmu dan mendapatkan rahmah dengan doa-doamu”. Mulai saat itu ia tidak pernah lepas lagi untuk menziarahi ayahnya .&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada zaman peceklik, Bisyir bin Mansur selalu datang kekuburan muslimin dan menghadiri solat janazah. Di sore harinya seperti biasa dia berdiri dimuka pintu kuburan dan berdoa : “Ya Allah berikan kepada mereka kegembiraan disaat mereka merasa kesepian. Ya Allah berikan kepada mereka rahmat disaat mereka merasa menyendiri. Ya Allah ampunilah dosa-dosa mereka dan terimalah amal-amal baik mereka “. Basyir berdoa di kuburan tidak lebih dari doa-doa yang tersebut diatas. Pernah satu hari, dia lupa tidak datang kekuburan karna kesibukannya dan tidak berdoa sebagaimna ia berdoa setiap hari untuk ahli kubur.. Pada malam harinya dia bermimpi bertemu dengan semua ahli kubur yang selalu di ziarahinya. Mereka berkata : “Kami terbiasa setiap hari diberikan hadiah darimu dengan doa-doa. maka janganlah kamu putuskan doa-doa itu“. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika dalam berdoa ada adab-adab dan waktu-waktu yang mustajab dan diterima. Begitu pula dalam berziarah ada adab-adab dan waktu-waktu yang baik untuk berziarah. Adapun waktu yang baik dan tepat untuk berziarah adalah hari Jumat. Sebagimana Sufian al-Tsauri telah diberitahukan oleh al-Dhohhak bahwa siapa yang berziarah kuburan pada hari Juma’t dan Sabtu sebelum terbit matahari maka ahli kubur mengetahui kedatangnya. Hal itu karna kebesaran dan kemuliaan hari Juma’t. Pernah Hasan al Qassab dan kawannya datang berziarah kekuburan muslimin. Setelah mereka memberi salam kepada ahli kubur dan mendoakannya, mereka kembali pulang.  Di perjalanan ia bertemu dengan salah satu temannya dan berkata kepada Hasan al-Qassab : “Ini hari adalah hari Senen. Coba kamu bersabar, karena menurut Salaf  bahwa ahli kubur mengetahui kedatangan kita di hari Jumat dan sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya”. (lihat kitab al-Ruh) Disebut dalam kitab al-Ruh bahwa Ibunya Utsman al Tofawi disaat datang sakaratul maut, berwasiat kepada anaknya : “Wahai anakku yang menjadi simpananku disaat datang hajatku kepadamu. Wahai anakku yang menjadi senderanku disaat hidupku dan matiku. Wahai anakku janganlah kamu lupa padaku meziarahiku setelah wafatku“. Setelah ibunya meninggal dunia, ia selalu datang setiap hari Juma’t kekuburannya, berdoa dan beristighfar bagi arwahnya dan bagi arwah semua ahli kubur. Perna suatu hari Utsman al Tofawi bermimpi melihat ibunya dan berkata : “Wahai anakku sesunggunya kematian itu suatu bencana yang sangat besar. Akan tetapi, Alhamdulillah, aku bersyukur kepada Nya sesungguhnya aku sekarang berada di Barzakh yang penuh dengan kenikmatan. Aku duduk ditikar permadani yang penuh dengan rauhan dan raihanah dengan sandaran dipan-dipan yang dibuat dari sutera halus dan sutera tebal. Demikianlah keadaanku sampai datangnya hari kebangkitan”.. Utsman al Tofawi betanya : “ Ibu!.. Apakah kamu perlu sesuatu dari ku ? “ Ibunya pun menjawab : “Ya!..Kamu jangan putuskan apa yang kamu telah lakukan untuk menziarahiku dan berdoa bagiku. Sesunggunya aku selalu mendapat kegembiraan dengan kedatanganmu setiap hari Juma’t. Jika kamu datang ke kuburanku semua ahli kubur menyambut kedatanganmu dengan gembira“.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di riwayatkan dalam kitab al Ruh, bahwa salah satu dari keluarga Asem al Jahdari pernah bermimpi melihatnya dan berkata kepadanya : “ Bukankan kamu telah meninggal dunia? Dan dimana kamu sekarang? “  Asem berkata : “ Saya berada diantara kebun-kebun sorga. Saya bersama teman-teman saya selalu berkumpul setiap malam Juma’t dan pagi hari Juma’t di tempat Abu Bakar bin Abdullah al Muzni. Disana kita mendapatkan berita-berita tentang kamu di dunia. Kemudian saudaranya yang bermimpi bertanya : “Apakan kalian berkumpul dengan jasad-jasad kalian atau dengan ruh-ruh kalian? “ Maka mayyit itu ( Asem al-Jahdari ) berkata : “ Tidak mungkin kami berkumpul dengan jasad-jasad kami karna jasad- jasad kami telah usang. Akan tetapi kami berkumpul dengan ruh-ruh kami “.. Kemudian ditanya : “Apakah kalian mengetahui kedatangan kami ? “.  Maka dijawab : “ Ya!.. Kami mengetahui kedatangan kamu pada hari Juma’t dan pagi hari Saptu sampai terbit matahari “. Kemudan ditanya : “ Kenapa tidak semua hari-hari kamu mengetahui kedatangan kami? “. Ia (mayyit) pun menjawab : “ Ini adalah dari kebesaran dan keafdholan hari Juma’t “. Sebelum saya tutup ulasan ini, maka sekali lagi harus diingat bahwa tradisi berziarah adalah tradisi yang tetap hidup dengan segala warna warninya dan merupakan suatu hikmah dari Allah dan sunah Rasulallah yang baik, terpuji dan patut dingat maknanya se dalam-dalamnya agar bisa mengingatkan diri kita bahwa hidup ini akan berakhir dengan kematian..Wallahua’lam..&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6777174157409488000?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6777174157409488000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/ziarah-ahli-kubur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6777174157409488000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6777174157409488000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/ziarah-ahli-kubur.html' title='&quot; ZIARAH AHLI KUBUR &quot;'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-338339875904702220</id><published>2009-06-22T20:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T21:09:04.768-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nafkah Hidup'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Nafkah Hidup</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SkBU3T5gNlI/AAAAAAAAAX4/671H3hSMXr8/s1600-h/aqeedat_2008_zikr.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350369666527147602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 162px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SkBU3T5gNlI/AAAAAAAAAX4/671H3hSMXr8/s200/aqeedat_2008_zikr.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Abû Hurairah radhiallâhu ta‘âlâ ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasûlullâhshallallâhu ‘alaihi wa sallam berkata, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Barang siapa mencari matapencaharian yang halal di dunia untuk menghindarkan diri dari meminta-minta(mengemis), untuk mencukupi kebutuhan keluarganya dan untuk berbuat baikterhadap tetangganya, Allâh akan membangkitkannya di hari Kiamat denganwajah seperti bulan purnama. Barang siapa mencari mata pencaharian yanghalal di dunia untuk berbanyak-banyak, berbangga-bangga dan berpamrih(pamer), ia akan menemui Allâh di hari Kiamat sedang Ia murka kepadanya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. [Abû Nu‘aim meriwayatkan dengan matan hampir sama]&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nashr bin Yahyâ menceritakan bahwa suatu hari Nabi Dâwûd ‘alaihis salâmkeluar dari rumah menyamar. Ia menanyai setiap orang yang ia temui di jalan tentang sifat Dâwûd, yakni tentang dirinya sendiri. Jibril lalu menyamar sebagai manusia dan berjalan ke arahnya. “Hai pemuda, kata Nabi Dâwûd,“bagaimana pendapatmu tentang Dawud?” “Dia adalah hamba Allâh yang baik. Namun sayang, dia memiliki satu sifat yang kurang baik,” kata si pemuda. “Apa itu?” tanya Dâwûd penasaran. “Dia makan dari harta kaum Muslimin di Baitul Mal. Padahal tidak ada yang lebih dicintai oleh Allâh daripada orang yang makan hasil jerih payahnya sendiri.” Kembalilah Dâwûd ke mihrabnya menangis dan memohon, “Ya Rab, ajarkan kepadaku sesuatu yang dapat kubuat dengan tanganku sehingga aku tidak lagi membutuhkan harta kaum Muslimin.” Allâh lalu mengajarkan kepadanya cara membuat pakaian perang dan menjadikan besi lunak di tangannya selunak adonan tepung. Bila ia telah selesai dengan urusan rakyatnya, ia membuat pakaian perang lalu menjualnya. Hasil penjualan itu ia gunakan untuk menutup kebutuhan hidupnya sekeluarga. Inilah yang diceritakan dalam Qurân: "Dan Kami telah melunakkan besi untuknya.." (Saba`/34:10) "Dan telah Kami ajarkan kepada Dâwûd cara membuat baju besi untuk kalian agar dapat memelihara diri kalian (dalam peperangan)". (Al-Anbiyâ`/21:80) Tsâbit Al-Bunânî radhiallâhu ‘anhu berkata, “Telah disampaikan kepadaku bahwa ‘âfiah[1] itu terdiri dari 10 bagian: 9 bagian terdapat dalam diam dan1 bagian dalam mengasingkan diri dari masyarakat. Sedang pengabdian kepada Allâh terdiri dari 10 bagian, 9 bagian terletak dalam usaha mencari nafkahdan 1 bagian dalam ibadah. Jâbir bin ‘Abdullâh meriwayatkan bahwa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata, “Tidak seorang pun membukakan bagi dirinya pintu untuk meminta-minta (mengemis), kecuali Allâh pasti akan membukakan baginya pintu kemiskinan. Barang siapa menjaga kehormatan dirinya, Allâh akan menjaga kehormatannya. Barang siapa mencukupkan diri dengan pemberian Allâh, Allâhakan mencukupi kebutuhannya. Seseorang yang mengambil tali kemudian pergike lembah ini dan mengumpulkan kayu, lalu pergi ke pasar dan menjualnya untuk membeli satu mud kurma niscaya lebih baik daripada meminta-mintakepada masyarakat: baik mereka memberi atau menolaknya.” Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam berkata, “Hendaknya kalian berdagang pakaian karena datuk kalian, Ibrâhîm ‘alaihis salâm, adalah pedagang pakaian.” Abû Hurairah meriwayatkan bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata, “Nabi Zakariâ adalah seorang tukang kayu.” ‘Aisyah berkata,“Nabi Sulaimân bin Dâwûd ‘alaihimas salâm konon menceramahi masyarakat diatas mimbar sambil menganyam daun kurma. Setelah selesai, ia menyuruh seseorang untuk menjualnya.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Allâh mewahyukan: “Dan jikalau Allâh melapangkan rezeki hamba-hamba-Nya tentulah merekaakan berbuat melampaui batas di muka bumi.” (Asyûrâ/42:27) Sehubungan dengan ayat di atas, Syaqîq bin Ibrâhîm menjelaskan, “Allâh‘Azza wa Jalla jika memberi para hamba-Nya rezeki tanpa usaha, mereka niscaya akan berbuat kerusakan, tetapi Allâh menyibukkan mereka (dan menghabiskan waktu dan tenaga mereka) dalam mencari nafkah.” Sa‘îd bin Musayyib berkata, “Tidak ada kebaikan bagi orang yang tidak mencari harta dengan cara halal sehingga ia dapat mengeluarkan dari harta itu apa yang diwajibkan kepadanya dan sehingga dengan harta itu ia dapat menjaga kehormatannya.” ‘Umar bin Khattâb radhiallâhu ‘anhu berkata, “Wahai kaum fakir miskin, angkatlah kepala kalian, berdaganglah, telah jelas jalannya, janganlah kalian hidup bergantung pada manusia lain.” Ibnul Mubârak berkata, “Barang siapa mening-galkan pasar, hilanglah kehormatannya dan menjadi buruklah perilakunya.” Ibrâhîm bin Yûsuf rahimahullâh berkata kepada Muhammad bin Salâmah,“Berusahalah di pasar, karena perbuatan itu akan menjaga harga diri orang yang melakukannya.” Jâbir bin ‘Abdullâh meriwayatkan bahwa Nabi shallallâhu ‘alaihi wasallam berkata: "Barang siapa menanam sebuah tanaman lalu (hasilnya) dimakan manusia, hewan, burung atau binatang buas, maka itu menjadi sedekah darinya. [Muslim meriwayatkan hadis ini dengan kalimat berbeda. Ahmad dengan kalimat hampirsama]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Anas bin Mâlik radhiallâhu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi shallallâhu‘alaihi wa sallam berkata: "Jika hari Kiamat tiba dan di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka kalau bisa, janganlah ia berdiri sebelum menanamnya". Al-A’masy meriwayatkan dari Abul Mukhâriq bahwa ketika Rasûlullâhshallallâhu ‘alaihi wa sallam sedang bersama para sahabatnya, lewat seorangpemuda yang kekar, maka berkatalah Abû Bakar dan ‘Umar radhiallâhu ‘anhuma, “Duh sayang…, kalau saja masa muda dan kekuatannya dipergunakan untuk berjihad di jalan Allâh tentu ia akan mendapat banyak pahala.” Rasûlullâhberkata, “Kalau ia berusaha untuk membantu kedua orang tuanya yang telah lanjut usia, maka ia telah berjihad di jalan Allâh. Kalau ia berusaha untuk anak-anaknya yang masih kecil, maka ia telah berjihad di jalan Allâh. Kalau ia berusaha agar tidak meminta-minta kepada orang lain, maka ia telahberjihad di jalan Allâh. Namun, kalau ia berusaha agar dapat pamer dan mendapat nama maka ia telah berjuang di jalan setan.” [Thabarânî dan Bazzârmeriwayatkan dengan matan hampir sama]&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;dikutip dari:&lt;/em&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Sepercik Hikmah"&lt;/span&gt;&lt;em&gt; PUSTAKA ZAWIYAH&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-338339875904702220?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/338339875904702220/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/nafkah-hidup.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/338339875904702220'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/338339875904702220'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/nafkah-hidup.html' title='Nafkah Hidup'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SkBU3T5gNlI/AAAAAAAAAX4/671H3hSMXr8/s72-c/aqeedat_2008_zikr.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6244050170323345659</id><published>2009-06-22T20:34:00.000-07:00</published><updated>2009-06-22T20:49:28.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rejeki'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rezeky'/><title type='text'>Rezky / Rejeki</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SkBQQKgd60I/AAAAAAAAAXw/eRosDJrs1Ak/s1600-h/kaca-mata.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350364595944811330" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SkBQQKgd60I/AAAAAAAAAXw/eRosDJrs1Ak/s320/kaca-mata.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Rizqi adalah suatu ketetapan Allah yang telah ditetapkan kepada kita. Walaupun begitu, kita diharuskan berikhtiar. Makna IKHTIAR yang telah ditentukan para ulama, bukanlah ikhtiar untuk memperoleh rizqi DENGAN ZAT. Tetapi berikhtiar untuk mencari KEHALALAN RIZQI tersebut. Ulama berbeda pendapat tentang uang / harta yang diperoleh dengan jalan haram. Apakah itu termasuk rizqi..? Pendapat ulama paling kuat, baik halal atau haram tetaplah dinamakan rizqi.&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tak asing di telinga kita sabda Rasulullah, "...kemudian menjadi segumpal daging. Kemudian malaikat diperintahkan untuk meniupkan ruh dan menulis 4 hal : rizqi, ajal, amal, suul/khusnul khotimah." Habib Ali Alhabsyi di dalam qoshidahnya mengatakan, "...War riziq maqsum bainal kholq hattal hinasy." Artinya; "Dan rizqi telah dibagi Allah kepada semua makhluknya, sekalipun ular". Beberapa Habaib di Hadramaut mengatakan makna ular disiini adalah CACING TANAH (walaupun di dalam tanah, tetap diberi rizqi oleh Allah) Jadi ketentuan rizqi Allah adalah PASTI, tinggal bagaimana kita mencari yang halal.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikisahkan bahwa suatu hari Sayidina Ali bin Abi Tholib akan memasuki sebuahrumah. Ketika beliau akan masuk, beliau tak menemukan tiang untuk mengikat tali kudanya. Lalu beliau bertemu dengan seorang 'Arobi asing / tak dikenal dan menitipkan kudanya untuk dijaga sebentar. Setelah urusan beliau selesai, beliau berniat untuk menghadiahkan uang 2 dinar kepada 'Arobi. Ketika keluar, beliau tak melihat kuda dan 'Arobi tersebut di tempat semula. 'Arobi tersebut telah mencurinya! Maka Sayidina Ali bergegas mencari ke gurun pasir hingga didapati kuda beliau dalam keadaan tanpa tali kendali dan pelana. Lalu beliau menuju kepasar karena kemungkinan telah dijual si 'Arobi di situ. Ternyata benar apayang beliau pikirkan. Ketika si penjual ditanya, dia menjawab bahwa ia membelinya dari seorang Arobi asing. "Dengan harga berapa..? " tanya Sayidina Ali. "Dua dinar," jawab si penjual. Tersenyumlah Sayidina Ali seraya mengambil hikmah bahwa Allah telahmenentukan RIZQI kepada si 'Arobi sebesar 2 dinar di hari itu. Namun 'Arobi mengambil dengan cara yang HARAM. ANDAIKAN IA BERSABAR, IA AKANMENDAPATKANNYA DENGAN CARA YANG HALAL!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Allahummarzuqna rizqon halaalan toyyibanYasluh bihi jamii'il ikhwanAmin&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6244050170323345659?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6244050170323345659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/rezky-rejeki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6244050170323345659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6244050170323345659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/rezky-rejeki.html' title='Rezky / Rejeki'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SkBQQKgd60I/AAAAAAAAAXw/eRosDJrs1Ak/s72-c/kaca-mata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-7604532342214570612</id><published>2009-06-11T21:58:00.000-07:00</published><updated>2009-06-11T22:12:30.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Syech Hisam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Kunjungan Syeeh Hisyam Kabani Dikediaman H.Syech Bin Abdulkadir Assegaf</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SjHjEzoCPNI/AAAAAAAAAXg/Qmv7P0R8Q6c/s1600-h/DSC_6627.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346303904382598354" style="WIDTH: 685px; CURSOR: hand; HEIGHT: 468px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SjHjEzoCPNI/AAAAAAAAAXg/Qmv7P0R8Q6c/s400/DSC_6627.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SjHjFBmUICI/AAAAAAAAAXo/Azs6y7QV24c/s1600-h/DSC_6641.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5346303908133478434" style="WIDTH: 685px; CURSOR: hand; HEIGHT: 396px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SjHjFBmUICI/AAAAAAAAAXo/Azs6y7QV24c/s400/DSC_6641.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kunjungan Syeeh Hisyam Kabani di kediaman Habib Syech - Solo beserta rombongan dalam rangka menghadiri acara Solo Bersholawat. Beliau disambut langsung oleh Habib Syech beserta keluarga dikediaman beliau.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-7604532342214570612?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/7604532342214570612/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/kunjungan-syeeh-hisyam-kabani.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7604532342214570612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7604532342214570612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/kunjungan-syeeh-hisyam-kabani.html' title='Kunjungan Syeeh Hisyam Kabani Dikediaman H.Syech Bin Abdulkadir Assegaf'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SjHjEzoCPNI/AAAAAAAAAXg/Qmv7P0R8Q6c/s72-c/DSC_6627.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3492794169295658022</id><published>2009-06-07T04:49:00.000-07:00</published><updated>2009-06-07T04:53:21.153-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kaligrafi Kristiani'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><title type='text'>Hati-Hati Kaligrafi Kristiani Dijual Bebas</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bisa dipastikan, hampir tak seorang pun umat Islam yang tidak menyukai kaligrafi Islam yang memuat ayat-ayat tertentu dari Al-Qur‘an. Misalnya, kaligrafi khat Arab bacaan Allah, Allahu Akbar, Muhammad, Basmalah, ayat Kursi, surat Al-Fatihah, dll. Ini adalah hal yang baik dan perlu dilestarikan. Sebab memajang ayat-ayat dengan tulisan indah di rumah adalah salah satu ekspresi kecintaan kepada Al-Qur‘an.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tetapi, untuk kaligrafi model satu ini –dan kaligrafi lainnya yang sejenis– kaum Muslimin jangan tertipu oleh musang berbulu ayam. Sebab kaligrafi ini pun indah dan dijual bebas di berbagai toko buku. Kaligrafi melingkar ukuran setengah meter persegi ini bagian tengahnya bertuliskan “abana” yang berarti “bapa kami”. Dalam teologi Kristen, kata ini berarti Allah (Allah Bapak). Bila dibaca dengan teliti, maka bacaan yang lengkap adalah “abana alladzi fis-samawati….dst”.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;img src="http://cintarasulullah.files.wordpress.com/2007/12/kaligrafi-abana-b.jpg" alt="Kaligrafi-Abana" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tanyakanlah kepada ustadz yang hafal Al-Qur‘an, ayat tersebut ada di surat apa dan ayat berapa? Pasti ustadz tersebut akan geleng-geleng kepala seraya menjawab bahwa itu bukan ayat Al-Qur‘an. Jawaban ini tepat sekali, karena kaligrafi ini bukan Al-Qur‘an, tapi ayat Bibel, tepatnya Injil Matius pasal 6 ayat 9-13 yang terjemah Indonesianya demikian:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;“Karena itu berdoalah demikian: Bapak kami yang di sorga, dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan jangan­lah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Entah sudah berapa banyak kaum Muslimin yang menghiasi rumah­nya dengan ayat Bibel berupa kaligrafi kristiani tersebut, mengingat kaligrafi itu dijual di seluruh Indonesia. Padahal sebutan “Bapak Kami” kepada Allah adalah kesalahan besar yang bertentangan dengan Al-Qur`an surat Al-Ikhlash 1-4.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3492794169295658022?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3492794169295658022/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/hati-hati-kaligrafi-kristiani-dijual.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3492794169295658022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3492794169295658022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/hati-hati-kaligrafi-kristiani-dijual.html' title='Hati-Hati Kaligrafi Kristiani Dijual Bebas'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-7319942219441125583</id><published>2009-06-06T23:15:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T23:22:08.407-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><title type='text'>Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rasulullah bersabda&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;"Mu'min yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintaiAllah daripada mu'min yang lemah" (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana agar senantiasa sehat seperti Rasulullah? Ikuti resep berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. SELALU BANGUN SEBELUM SHUBUH. Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelumshubuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu,sholat shubuh berjamaah.  Hal ini memberi hikmah ygmendalam antara lain : - Berlimpah pahala dari Allah - Kesegaran udara shubuh yg bagus u/ kesehatan misalu/ terapi penyakit TBC - Memperkuat pikiran  dan menyehatkan perasaan &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN. Rasul selalu senantiasa rapi &amp;amp; bersih, tiap hari kamisatau Jumát beliau mencuci rambut2 halus di pipi,selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumát adalah wajib bagi setiap orang2dewasa.  Demikian pula menggosok gigi dan memakaiharum-haruman"(HR Muslim) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN. Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelumlapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidaksampai kekenyangan)"(Muttafaq Alaih) Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda :Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dansepertiga lainnya untuk makanan.  Bahkan ada satutarbiyyah khusus bagi ummat Islam dg adanya PuasaRamadhan untuk menyeimbangkan kesehatan&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. GEMAR BERJALAN KAKI. Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dansebagainya.  Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir, pori2terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar.  Inipenting untuk mencegah penyakit jantung  &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. TIDAK PEMARAH. Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi hingga 3kali.  Ini menunjukkan hakikat kesehatan dan kekuatanMuslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapilebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dankesehatan jiwa. Ada terapi yang tepat untuk menahan marah: - Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri makaduduk, dan bila duduk maka berbaring - Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon - Segeralah berwudhu - Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan danmenghilangkan kegundahan hati&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA. Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yangmendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar,istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepadaAllah SWT &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. TAK PERNAH IRI HATI DAN BURUK SANGKA. Untuk menjaga stabilitas hati &amp;amp; kesehatan jiwa,mentalitas  maka menjauhi iri hati dan buruk sangkamerupakan tindakan preventif yang sangat tepat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-7319942219441125583?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/7319942219441125583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/kiat-sehat-ala-rasulullah-saw.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7319942219441125583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7319942219441125583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/kiat-sehat-ala-rasulullah-saw.html' title='Kiat Sehat Ala Rasulullah SAW'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-4828018053991347777</id><published>2009-06-06T22:59:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T23:15:25.945-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jalan Para Salafunas Sholihin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><title type='text'>Berjalan Di Jalan Para Salafunas Sholihin</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitYugWoS4I/AAAAAAAAAWw/9WqkTCIcWz0/s1600-h/6-1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344462938787302274" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 250px; CURSOR: hand; HEIGHT: 188px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitYugWoS4I/AAAAAAAAAWw/9WqkTCIcWz0/s320/6-1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Jaman berganti jaman hingga jaman kita sekarang ini tidak akan pernah lepas dengan apa yang dinamakan "fitnatuz zaman" (fitnah jaman). Berbagai fitnatuz zaman telah menerpa kita umat Islam, khususnya bagi Bani Alawy yang mempunyai garis keturunan dengan Rasulullah SAW. Fitnatuz zaman tersebut ada yang berkenaan dengan materi dan keduniaan, dan ada juga yang berkenaan dengan agama dan akidah. Fitnatuz zaman yang terakhir inilah yang paling mengkhawatirkan bagi kita. Diakhir-akhir jaman ini, banyak kita jumpai di antara kita, mereka yang terkena fitnatuz zaman berupa agama dan akidah, sehingga mereka berpaling dari apa-apa yang dituntunkan oleh agama. Mereka berani untuk mengambil "jalan" yang berbeda dengan apa-apa yang telah ditempuh oleh orangtua-orangtua mereka yang sholeh. Mereka bahkan dengan bangga menunjukkan jalan yang mereka pilih sendiri, seakan-akan mereka baru saja menemukan jalan baru menuju kepuasan beragama dan berakidah. Ini semua dapat disebabkan karena begitu hebatnya pengaruh lingkungan yang membentuk pemikiran mereka. Mereka bisa jadi orang yang kurang mengenyam pendidikan agama dan akidah, atau bahkan sebalikya, mereka adalah orang-orang yang oleh sebagian orang disebut sebagai "cendikiawan" yang begitu berbangga akan pemikiran-pemikiran barunya. Hanya saja yang pasti mereka kurang mengenal jalan yang ditempuh oleh orangtua-orangtua mereka yang sholeh, sehingga mereka tergelincir mengikuti jalan-jalan yang lain. Mungkin dalam hal ini, kita akan merasa malu jika saja kita bisa melihat bagaimana sejarah dan perjalanan hidup para ulama besar Islam yang begitu tawadhu'. Tidaklah mereka mengamalkan sesuatu melainkan mereka telah melihat itu diamalkan oleh generasi sebelum mereka. Kita dapat menyimak perkataan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Hafidz Ibnu Rajab&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; tentang hal ini dalam bukunya &lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Fadhlu Ilmis Salaf Alal Khalaf&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;,"Para imam dan fuqaha ahli hadits sesungguhnya mengikuti hadits shahih, jika hadits tersebut telah diamalkan di kalangan para sahabat atau generasi sesudahnya, atau oleh sebagian dari mereka. Adapun apa yang disepakati untuk ditinggalkan, maka tidak boleh diamalkan, karena mereka tidak akan meninggalkannya kecuali atas dasar pengetahuan bahwa ia memang tidak diamalkan. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Umar Ibin Abdul Aziz&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; berkata, 'Ambillah pendapat yang sesuai dengan orang-orang sebelum kalian, karena mereka lebih mengetahui daripada kalian' ". Meskipun mereka, para imam dan fugaha ahli hadits, adalah para ulama besar, tapi mereka tidak pernah bangga akan ketinggian ilmunya. Sebaliknya, mereka begitu tawadhu' dan merasa bukan apa-apa dibandingkan dengan para pendahulunya. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ibnu Hajar, Ar-Romly, Al-Khatib, Al-Qasthalany, Fakhrur Razy&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, dan ulama-ulama besar selainnya, dimana mereka berkata, "Tidak ada sesuatu yang merupakan hasil dari usaha keras kami (karena semuanya berkat salaf). &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Habib Muhammad bin Hadi As-Saqqaf&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; juga pernah berkata,"Demikianlah kami ini yang selalu teledor untuk tidak berjalan mengikuti salaf kami. Kalau saja kami ini berjalan diatas jalan yang telah ditempuh oleh para salaf kami, maka pasti kami akan mendapatkan apa-apa yang mereka dapatkan, dan kami dapat menjadi seperti mereka. Padahal kita tahu bagaimana kedalaman ilmu dan ketinggian maqam dari Al-Habib Muhammad bin Hadi As-Saqqaf. Namun toh demikian, semuanya tidaklah membuat beliau berbangga diri, akan tetapi merasa kecil di hadapan salafnya. Sikap inilah yang senantiasa membawa beliau untuk selalu berjalan di jalan para salafnya. Hal yang senada juga diungkapkan oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Imam Abubakar As-Sakron&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,"Kami ini tidak punya apa-apa. Hanya saja mereka (para salafunas sholihin) berjalan dengan kaki mereka, lalu kami ikut berjalan pada bekas tapak kaki mereka. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Asy-Syeikh Umar Al-Muhdhor&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; pernah berkata mengenai diri Al-Imam Abdullah Al-'Aidrus, "Tidaklah aku nikahkan Asy-Syeikh Abdullah dengan putriku Aisyah, kecuali aku telah melihat dirinya berusaha dengan keras terhadap ahwal keluarga Ba'alawy semuanya." Itulah sikap yang telah ditunjukkan oleh para salafunas sholihin. Mereka tidak lain kecuali berjalan sesuai apa yang telah ditempuh oleh pendahulunya. Pernah diceritakan oleh &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Habib Alwi bin Abdullah Al-Attas&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;,"Ketika Syeikh Barakwah datang ke kota Tarim dengan tujuan untuk menarik dan mengajak Saadah Bani Alawy guna mengikuti thariqahnya, maka dalam tidurnya ia bermimpi bertemu dengan Al-Faqih Al-Muqaddam. Di saat itu, Al-Faqih Al-Muqaddam berkata kepadanya, 'Keluar kau dari kota ini, agar keturunanku tidak terpedaya oleh kelakuanmu yang menarik itu.' Maka setelah itu, segera ia lari meninggalkan kota Tarim." &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; pernah berkata,"Tarim..., tidak ada di dalamnya kecuali Allah, Rasul-Nya, Al-Faqih Al-Muqaddam dan thariqah orang-orang yang berendah diri di hadapan Allah. Tidak datang kepada kami kecuali darinya. Dan sungguh para salaf kami telah membuat landasan-landasan bagi kami di dalam berbagai urusan, maka tidaklah kami mengikuti seseorang kecuali mereka."Al-Habib Abdullah bin Alwi Alhaddad juga pernah berkata dalam kitabnya &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tatsbitul Fuad&lt;/span&gt;,"Adapun apa-apa yang telah berlalu dari salaf, baik yang sebelum jaman Asy-Syeikh Abdullah Alaydrus, maupun sampai jaman beliau, tidaklah kami ini kecuali terikat dengan mereka dan mengikuti apa-apa telah mereka bawa. Dan begitupun dari jaman beliau sampai jaman kita sekarang ini, tidaklah kami mengikuti kecuali apa-apa telah mereka lalui. Dan barangsiapa yang mengambil jalan baru, maka resiko akan ia tanggung sendiri."Dalam perkataannya tersebut, Al-Habib Abdullah Alhaddad memperingatkan kita untuk tidak mengambil jalan baru, jalan yang tidak ditempuh oleh para salaf kita. Beliau sampai-sampai pernah berkata,"Tidak sepantasnya bagi seorang dari keturunan Bani Alawy untuk memilih jalan di luar jalan yang sudah ditempuh oleh para pendahulunya. Tidak sepantasnya ia berpaling dari thariqah dan siroh mereka. Mereka bahkan harus sebaliknya, mengikuti dan bahkan berusaha menarik orang yang mengaku sudah mendapatkan jalan di luar jalan yang ditempuh olehnya dan oleh keluarga Bani Alawy. Hal ini dikarenakan thariqah mereka telah disaksikan nilai kebenarannya oleh Al-Qur'an, As-Sunnah, jejak-jejak sholihin dan perjalanan para salafus sholeh. Itu semua terjadi karena mereka (keluarga Bani Alawy) menerima thariqah tersebut generasi dari generasi sebelumnya, ayah dari kakeknya, dan terus begitu sampai kepada baginda Nabi SAW. Kedudukan (maqam) mereka bertingkat-tingkat (di sisi Allah), ada yang utama dan ada yang lebih utama, ada yang sempurna dan ada yang lebih sempurna."Dalam kalamnya yang lain beliau juga mengatakan,"Bagus dan memang sudah sepatutnya bagi orang dari keluarga Bani Alawy untuk menyeru manusia dan mengajak mereka kepada jalan yang telah ditempuh oleh pendahulunya. Betapa buruknya kalau ia justru membuang thariqah salafnya dan menyerahkan dirinya untuk mengikuti suatu thariqah yang bukan sebaik-baiknya thariqah. Semoga jangan demikian. Yang seharusnya ia dapat mengambil barakah dengan memegang perjalanan hidup para pendahulunya dan menaruh keyakinan kepada mereka. Berkenaan dengan hal itu, seseorang dari keluarga Bani Alawy tidak akan mendapatkan keberkahan selama-lamanya jika ia membuang thariqahnya dan memakai atribut yang bukan atribut para pendahulunya (semoga Allah meridhoi mereka semua)."Inilah peringatan bagi kita agar kita tidak berjalan menyimpang dari jalan para aslafunas sholihin. Terlebih lagi membuang thariqah salafnya dan menggantikannya dengan thariqah yang lain, serta berbangga karena hal itu. Lebih keras lagi Al-Habib Muhammad bin Ahmad bin Ja'far bin Ahmad bin Zein Alhabsyi memperingatkan,"Qodho (ketetapan) itu tidak dapat dipungkiri, dan syariat harus diikuti tanpa dikurangi dan ditambahi. Para imam kita keluarga Bani Alawy telah melintasi jalur yang mulus dan jalan yang lurus. Barangsiapa yang mencari aliran baru untuk dirinya sendiri atau untuk putra-putrrinya dengan cara tidak menempuh di jalan para datuk-datuknya yang saleh dan mulia, maka pada akhir umurnya ia akan menemui kekecewaan dan kebinasaan."Dan, sebagai penutup, marilah kita camkan sungguh-sungguh pesan dari Al-Habib Ali bin Muhammad Alhabsyi kepada kita semua,"Siapa yang tidak menempuh jalan leluhurnya, pasti akan bingung dan tersesat.Wahai para cucu Nabi, tempuhlah jalan mereka"Semoga kita diselamatkan oleh Allah dari fitnatuz zaman dan diberikan kekuatan untuk dapat berjalan di jalan para salaf kita.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ya Robbi usluk binaa nahjath thoriiqis sawiyyahfi thoriiqin Nabiy was saadatil AlawiyyahYa Robbistajib wa'jal bi syarbah haniyyah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wallohu a'lam...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-4828018053991347777?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/4828018053991347777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/berjalan-di-jalan-para-salafunas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4828018053991347777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4828018053991347777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/berjalan-di-jalan-para-salafunas.html' title='Berjalan Di Jalan Para Salafunas Sholihin'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitYugWoS4I/AAAAAAAAAWw/9WqkTCIcWz0/s72-c/6-1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5485033570382499218</id><published>2009-06-06T22:55:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T22:59:41.931-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puisi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><title type='text'>PUISI INGGRIS KUNO</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitXPR-g7KI/AAAAAAAAAWo/H3kjOQcXMrI/s1600-h/sunshine-after-the-rain.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344461302840487074" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitXPR-g7KI/AAAAAAAAAWo/H3kjOQcXMrI/s320/sunshine-after-the-rain.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Sediakan waktu untuk bekerja; itulah harga sebuah keberhasilan.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk berpikir; itulah sumber kekuatan.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untukbermain; itulah rahasia awet muda.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk membaca; itulah landasan kebijaksanaan.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk bermimpi; itulah yang membawa kereta anda ke bintang&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk tertawa; itulah musik jiwa.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk berteman; itulah jalan menuju kebahagiaan.&lt;br /&gt;Sediakan waktu untuk mencintai dan dicintai; itulah hak istimewa yang diberikan Tuhan Sediakan waktu untuk melihat sekeliling anda; hari anda terlalu singkat untuk mementingkan diri sendiri.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;(Sebuah puisi Inggris kuno - Old English Poem) &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5485033570382499218?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5485033570382499218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/puisi-inggris-kuno.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5485033570382499218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5485033570382499218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/puisi-inggris-kuno.html' title='PUISI INGGRIS KUNO'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitXPR-g7KI/AAAAAAAAAWo/H3kjOQcXMrI/s72-c/sunshine-after-the-rain.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-639564670422902289</id><published>2009-06-06T22:51:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T22:55:35.032-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Rumah Seribu Cermin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><title type='text'>RUMAH SERIBU CERMIN</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitWQdzR9MI/AAAAAAAAAWg/OQJmgPrgNXM/s1600-h/59156,1184667080,1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344460223682835650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 309px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitWQdzR9MI/AAAAAAAAAWg/OQJmgPrgNXM/s320/59156,1184667080,1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dahulu, di sebuah desa kecil yang terpencil, ada sebuah rumah yang dikenal dengan nama "Rumah Seribu Cermin."Suatu hari seekor anjing kecil sedang berjalan-jalan di desa itu dan melintasi "Rumah Seribu Cermin". Ia tertarik pada rumah itu dan memutuskan untuk masuk melihat-lihat apa yang ada di dalamnya. Sambil melompat-lompat ceria ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu depan. Telinga terangkat tinggi-tinggi. Ekornya bergerak-gerak secepat mungkin. Betapa terkejutnya ia ketika masuk ke dalam rumah, ia melihat ada seribu wajah ceria anjing-anjing kecil dengan ekor yang bergerak-gerak cepat. Ia tersenyum lebar, dan seribu wajah anjing kecil itu juga membalas dengan senyum lebar, hangat dan bersahabat. Ketika ia meninggalkan rumah itu, ia berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sangat menyenangkan. Suatu saat aku akan kembali mengunjunginya sesering mungkin."Sesaat setelah anjing itu pergi, datanglah anjing kecil yang lain. Namun, anjing yang satu ini tidak seceria anjing yang sebelumnya. Ia juga memasuki rumah itu. Dengan perlahan ia menaiki tangga rumah dan masuk melalui pintu. Ketika berada di dalam, ia terkejut melihat ada seribu wajah anjing kecil yang muram dan tidak bersahabat. Segera saja ia menyalak keras-keras, dan dibalas juga dengan seribu gonggongan yang menyeramkan. Ia merasa ketakutan dan keluar dari rumah sambil berkata pada dirinya sendiri, "Tempat ini sungguh menakutkan, aku takkan pernah mau kembali ke sini lagi."Semua wajah yang ada di dunia ini adalah cermin wajah kita sendiri. Wajah bagaimanakah yang tampak pada orang-orang yang anda jumpai?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-639564670422902289?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/639564670422902289/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/rumah-seribu-cermin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/639564670422902289'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/639564670422902289'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/rumah-seribu-cermin.html' title='RUMAH SERIBU CERMIN'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitWQdzR9MI/AAAAAAAAAWg/OQJmgPrgNXM/s72-c/59156,1184667080,1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-1371167876954208930</id><published>2009-06-06T22:47:00.000-07:00</published><updated>2009-06-06T22:51:20.764-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sudah Tua Belajar Menghafal Quran'/><title type='text'>Sudah Tua Belajar Menghafal Quran</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitVFjHKrnI/AAAAAAAAAWY/EMaYBKZPMcI/s1600-h/a_motif5.png"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5344458936618233458" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 111px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitVFjHKrnI/AAAAAAAAAWY/EMaYBKZPMcI/s320/a_motif5.png" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;As-Syeikh Al-‘Allamah Muhammad Said Babshil&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; Mufti Syafiiyyah di Mekah AlMusyarrofah bercerita, “Di antara karunia yang diberikan Allah kepadakuadalah ziarahku ke kota Madinah Al-Munawwaroh di masa hidup Syeikh MuhammadAl-‘Azb. Beliau rhm bercerita kepadaku, ‘Habib Alwi bin Zein Al-Habsyiadalah seorang yang saleh dan arif. Aku memperoleh manfaat dan madaddari beliau. Suatu hari beliau memintaku untuk mencarikan seorang yangfaqih, ahli baca Quran dan arif untuk membantu beliau menghapal Quran.Habib Alwi telah lanjut usia dan rabun penglihatannya. Beberapa hari kemudian aku datang ke rumahnya membawa seoranglelaki arif berkebangsaan Turki yang tinggal di kota Madinah sebagaimanayang beliau inginkan. Aku berpesan kepada si orang Turki ini agar beradabbaik, bersikap lembut, tidak membentak dan tidak mempersulit muridnya. Habib Alwi sangat senang dan mulailah beliau menghapal Quran. Beberapahari kemudian aku datang menengoknya. Aku mendengar sang guru membentak danbersikap tidak santun kepada beliau. Aku keberatan dengan sikapnya ini. “Syarat yang kuajukan kepadamu tidak seperti ini. Kelakuanmu Ini tidaksesuai dengan perjanjian kita. Kau seakan-akan tidak mengenal Habib Alwidan kebesarannya. Pergilah, kau tidak pantas mengajarnya,” kataku kepadasang guru. “Syeikh itu tidak menentangku. Aku rela diperlakukan demikian. Akubahkan rela bila syeikh itu memukulku,” kata Habib Alwi. “Maafkanlah aku atas perbuatannya padamu. Tidak ada yang pantasmengajarimu selain aku sendiri,” kataku kepada Habib Alwi Setelah kejadian itu, setiap hari, sebelum melihat bangunanku, akusinggah untuk mengajar beliau. Setiap kali akan mengajar, aku melihat jamuntuk mengatur lama pelajaran, baru kemudian aku menemuinya. Beliau lalumulai menghafal. Dalam waktu singkat beliau telah hafal 4 Mugro’ dengantajwid yang sempurna. Setiap kali meninggalkan beliau, aku selalu melihatjam. Ternyata jarum jam tetap berada di posisi ketika aku masuk, padahaljam itu berjalan seperti biasa, tidak rusak. Sadarlah aku bahwa iniadalah karomah beliau. Waktu menjadi berkah berkat beliau. Tak terasa 6 bulan telah lewat dan Habib Alwi telah hapal Quran. “Aku ingin membayar jerih payahmu mengajarku dan ini harus kulakukan,"kata Habib Alwi. “Tunggu hingga aku bermusyarawah dengan anak-anakku, karena merekaturut membantuku. Aku ingin mereka semua memperoleh keberkahan darimu,”kataku kepadanya. Kejadian ini lalu kuceritakan kepada anak-anakku: Sulaiman, Husein,Muhammad dan Abdul Mu’thi. Kami lalu mengunjungi beliau. Saat itu beliausedang mengadakan jamuan makan. Aku berkata kepada beliau, “Aku dananak-anakku telah tiba.” Kemudian masing-masing anakku menyampaikanhajat-hajat mereka. Ada di antara mereka yang berkata, “Aku ingin kedudukandan diterima oleh orang-orang Syam dan Mesir.” Aku sendiri jugamenyampaikan hajatku. Beliau lalu mengajak kami berziarah ke makam Al-Habib saw. Beliaukemudian membacakan Fatihah dengan niat agar Alloh mengabulkan permintaankami semua. Alhamdulillah, berkat kakek beliau saw dan himmah beliau yangsangat besar, Alloh mengabulkan semua permohonan kami.(dikutip dari kalam Habib Ahmad bin Hasan Alatas, Juz I hal 111)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-1371167876954208930?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/1371167876954208930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/sudah-tua-belajar-menghafal-quran.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1371167876954208930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1371167876954208930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/06/sudah-tua-belajar-menghafal-quran.html' title='Sudah Tua Belajar Menghafal Quran'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SitVFjHKrnI/AAAAAAAAAWY/EMaYBKZPMcI/s72-c/a_motif5.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6394629106970586570</id><published>2009-05-16T00:48:00.000-07:00</published><updated>2009-05-16T00:53:40.422-07:00</updated><title type='text'>Nasehat Al Habib Ali Bin Muhammad AL Habsyi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di keheningan Malam, usai tarawih, lantunan syair Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi menggugah jiwa yang terlampau lama terlelap dalam tidurnya.......... Sadarlah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkanlah kekurangan dan kelemahanmu, Semoga Dia yang Maha Luas luthf-Nya memberimu luthf. Berdirilah di maqâm kehinaan dengan penuh penyesalan. Cukup sudah usia yang berlalu dalam kelalaian. Penuhilah ajakan Tuhan karena Kitab-Nya selalu memanggilmu. Jawab segera seruannya dan minta maaflah kepada-Nya belum tiba saatnya bagi pendosa tuk kembali kepada Tuhannya. Tak tahukah ia? sesungguhnya dosa tercatat dalam lembaran buku..? Hati-hati saudaraku yang suka bermaksiat, sesungguhnya engkau mendatangi Allah Dan Dia tahu semua yang kau sembunyikan.. Sadar dan bangkitlah, sesungguhnya bencana dosa itu berat, pahit dan menyebabkan kematian. Wahai pemuda, telah kau zhalimi dirimu sesungguhnya itu, sifat yang paling buruk. Engkau selalu menunda-nunda hingga petunjuk menjerumuskanmu dalam dosa, Sadar dan berdoalah kepada Dia yang mengampuni semua dosa Ia &lt;span class="yshortcuts"&gt;kan&lt;/span&gt; mengasihimu. Wahai yang terikat dan terbelenggu kebodohan tak tahukah kau bahwa kebodohan menyebabkan kehinaan..? Segera tuntutlah ilmu dan carilah petunjuk yang akan menuntunmu menuju kasyf. Jangan seperti mereka yang terbelenggu oleh berbagai kepentingan sehingga menyembah Allah dengan penuh keraguan. Aku telah menasihatimu, dengarkan dan terimalah nasihat ini dengan shidq. Sungguh, telah kuajak kau menuju kebajikan. Nasihat ini tiada lain kutujukan kepada dia yang selalu berbuat dosa seperti diriku yang buta dan diuji dengan berbuat dosa dan kesalahan secara sengaja. Semoga Dia yang Maha Pengampun menyembuhkanku dari bencana&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zawiya Mesjid Riyadh Solo, Selasa 21 Ramadhan 1423 H&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6394629106970586570?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6394629106970586570/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/nasehat-al-habib-ali-bin-muhammad-al.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6394629106970586570'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6394629106970586570'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/nasehat-al-habib-ali-bin-muhammad-al.html' title='Nasehat Al Habib Ali Bin Muhammad AL Habsyi'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3660052417034951125</id><published>2009-05-13T23:40:00.000-07:00</published><updated>2009-05-14T00:08:55.419-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Dokumentasi Kegiatan H.Syech Bin Abdulqodir Assegaf</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Habib Syech memulai perjalanannya dengan semangat yang tak kenal lelah. Walau terkadang sakit, beliau selalu menghampiri dan berusaha menyalami semua jamm'ah Ahbabul Musthofa ditiap tiap tempat yang beliau singgahi serta memenuhi undangan Ummat. Dengan sabar beliau menghadapi setiap jamma'ahnya... "Mereka adalah saya, dan saya adalah mereka..."&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1ZdgxII/AAAAAAAAAUo/6ZXcNa9EkSk/s1600-h/Melanjutkan+Perjalanan.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 297px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1ZdgxII/AAAAAAAAAUo/6ZXcNa9EkSk/s320/Melanjutkan+Perjalanan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335571306662380674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1bXIGeI/AAAAAAAAAUw/Gt8Mm_QwCKI/s1600-h/Bersama+Anak2+TK.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 278px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1bXIGeI/AAAAAAAAAUw/Gt8Mm_QwCKI/s320/Bersama+Anak2+TK.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335571307172469218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari mulai kalangan tua hingga anak - anak Habib Syech selalu memperlakukan masing - masing dengan kesabaran, tegas, dan penuh perhatian. Beliau juga terkenal pecinta anak - anak  kecil.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1bOlRvI/AAAAAAAAAU4/IQk1qOD03UI/s1600-h/Bersama+Jamma%27ah+AM.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 295px; height: 180px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1bOlRvI/AAAAAAAAAU4/IQk1qOD03UI/s320/Bersama+Jamma%27ah+AM.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335571307136632562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1XpH4lI/AAAAAAAAAVA/qYZIoA-hbCc/s1600-h/Salami+muhibin.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 282px; height: 180px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1XpH4lI/AAAAAAAAAVA/qYZIoA-hbCc/s320/Salami+muhibin.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335571306174210642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bersama Ummat menggemakan  sholawat untuk Baginda Nabi Besar  Muhammad SAW pada setiap waktu dimanapun, dan kapanpun. Tiada waktu tanpa sholawat, sebagai salah satu wujud kecintaan kepada Rosull SAW.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3660052417034951125?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3660052417034951125/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/dokumentasi-kegiatan-hsyech-bin.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3660052417034951125'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3660052417034951125'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/dokumentasi-kegiatan-hsyech-bin.html' title='Dokumentasi Kegiatan H.Syech Bin Abdulqodir Assegaf'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SgvB1ZdgxII/AAAAAAAAAUo/6ZXcNa9EkSk/s72-c/Melanjutkan+Perjalanan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-4467815260970706411</id><published>2009-05-13T19:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-13T20:00:46.449-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Zaini'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Guru'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Tuan Guru M.Zaini Abdul Ghani - Martapura</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SguHAzAdrBI/AAAAAAAAATg/_WLWTtY7DEA/s1600-h/guru-sekumpul-martapura.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 231px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SguHAzAdrBI/AAAAAAAAATg/_WLWTtY7DEA/s320/guru-sekumpul-martapura.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335506631312387090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Syaikhuna al-Alim al-Allamah Muhammad Zaini bin al-Arif billah Abdul Ghani binAbdul Manaf bin Muhammad Seman bin Muhammad Sa’ad bin Abdullah bin al-MuftiMuhammad Khalid bin al-Alim al-Allamah al-Khalifah Hasanuddin bin SyaikhMuhammad Arsyad al-Banjari&lt;/span&gt;. Alimul Allamah Asy Syekh Muhammad Zaini Ghani yang selagi kecil dipanggil dengan nama Qusyairi adalah anak dari perkawinan Abdul Ghani bin H Abdul Manaf dengan Hj. Masliah binti H Mulya. Muhammad Zaini Ghani merupakan anak pertama, sedangkan adiknya bernama H Rahmah. Beliau dilahirkan di Tunggul Irang, Dalam Pagar, Martapura pada malam Rabu tanggal 27 Muharram 1361 H bertepatan dengan tanggal 11 Februari 1942 M. Diceriterakan oleh Abu Daudi, Syekh Muhammad Ghani sejak kecil selalu berada disamping ayah dan neneknya yang bernama Salbiyah. Kedua orang ini yang memelihara Qusyairi kecil. Sejak kecil keduanya menanamkan kedisiplinan dalam pendidikan. Keduanya juga menanamkan pendidikan tauhid dan akhlak serta belajar membaca Alquran. Karena itulah, Abu Daudi meyakini, guru pertama dari AlimulAllamah Syekh Muhammad Zaini Ghani adalah ayah dan neneknya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Semenjak kecil beliau sudah digembleng orang tua untuk mengabdi kepada ilmu pengetahuan dan ditanamkan perasaan cinta kasih dan hormat kepada para ulama. Guru Sekumpul sewaktu kecil sering menunggu al-Alim al-Fadhil Syaikh ZainalIlmi yang ingin ke Banjarmasin hanya semata-mata untuk bersalaman dan mencium tangannya.&lt;br /&gt;Pada tahun 1949 saat berusia 7 tahun, beliau mengikuti pendidikan “formal”masuk ke Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Martapura. Guru-guru beliau pada masa itu antara lain, Guru Abdul Muiz, Guru Sulaiman, Guru Muhammad Zein, Guru H.Abdul Hamid Husain, Guru H. Rafi’i, Guru Syahran, Guru Husin Dahlan, Guru H.Salman Yusuf. Kemudian tahun 1955 pada usia 13 tahun, beliau melanjutkan pendidikan ke Madrasah Tsanawiyah Darussalam, Martapura. Pada masa ini beliau sudah belajar dengan Guru-guru besar yang spesialis dalam bidang keilmuan seperti al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif, al-Alim al-Fadhil Husain Qadri, al-Alim al-Fadhil Salim Ma’ruf, al-Alim al-Allamah Syaikh Seman Mulya, al-Alim Syaikh Salman Jalil, al-Alim al-Fadhil Sya’rani Arif, al-Alim al-Fadhil al-Hafizh Syaikh Nashrun Thahir, dan KH. Aini Kandangan. Tiga yang terakhir merupakan guru beliau yang secara khusus untuk pendalaman Ilmu Tajwid. Kalau kita cermati deretan guru-guru beliau pada saat itu adalah tokoh-tokoh besar yang sudah tidak diragukan lagi tingkat keilmuannya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Walaupun saya tidak begitu mengenal secara mendalam tetapi kita mengenal Ulama yang tawadhu KH. Husin Qadri lewat buku-buku beliau seperti; Senjata Mukmin yang banyak dicetak di Kal-Sel. Sedangkan al-Alim al-Allamah Seman Mulya, dan al-Alim Syaikh Salman Jalil, ingin rasanya berguru dan bertemu muka ketika masih hidup. Syaikh Seman Mulya adalah paman beliau yang secara intensif mendidik beliau baik ketika berada di sekolah maupun di luar sekolah. Dan ketika mendidik Guru Sekumpul, Guru Seman hampir tidak pernah mengajarkan langsun bidang-bidang keilmuan itu kepada beliau kecuali di sekolahan. Tapi Guru Seman langsung mengajak dan mengantarkan beliau mendatangi tokoh-tokoh yang terkenal dengan sepesialisasinya masing-masing baik di daerah Kal-Sel (Kalimantan) maupun di Jawa untuk belajar. Seperti misalnya ketika ingin mendalami Hadits dan Tafsir, guru Seman mengajak (mengantarkan) beliau kepada al-Alim al-Allamah Syaikh Anang Sya’rani yang terkenal sebagai muhaddits dan ahli tafsir. Menurut Guru Sekumpul sendiri, di kemudian hari ternyata Guru Tuha Seman Mulya adalah pakar di semua bidang keilmuan Islam itu. Tapi karena kerendahan hati dan tawadhu tidak menampakkannya ke depan khalayak. Sedangkan al-Alim al-Allamah Salman Jalil adalah pakar ilmu falak dan ilmu faraidh. (Pada masa itu, hanya ada dua orang pakar ilmu falak yang diakui ketinggian dan kedalamannya yaitu beliau dan al-marhum KH. Hanafiah Gobet). Selain itu, Salman Jalil juga adalah Qhadi Qudhat Kalimantan dan salah seorang tokoh pendiri IAIN Antasari Banjarmasin. Beliau ini pada masa tuanya kembali berguru kepada Guru Sekumpul sendiri. Peristiwa ini yang beliau contohkan kepada kami agar jangan sombong, dan lihatlah betapa seorang guru yang alim besar tidak pernah sombong di hadapan kebesaran ilmu pengetahuan, meski yang sekarang sedang menyampaikannya adalah muridnya sendiri. Selain itu, di antara guru-guru beliau lagi selanjutnya adalah Syaikh Syarwani Abdan (Bangil) dan al-Alim al-Allamah al-Syaikh al-Sayyid Muhammad Amin Kutbi. Kedua tokoh ini biasa disebut Guru Khusus beliau, atau meminjam perkataan beliau sendiri adalah Guru Suluk (Tarbiyah al-Shufiyah). Dari beberapa guru beliau lagi adalah Kyai Falak (Bogor), Syaikh Yasin bin Isa Padang (Makkah), Syaikh Hasan Masyath, Syaikh Ismail al-Yamani, dan Syaikh Abdul Kadir al-Bar. Sedangkan guru pertama secara ruhani adalah al-Alim al-Allamah Ali Junaidi (Berau) bin al-Alim al-Fadhil Qadhi Muhammad Amin bin al-Alim al-Allamah Mufti Jamaludin bin Syaikh Muhammad Arsyad al-Banjari, dan al -Alim al-Allamah Muhammad Syarwani Abdan Bangil. (Selain ini, masih banyak tokoh lagi di mana sebagiannya sempat saya catat dan sebagian lagi tidak sempat karena waktu itu beliau menyebutkannya dengan sangat cepat. Sempat saya hitung kira-kira, guru beliau ada sekitar 179 orang sepesialis bidang keilmuan Islam terdiri dari wilayah Kalimantan sendiri, dari Jawa-Madura, dan dari Makkah).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Gemblengan ayah dan bimbingan intensif pamanda beliau semenjak kecil betul-betul tertanam. Semenjak kecil beliau sudah menunjukkan sifat mulia; penyabar, ridha, pemurah, dan kasih sayang terhadap siapa saja. Kasih sayang yang ditanamkan dan juga ditunjukkan oleh ayahnda beliau sendiri. Seperti misalnya suatu ketika hujan turun deras sedangkan rumah beliau sekeluarga sudah sangat tua dan reot. Sehingga air hujan merembes masuk dari atap-atap rumah. Pada waktu itu, ayah beliau menelungkupi beliau untuk melindungi tubuhnya dari&lt;br /&gt;hujan dan rela membiarkan dirinya sendiri tersiram hujan. Abdul Ghani bin Abdul Manaf, ayah dari Syekh Muhammad Ghani juga adalah seorang pemuda yang shalih dan sabar dalam menghadapi segala situasi dan sangat kuat dengan menyembunyikan derita dan cobaan. Tidak pernah mengeluh kepada siapapun. Cerita duka dan kesusahan sekaligus juga merupakan intisari kesabaran, dorongan untuk terus berusaha yang halal, menjaga hak orang lain, jangan mubazir, bahkan sistem memenej usaha dagang beliau sampaikan kepada kami lewat cerita-cerita itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa cerita yang diriwayatkan adalah Sewaktu kecil mereka sekeluarga yang terdiri dari empat orang hanya makan satu nasi bungkus dengan lauk satu biji telur, dibagi empat. Tak pernah satu kalipun di antara mereka yang mengeluh. Pada masa-masa itu juga, ayahnda beliau membuka kedai minuman. Setiap kali ada sisa teh, ayahnda beliau selalu meminta izin kepada pembeli untuk diberikan kepada beliau. Sehingga kemudian sisa-sisa minuman itu dikumpulkan dan diberikan untuk keluarga. Adapun sistem mengatur usaha dagang, beliau sampaikan bahwa setiap keuntungan dagang itu mereka bagi menjadi tiga. Sepertiga untuk menghidupi kebutuhan keluarga, sepertiga untuk menambah modal usaha, dan sepertiga untuk disumbangkan. Salah seorang ustazd kami pernah mengomentari hal ini, “bagaimana tidak berkah hidupnya kalau seperti itu.” Pernah sewaktu kecil beliau bermain-main dengan membuat sendiri mainan dari gadang pisang. Kemudian sang ayah keluar rumah dan melihatnya. Dengan ramah sang ayah menegur beliau, “Nak, sayangnya mainanmu itu. Padahal bisa dibuat sayur.” Beliau langsung&lt;br /&gt;berhenti dan menyerahkannya kepada sang ayah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Beberapa Catatan lain berupa beberapa kelebihan dan keanehan: Beliau sudah hapal al-Qur`an semenjak berusia 7 tahun. Kemudian hapal tafsir Jalalain pada usia 9 tahun. Semenjak kecil, pergaulan beliau betul-betul dijaga. Kemanapun bepergian selalu ditemani (saya lupa nama sepupu beliau yang ditugaskan oleh Syaikh Seman Mulya untuk menemani beliau). Pernah suatu ketika beliau ingin bermain-main ke pasar seperti layaknya anak sebayanya semasa kecil. Saat memasuki gerbang pasar, tiba-tiba muncul pamanda beliau Syaikh Seman Mulya di hadapan beliau dan memerintahkan untuk pulang. Orang-orang tidak ada yang melihat Syaikh, begitu juga sepupu yang menjadi “bodyguard’ beliau. Beliaupun langsung pulang ke rumah. Pada usia 9 tahun pas malam jum’at beliau bermimpi melihat sebuah kapal besar turun dari langit. Di depan pintu kapal berdiri seorang penjaga dengan jubah putih dan di gaun pintu masuk kapal tertulis “Sapinah al-Auliya”. Beliau ingin masuk, tapi dihalau oleh penjaga hingga tersungkur. Beliaupun terbangun. Pada malam jum’at berikutnya, beliau kembali bermimpi hal serupa. Dan pada malam jum’at ketiga, beliau kembali bermimpi serupa. Tapi kali ini beliau dipersilahkan masuk dan disambut oleh salah seorang syaikh. Ketika sudah masuk, beliau melihat masih banyak kursi yang kosong. Ketika beliau merantau ke tanah Jawa untuk mencari ilmu, tak disangka tak dikira orang yang pertama kali menyambut beliau dan menjadi guru adalah orang yang menyambut beliau dalam mimpi tersebut. Salah satu pesan beliau tentang karamah adalah agar kita jangan sampai tertipu dengan segala keanehan dan keunikan. Karena bagaimanapun juga karamah adalah anugrah, murni pemberian, bukan suatu keahlian atau skill. Karena itu jangan pernah berpikir atau berniat untuk mendapatkan karamah dengan melakukan ibadah atau wiridan-wiridan. Dan karamah yang paling mulia dan tinggi nilainya adalah istiqamah di jalan Allah itu sendiri. Kalau ada orang mengaku sendiri punya karamah tapi shalatnya tidak karuan, maka itu bukan karamah, tapi “bakarmi” (orang yang keluar sesuatu dari duburnya).&lt;br /&gt;Selain sebagai ulama yang ramah dan kasih sayang kepada setiap orang, beliau juga orang yang tegas dan tidak segan-segan kepada penguasa apabila menyimpang. Karena itu, beliau menolak undangan Soeharto untuk mengikuti acara halal bil halal di Jakarta. Begitu juga dalam pengajian-pengajian, tidak kurang-kurangnya beliau menyampaikan kritikan dan teguran kepada penguasa baik Gubernur, Bupati atau jajaran lainnya dalam suatu masalah yang beliau anggap menyimpang atau tidak tepat. Pada hari Rabu, 10 Agustus 2005, jam 05.10 pagi beliau telah berpulang ke rahmatullah pada usia 63 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SguH1z5BeRI/AAAAAAAAATo/00ieiZmzNeU/s1600-h/makam-abah-guru-sekumpul2.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 200px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SguH1z5BeRI/AAAAAAAAATo/00ieiZmzNeU/s200/makam-abah-guru-sekumpul2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5335507542082681106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Makam Tuan Guru. M.Zaini Abdul Ghani - Sekumpul,Martapura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-4467815260970706411?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/4467815260970706411/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/tuan-guru-mzaini-abdul-ghani-martapura.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4467815260970706411'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4467815260970706411'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/tuan-guru-mzaini-abdul-ghani-martapura.html' title='Tuan Guru M.Zaini Abdul Ghani - Martapura'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SguHAzAdrBI/AAAAAAAAATg/_WLWTtY7DEA/s72-c/guru-sekumpul-martapura.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-8728595921530674158</id><published>2009-05-10T08:37:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T08:47:10.607-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Al Habib Syeikh Abu Bakar Bin Salim</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sgb1tqNoEvI/AAAAAAAAATI/pI9bxBsCOKE/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334220973441290994" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 256px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sgb1tqNoEvI/AAAAAAAAATI/pI9bxBsCOKE/s320/untitled.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;“Kamilah raja sejati, bukan yang lain. Demi Allah, selain kami, tak diketemukan raja lain. Kekuasaan pada raja hanyalah istilah belaka. Namun mereka bangga dan membuat kerusakan di dunia. Kemuliaan tanpa Allah adalah kehinaan sejati. Dan merasa mulia dengan Allah adalah kemuliaan yang hakiki” Syeikh Abu Bakar bin Salim&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Dipetik dari:&lt;br /&gt;Aurad al-Awliya’ menyambut rangka khaul Al-’Allamah Al-Habib Syeikh Abu Bakar bin Salim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syeikh Abu Bakar bin Salim adalah syeikh Islam dan teladan manusia. Pemimpin alim ulama. Hiasan para wali. Seorang yang amat jarang ditemukan di zamannya. Da’i yang menunjukkan jalan Illahi dengan wataknya.&lt;br /&gt;Pembimbing kepada kebenaran dengan perkataannya. Para ulama di zamannya mengakui keunggulannya. Dia telah menyegarkan berbagai warisan pendahulu-pendahulunya yang saleh. Titisan dari Hadrat Nabawi. Cabang dari pohon besar Alawi. Alim Rabbani. Imam kebanggaan Agama, Abu Bakar bin Salim Al-’Alawi, semoga Allah meredhainya.&lt;br /&gt;Beliau lahir di Kota Tarim yang makmur, salah satu kota di Hadramaut, pada tanggal 13 Jumadi Ats-Tsani, tahun 919 H. Dia kota itu, dia tumbuh dengan pertumbuhan yang saleh, di bawah tradisi nenek moyangnya yang suci dalam menghafal Al-Quran.&lt;br /&gt;Orang-orang terpercaya telah mengisahkan; manakala beliau mendapat kesulitan menghafal Al-Quran pada awalnya. Ayahnya mengadukan halnya kepada Syeikh Al-Imam Syihabuddin bin Abdurrahman bin Syeikh Ali. Maka Syeikh itu bertutur: “Biarkanlah dia! Dia akan mampu menghafal dengan sendirinya dan kelak dia akan menjadi orang besar. Maka menjadilah dia seperti yang telah diucapkan Syeikh itu. Serta-merta, dalam waktu singkat, dia telah mengkhatamkan Al-Quran.&lt;br /&gt;Kemudian dia disibukkan dengan menuntut ilmu-ilmu bahasa Arab dan agama dari para pembesar ulama dengan semangat yang kuat, kejernihan atin dan ketulusan niat. Bersamaan dengan itu, dia memiliki semangat yang menyala dan ruh yang bergelora. Maka tampaklah tanda-tanda keluhurannya, bukti-bukti kecerdasannya dan ciri-ciri kepimpinannya. Sejak itu, sebagaimana diberitakan Asy-Syilly dalam kitab Al-Masyra’ Ar-Rawy, dia membolak-balik kitab-kitab tentang bahasa Arab dan agama dan bersungguh-sungguh dalam mengkajinya serta menghafal pokok-pokok dan cabang-cabang kedua disiplin tersebut. Sampai akhirnya, dia mendapat langkah yang luas dalam segala ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;Dia telah menggabungkan pemahaman, peneguhan, penghafalan dan pendalaman. Dialah alim handal dalam ilmu-ilmu Syariat, mahir dalam sastra Arab dan pandai serta kokoh dalam segenap bidang pengetahuan.&lt;br /&gt;Dalam semua bidang tersebut, beliau telah menampakkan kecerdasannya yang nyata. Maka, menonjollah karya-karyanya dalam mengajak dan membimbing hamba-hamba Allah menuju jalan-Nya yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Guru-guru beliau&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para guru beliau antara lain; Umar Basyeban Ba’alawi, ahli fiqih yang saleh, Abdullah bin Muhammad Basahal Bagusyair dan Faqih Umar bin Abdullah Bamakhramah. Pada merekalah dia mengkaji kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah. Syeikh Ma’ruf bin Abdullah Bajamal Asy-Syibamy dan Ad-Dau’any juga termasuk guru-guru beliau.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Hijrahnya dari Tarim&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dia beranjak dari Kota Tarim ke kota lain bertujuan untuk menghidupkan pengajian. memperbarui corak dan menggalakkan dakwah Islamiyah di jantung kota tersebut. Maka berangkatlah beliau ke kota ‘Inat, salah satu negeri Hadramaut. Dia menjadikan kota itu sebagai kota hijrahnya. Kota itu dia hidupkan dengan ilmu dan dipilihnya sebagai tempat pendidikan, pengajaran dan pembimbingan. Tinggallah di sana hingga kini, masjid yang beliau dirikan dan pemakaman beliau yang luas. Syahdan, berbondong-bondonglah manusia berdatangan dari berbagai pelosok negeri untuk menimba ilmunya. Murid-murid beliau mengunjunginya dari beragam tempat: Hadramaut, Yaman, Syam, India, Indus, Mesir, Afrika, Aden, Syihr dan Misyqash.&lt;br /&gt;Para murid selalu mendekati beliau untuk mengambil kesempatan merasai gambaran kemuliaan dan menyerap limpahan ilmunya. Dengan merekalah pula, kota ‘Inat yang kuno menjadi berkembang ramai. Kota itu pun berbangga dengan Syeikh Imam Abu Bakar bin Salim Al-’Alawi. Karena berkat kehadiran beliaulah kota tersebut terkenal dan tersohor, padahal sebelumnya adalah kota yang terlupakan. Tentang hal itu, Muhammad bin Ali bin Ja’far Al-Katsiry bersyair:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketika kau datangi ‘Inat, tanahnya pun bedendang&lt;br /&gt;Dari permukaannya yang indah terpancarlah makrifat&lt;br /&gt;Dahimu kau letakkan ke tanah menghadap kiblat&lt;br /&gt;Puji syukur bagi yang membuatmu mencium tanah liatnya&lt;br /&gt;Kota yang di dalamnya diletakkan kesempurnaan&lt;br /&gt;Kota yang mendapat karunia besar dari warganya&lt;br /&gt;Dengan khidmat, masuklah sang Syeikh merendahkan diri&lt;br /&gt;Duhai, kota itu telah terpenuhi harapannya.&lt;br /&gt;Akhlak dan kemuliaannya &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Dia adalah seorang dermawan danmurah hati, menginfakkan hrtanya tanpa takut menjadi fakir. Dia memotong satu dua ekor unta untuk para peziarahnya, jika jumlah mereka banyak. Dan betapa banyak tamu yang mengunjungi ke pemukimannya yang luas.&lt;br /&gt;Dia amat mempedulikan para tamu dan memperhatikan keadaan mereka.Tidak kurang dari 1000 kerat roti tiap malam dan siangnya beliau sedekahkan untuk fuqara’. Kendati dia orang yang paling ringan tangannya dan paling banyak infaknya, dia tetap orang yang paling luhur budi pekertinya, paling lpang dadanya, paling sosial jiwanya dan paling rendah hainya. Sampai-sampai orang banyak tidak pernah menyaksikannya beristirahat.&lt;br /&gt;Syeikh ahli fiqih, Abdurrahman bin Ahmad Bawazir pernah berkata: “Syeikh Abu Bakar selama 15 tahun dari akhir umurnya tidak pernah terlihat duduk-duduk bersama orang-orang dekatnya dan orang-orang awam lainnya kecuali ntuk menanti didirikannya saolat lima waktu”.&lt;br /&gt;Syeikh sangat mengasihani orang-orang lemah dan berkhidmat kepada orang-orang yang menderita kesusahan. Dia memperlihatkan dan menyenangkan perasaan mereka dan memenuhi hak-hak mereka dengan baik.&lt;br /&gt;Di antara sekian banyak akhlaknya yang mulia itu adalah kuatnya kecintaan, rasa penghormatan dan kemasyhuran nama baiknya di kalangan rakyat. Selain murid-murid dan siswa-siswanya, banyak sekali orang berkunjung untuk menemuinya dari berbagai tempat; baik dari Barat ataupun Timur, dari Syam maupu Yaman, dari orang Arab maupun non-Arab. Mereka semua menghormati dan membanggakan beliau.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-8728595921530674158?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/8728595921530674158/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/al-habib-syeikh-abu-bakar-bin-salim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8728595921530674158'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8728595921530674158'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/al-habib-syeikh-abu-bakar-bin-salim.html' title='Al Habib Syeikh Abu Bakar Bin Salim'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sgb1tqNoEvI/AAAAAAAAATI/pI9bxBsCOKE/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6620568491230151764</id><published>2009-05-10T08:25:00.000-07:00</published><updated>2009-05-10T08:35:23.964-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Habib Muhammad bin Husein Al-Idrus</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sgbylgw7MXI/AAAAAAAAATA/allTtb-scw4/s1600-h/Habib+Muhammad+Husein+Al-Aidrus.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334217534931153266" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 194px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sgbylgw7MXI/AAAAAAAAATA/allTtb-scw4/s320/Habib+Muhammad+Husein+Al-Aidrus.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Habib Muhammad bin Husein Al-Aidrus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; ialah seorang yang pendiam, sedikit makan dan tidur. Setiap orang yang berziarah kepada beliau pasti merasa nyaman dan senang kerana memandang wajah beliau yang ceria dan jernih dengan pancaran nur (cahaya). Setiap waktu beliau gunakan untuk selalu berzikir dan berselawat kepada datuk beliau Rasulullah s.a.w. Beliau juga gemar memenuhi undangan kaum fakir miskin. Setiap pembicaraan yang keluar dari mulut beliau selalu bernilai kebenaran-kebenaran sekalipun pahit akibatnya. Tidak seorangpun dari kaum muslimin yang beliau khianati, apalagi dianiaya.&lt;br /&gt;Setiap hari jam 10 pagi hingga Zuhur beliau selalu menyempatkan untuk menjamu para tamu yang datang dari segala penjuru kota, bahkan ada sebahagian dari mancanegara. Sedangkan waktu antara Maghrib sampai Isyak, beliau pergunakan untuk menelaah kitab-kitab yang menceritakan perjalanan kaum salaf. Setiap malam Jumaat, beliau mengadakan pembacaan burdah bersama para jamaahnya.&lt;br /&gt;Beliau memang sering diminta nasihat oleh warga di sekitar rumahnya, terutama dalam masalah kehidupan sehari-hari, masalah rumahtangga, dan masalah masyarakat lainnya. Itu semua beliau terima dengan senang hati dan tangan terbuka. Dan konon, beliau sudah tahu apa yang akan dikemukakan, sehingga si tamu merasa heran dan puas. Apalagi jika kemudian mendapat jalan keluarnya. “Itu pula yang saya ketahui secara langsung. Beliau adalah guru saya,” tutur &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Habib Mustafa bin Abdullah Al-Aidrus&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, menantunya, yang juga pimpinan &lt;strong&gt;Majlis Taklim Syamsi Syumus&lt;/strong&gt;, Tebet Timur Dalam Raya, Jakarta Selatan. Di antara mujahadah beliau, selama 7 tahun berpuasa dan dan hanya berbuka dan bersahur dengan tujuh biji kurma. Bahkan pernah selama setahun beliau berpuasa dan hanya berbuka dan bersahur dengan gandum yang sangat sedikit. Untuk berbuka puasa dan bersahur selama setahun itu beliau hanya menyediakan gandum sebanyak lima mud saja. Dan itulah pula yang dilakukan oleh Imam al-Ghazali. Satu mud ialah 675 gram. Habib Muhammad pernah berkata, "Di masa permulaan aku gemar menelaah kitab-kitab tasauf. Aku juga senantiasa menguji nafsuku ini dengan meniru perjuangan mereka (kaum salaf) yang tersurat dalam kitab-kitab salaf itu". Digelar Habib Neon Pada suatu malam, ketika ribuan jemaah tengah mengikuti taklim di sebuah masjid di Surabaya, tiba-tiba bekalan elektrik terpadam. Tentu saja mereka risau, heboh. Mereka satu persatu keluar, apalagi malam itu bulan tengah purnama. Ketika itulah dari kejauhan tampak seseorang berjalan menuju masjid. Dia mengenakan gamis dan serban putih, berselempang kain rida warna hijau. Dia ialah Habib Muhammad bin Husein Al-Aidrus. Begitu masuk ke dalam masjid, aneh dan ajaib, mendadak masjid terang-benderang seolah ada lampu neon yang menyala. Padahal, Habib Muhammad tidak membawa obor atau lampu. Para jamaah kehairanan. Apa yang terjadi? Setelah diperhatikan, ternyata cahaya terang-benderang itu keluar dari tubuh sang habib. Maka, sejak itu beliau mendapat gelaran Habib Neon. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Pewaris Peribadi Imam Ali Zainal Abidin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Habib Muhammad bin Husein Al-Aidrus ialah pewaris peribadi Imam Ali Zainal Abidin yang haliyahnya agung dan sangat mulia. Beliau juga memiliki maqam tinggi yang jarang diwariskan kepada generasi-generasi penerusnya. Dalam hal ini Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad telah menyifati mereka dalam untaian syairnya:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;ث&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;بتوا على قـدم النبى والصحب \ والتـابعين لهم فسل وتتبعومضو على قصد السبيل الى العلى \ قدما على قدم بجد أوزع&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka tetap dalam jejak Nabi dan sahabat-sahabatnyaJuga para tabiin. Maka tanyakan kepadanya dan ikutilah jejaknya.&lt;br /&gt;Mereka menelusuri jalan menuju kemuliaan dan ketinggianSetapak demi setapak (mereka telusuri) dengan kegigihan dan kesungguhan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Habib Muhammad bin Husein Al-Aidrus wafat pada 30 Jamadilawal 1389 H/22 Jun 1969 M dalam usia 71 tahun dan jenazahnya dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Pegirikan, Surabaya, di samping makam paman dan mertuanya, Habib Mustafa Al-Aidrus, sesuai dengan wasiatnya. Setelah beliau wafat, aktivitas dakwahnya dilanjutkan oleh puteranya yang ketiga, Habib Syeikh bin Muhammad Al-Aidrus dengan membuka majlis burdah di Ketapang Kecil, Surabaya. Haul Habib Muhammad diselenggarakan setiap hari Khamis pada akhir bulan Jamadil'awal.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6620568491230151764?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6620568491230151764/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/habib-muhammad-bin-husein-al-idrus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6620568491230151764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6620568491230151764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/05/habib-muhammad-bin-husein-al-idrus.html' title='Habib Muhammad bin Husein Al-Idrus'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sgbylgw7MXI/AAAAAAAAATA/allTtb-scw4/s72-c/Habib+Muhammad+Husein+Al-Aidrus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-1988780330282467009</id><published>2009-04-03T21:16:00.000-07:00</published><updated>2009-04-03T21:22:19.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DIALOG NABI SAW DENGAN IBLIS'/><title type='text'>DIALOG NABI SAW DENGAN IBLIS</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal r.a. dari Ibn Abbas r.a., ia berkata : "Kami bersama Rasululah SAW berada di rumah seorang sahabat dari golongan Anshar dalam sebuah jamaah. Tiba-tiba, ada yang memanggil dari luar : " Wahai para penghuni rumah, apakah kalian mengizinkanku masuk, karena kalianmembutuhkanku ". Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabat :" Apakahkalian tahu siapa yang menyeru itu ?". Para sahabat menjawab , " Tentu Allah dan Rasul- Nya lebih mengetahui ". Rasulullah berkata : " Dia adalah Iblis yangterkutuk - semoga Allah senantiasa melaknatnya". Umar bin Khattab r.a. berkata :" Ya, Rasulullah, apakah engkau mengijinkanku untuk membunuhnya?". Nabi SAWberkata pelan :" Bersabarlah wahai Umar, apakah engkau tidak tahu bahwa dia termasuk mereka yang tertunda kematiannya sampai waktu yang ditentukan [harikiyamat]?.Sekarang silakan bukakan pintu untuknya, karena ia sedang diperintahkanAllah SWT. Fahamilah apa yang dia ucapkan dan dengarkan apa yang akan dia sampaikan kepada kalian ! ".Ibnu Abbas berkata : " Maka dibukalah pintu, kemudian Iblis masuk ke tengah- tengah kami. Ternyata dia adalah seorang yang sudah tua bangka dan buta sebelahmata. Dagunya berjanggut sebanyak tujuh helai rambut yang panjangnya sepertirambut kuda, kedua kelopak matanya [masyquqatani] memanjang [terbelahke-atas, tidak kesamping], kepalanya seperti kepala gajah yang sangat besar, gigitaringnya memanjang keluar seperti taring babi, kedua bibirnya seperti bibir macan / kerbau [tsur]. Dia berkata, " Assalamu 'alaika ya Muhammad, assalamu 'alaikum ya jamaa'atal-muslimin [salam untuk kalian semua wahai golongan muslimin]". Nabi SAW menjawab :" Assamu lillah ya la'iin [Keselamatan hanya milik Allah SWT, wahai makhluq yang terlaknat. Aku telah mengetahui, engkau punya keperluan kepada kami. Apa keperluanmu wahai Iblis".Iblis berkata :" Wahai Muhammad, aku datang bukan karena keinginankusendiri, tetapi aku datang karena terpaksa [diperintah]."Nabi SAW berkata :" Apa yang membuatmu terpaksa harus datang kesini, wahaiterlaknat?".Iblis berkata," Aku didatangi oleh seorang malaikat utusan Tuhan Yang MahaAgung, ia berkata kepada-ku 'Sesungguhnya Allah SWT menyuruhmu untuk datangkepada Muhammad SAW dalam keadaan hina dan bersahaja. Engkau harus memberitahu kepadanya bagaimana tipu muslihat, godaanmu dan rekayasamu terhadap Bani Adam, bagaimana engkau membujuk dan merayu mereka. Engkau harus menjawab dengan jujur apa saja yang ditanyakan kepa-damu'. Allah SWT bersabda," Demi kemulia-an dan keagungan-Ku, jika engkau berbohong sekali saja dan tidak berkata benar, niscaya Aku jadikan kamu debu yang dihempas oleh angin dan Aku puaskan musuhmu karena bencana yang menimpamu". Wahai Muhammad, sekarang aku datang kepadamu sebagaimana aku diperintah. Tanyakanlah kepadaku apa yang kau inginkan. Jika aku tidak memuaskanmu tentang apa yang kamu tanyakan kepadaku, niscaya musuhku akan puas atas musibah yang terjadi padaku. Tiada beban yang lebih berat bagiku daripada leganya musuh-musuhku yang menimpa diriku".Rasulullah kemudian mulai bertanya :" Jika kamu jujur, beritahukanlah kepada-ku, siapakah orang yang paling kamu benci ?".Iblis menjawab :" Engkau, wahai Muhammad, engkau adalah makhluq Allah yang paling aku benci, dan kemudian orang-orang yang mengikuti agamamu".Rasulullah SAW :" Siapa lagi yang kamu benci?".Iblis :" Anak muda yang taqwa, yang menyerahkan jiwanya kepada Allah SWT".Rasulullah :" Lalu siapa lagi ?".Iblis :" Orang Alim dan Wara [menjaga diri dari syubhat] yang saya tahu, lagi penyabar".Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".Iblis :" Orang yang terus menerus menjaga diri dalam keadaan suci dari kotoran".Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".Iblis :" Orang miskin [fakir] yang sabar, yang tidak menceritakan kefakirannya kepada orang lain dan tidak mengadukan keluh-kesahnya ".Rasulullah :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia itu penyabar ?".Iblis :" Wahai Muhammad, jika ia mengadukan keluh kesahnya kepada makhluq sesamanya selama tiga hari, Tuhan tidak memasukkan dirinya ke dalam golonganorang-orang yang sabar ".Rasulullah :" Lalu, siapa lagi ?".Iblis :" Orang kaya yang bersyukur ".Rasulullah bertanya :" Bagaimana kamu tahu bahwa ia bersyukur ?".Iblis :" Jika aku melihatnya meng-ambil dari dan meletakkannya pada tempat yanghalal".Rassulullah :"Bagaimana keadaanmu jika umatku mengerjakan shalat ?".Iblis :"Aku merasa panas dan gemetar".Rasulullah :"Kenapa, wahai terlaknat?".Iblis :" Sesungguhnya, jika seorang hamba bersujud kepada Allah sekali sujud saja, maka Allah mengangkat derajatnya satu tingkat".Rassulullah :"Jika mereka shaum (Puasa) ?".Iblis : " Saya terbelenggu sampai mereka berbuka puasa".Rasulullah :" Jika mereka menunaikan haji ?".Iblis :" Saya menjadi gila".Rasulullah :"Jika mereka membaca Al Qur'an ?'.Iblis :' Aku meleleh seperti timah meleleh di atas api".Rasulullah :" Jika mereka berzakat ?".Iblis :" Seakan-akan orang yang berzakat itu mengambil gergaji / kapak dan memotongku menjadi dua".Rasulullah :" Mengapa begitu, wahai Abu Murrah ?".Iblis :" Sesungguhnya ada empat manfaat dalam zakat itu. Pertama, Tuhan menurunkan berkah atas hartanya. Kedua, menjadikan orang yang bezakat disenangi makhluq-Nya yang lain. Ketiga, menjadikan zakatnya sebagai penghalang antara dirinya dengan api neraka. Ke-empat, dengan zakat, Tuhan mencegah bencana dan malapetaka agar tidak menimpanya".Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Abu Bakar?".Iblis :" Wahai Muhammad, pada zaman jahiliyah, dia tidak taat kepadaku, bagaimana mungkin dia akan mentaatiku pada masa Islam".Rasulullah :" Apa pendapatmu tentang Umar ?".Iblis :" Demi Tuhan, tiada aku ketemu dengannya kecuali aku lari darinya".Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Utsman ?".Iblis :" Aku malu dengan orang yang para malaikat saja malu kepadanya".Rasulullah :"Apa pendapatmu tentang Ali bin Abi Thalib ?".Iblis :" Andai saja aku dapat selamat darinya dan tidak pernah bertemu dengannya [menukar darinya kepala dengan kepala], dan kemudian ia meninggalkanku dan aku meninggalkannya, tetapi dia sama sekali tidak pernah melakukan hal itu".Rasulullah :" Segala puji hanya bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu sampai hari kiamat".&lt;br /&gt;Iblis yang terlaknat berkata kepada Muhammad :" Hay-hata hay-hata [tidakmungkin- tidak mungkin]. Mana bisa umatmu bahagia sementara aku hidup dan tidak mati sampai hari kiamat. Bagaimana kamu senang dengan umatmu sementara aku masuk ke dalam diri mereka melalui aliran darah, daging, sedangkan merekatidak melihatku. Demi Tuhan yang menciptakanku dan membuatku menunggu sampai hari mereka dibangkitkan. Akan aku sesatkan mereka semua, baik yang bodoh maupun yang pandai, yang buta-huruf dan yang melek-huruf. Yang kafir dan yang suka beribadah, kecuali hamba yang mukhlis [ikhlas]".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah :"Siapa yang mukhlis itu menurutmu ?".Iblis dengan panjang-lebar menjawab :" Apakah engkau tidak tahu, wahaiMuhammad. Barangsiapa cinta dirham dan dinar, dia tidak termasuk orang ikhlasuntuk Allah. Jika aku melihat orang tidak suka dirham dan dinar, tidak suka puji dan pujaan, aku tahu bahwa dia itu ikhlas karena Allah, maka aku tinggalkan ia. Sesungguhnya hamba yang mencintai harta, pujian dan hatinya tergantung pada nafsu [syahwat] dunia, dia lebih rakus dari orang yang saya jelaskan kepadamu. Tak tahukah engkau, bahwa cinta harta termasuk salah satu dosa besar.&lt;br /&gt;Wahai Muhammad, tak tahukan engkau bahwa cinta kedudukan [riyasah] termasuk dosa besar. Dan bahwa sombong, juga termasuk dosa besar. Wahai Muhammad, tidak tahukan engkau, bahwa aku punya tujuh puluh ribu anak. Setiap anak dari mereka, punya tujuh puluh ribu syaithan. Diantara mereka telah aku tugaskan untuk menggoda golongan ulama, dan sebagian lagi menggoda anak muda, sebagian lagi menggoda orang-orang tua, dan sebagian lagi menggoda orang-orang lemah. Adapun anak-anak muda, tidak ada perbedaan di antara kami dan mereka, sementara anak-anak kecilnya, mereka bermain apa saja yang mereka kehendakibersamanya. Sebagian lagi telah aku tugaskan untuk menggoda orang-orang yangrajin beribadah, sebagian lagi untuk kaum yang menjauhi dunia [zuhud]. Setan masuk ke dalam dan keluar dari diri mereka, dari suatu keadaan ke keadaan yanglain, dari satu pintu ke pintu yang lain, sampai mereka mempengaruhi manusiadengan satu sebab dari sebab-sebab yang banyak. Lalu syaithan mengambilkeikhlasan dari mereka. Menjadikan mereka menyembah Allah tanpa rasa ikhlas, tetapi mereka tidak merasa. Apakah engkau tidak tahu, tentang Barshisha, sang pendeta yang beribadah secara ikhlas selama tujuh puluh tahun, hingga setiaporang yang sakit menjadi sehat berkat da'wahnya. Aku tidak meninggalkannyasampai dia dia berzina, membunuh, dan kafir [ingkar]. Dialah yang disebut olehAllah dalam Qur'an dengan firmannya [dalam Surah Al Hasyr] :" (Bujukan orang- orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaitan ketika mereka berkata padamanusia:"Kafirlah kamu", maka tatkala manusia itu telah kafir ia berkata:"Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takutkepada Allah, Rabb semesta alam". (QS. 59:16).Apakah engkau tidak tahu wahai Muhammad, bahwa kebohongan itu berasal dariku.Akulah orang yang pertama kali berbohong. Barangsiapa berbohong, dia adalah temanku, dan barangsiapa berbohong kepada Allah, dia adalah kekasihku. Apakahengkau tidak tahu, bahwa aku bersumpah kepada Adam dan Hawa, " Demi Allah akuadalah penasihat kamu berdua". Maka, sumpah palsu merupakan kesenangan hatiku, ghibah, membicarakan kejelekan orang lain, dan namimah, meng-adu dombaadalah buah kesukaanku, melihat yang jelek-jelek adalah kesukaan dan kesenanganku.Barangsiapa thalaq, bersumpah untuk cerai, dia mendekati perbuatan dosa, meskipun hanya sekali, dan meskipun ia benar. Barangsiapa membiasakan lisannyadengan ucapan cerai, istrinya menjadi haram baginya. Jika mereka masih memilikiketurunan sampai hari kiyamat, maka anak mereka semuanya adalah anak-anak hasil zina. Mereka masuk neraka hanya karena satu kata saja.Wahai Muhammad, sesungguhnya diantara umatmu ada yang meng-akhirkan shalatbarang satu dua jam. Setiap kali mau shalat, aku temani dia dan aku goda dia. Kemudian aku katakan kepadanya:" Masih ada waktu, sementara engkau sibuk". Sehingga dia mengakhirkan shalatnya dan mengerjakannya tidak pada waktunya,maka Tuhan memukul wajahnya. Jika ia menang atasku, maka aku kirim satu syaithan yang membuatnya lupa waktu shalat. Jika ia menang atasku, aku tinggalkan dia sampai ketika mengerjakan shalat aku katakan kepadanya,' Lihatlah kiri-kanan', lalu ia menengok. Saat itu aku usap wajahnya dengan tanganku dan aku cium antara kedua matanya dan aku katakan kepadanya,' Aku telah menyuruh apa yang tidak baik selamanya'. Dan engkau sendiri tahu wahai Muhammad, siapa yang sering menoleh dalam shalatnya, Allah akan memukul wajahnya.Jika ia menang atasku dalam hal shalat, ketika shalat sendirian, aku perintahkan dia untuk tergesa-gesa. Maka ia 'mencucuk' shalat seperti ayam mematuk biji-bijian dengan tergesa-gesa. Jika ia menang atasku, maka ketika shalat berjamaah aku cambuk dia dengan 'lijam' [cambuk] lalu aku angkat kepalanya sebelum imam mengangkat kepalanya. Aku letakkan ia hingga mendahului imam. Kamu tahu bahwa siapa yang melakukan itu, batal-lah shalatnya dan Allah akan mengganti kepalanya dengan kepala keledai pada hari kiyamat nanti. Jika ia masih menang atasku, aku perintahkan dia untuk mengacungkan jari- jarinya ketika shalat sehingga dia mensucikan aku ketika ia sholat. Jika ia masih menang, aku tiup hidungnya sampai dia menguap. Jika ia tidak menaruh tangan di mulutnya, syaithan masuk ke dalam perutnya dan dengan begitu ia bertambah rakus di dunia dan cinta dunia. Dia menjadi pendengar kami yang setia. Bagaimana umatmu bahagia sementara aku menyuruh orang miskin untuk meninggalkan shalat. Aku katakan kepadanya,' Shalat tidak wajib atasmu. Shalat hanya diwajibkan atas orang-orang yang mendapatkan ni'mat dari Allah'. Aku katakana kepada orang yang sakit :" Tinggalkanlah shalat, sebab ia tidak wajib atasmu. Shalat hanya wajib atas orang yang sehat, karena Allah berkata :" Tidak ada halangan bagi orang buta, tidak (pula) bagi orang pincang, tidak (pula) bagi orang sakit, .........&lt;br /&gt;Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(Nya) bagimu, agar kamu memahaminya. (QS. 24:61) Tidak ada dosa bagi orang yang sakit. Jika kamu sembuh, kamu harus shalat yang diwajibkan". Sampai dia mati dalam keadaan kafir. Jika dia mati dan meninggalkan shalat ketika sakit, dia bertemu Tuhan dan Tuhan marah kepadanya. Wahai Muhammad, jika aku bohong dan ngawur, maka mintalah kepada Tuhan untuk membuatku jadi pasir. Wahai Muhammad, bagaimana engkau bahagia melihat umatmu, sementara aku mengeluarkan seper-enam umatmu dari Islam.Nabi berkata :" Wahai terlaknat, siapa teman dudukmu ?".Iblis :" Pemakan riba".Nabi :" Siapa teman kepercayaanmu [shadiq] ?".Iblis :" Pe-zina".Nabi :" Siapa teman tidurmu ?".Iblis :" Orang yang mabuk".Nabi :" Siapa tamumu ?".Iblis :" Pencuri".Nabi:" Siapa utusanmu ?".Iblis :"Tukang Sihir".Nabi :" Apa kesukaanmu ?".Iblis :" Orang yang bersumpah cerai".Nabi :"Siapa kekasihmu ?".Iblis :"Orang yang meninggalkan shalat Jum'at".Nabi :"Wahai terlaknat, siapa yang memotong punggungmu ?".Iblis :"Ringkikan kuda untuk berperang di jalan Allah".Nabi :" Apa yang melelehkan badanmu ?".Iblis:"Tobatnya orang yang bertaubat".Nabi:"Apa yang menggosongkan [membuat panas] hatimu ?".Iblis:" Istighfar yang banyak kepada Allah siang-malam.Nabi:" Apa yang memuramkan wajahmu (membuat merasa malu dan hina)?".Iblis:" Zakat secara sembunyi-sembunyi".Nabi:" Apa yang membutakan matamu ?".Iblis :" Shalat diwaktu sahur [menjelang shubuh]".Nabi:" Apa yang memukul kepalamu ?".Iblis:" Memperbanyak shalat berjamaah".Nabi:" Siapa yang paling bisa membahagiakanmu ?".Iblis :" Orang yang sengaja meninggalkan shalat".Nabi:" siapa manusia yang paling sengsara [celaka] menurutmu?".Iblis:"Orang kikir / pelit".Nabi:" Siapa yang paling menyita pekerjaanmu [menyibukkanmu] ?".Iblis:" Majlis-majlis ulama".Nabi:" Bagaimana kamu makan ?".Iblis:"Dengan tangan kiriku dan dengan jari-jariku".Nabi:"Dimana kamu lindungkan anak-anakmu ketika panas ?".Iblis:" Dibalik kuku-kuku manusia".Nabi:" Berapa keperluanmu yang kau mintakan kepada Allah ?".Iblis:" Sepuluh perkara".Nabi:" Apa itu wahai terlaknat ?".Iblis :" Aku minta kepada-Nya untuk agar saya dapat berserikat dalam diri BaniAdam, dalam harta dan anak-anak mereka. Dia mengijinkanku berserikat dalam kelompok mereka. Itulah maksud firman Allah : “Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka. (QS. 17:64)&lt;br /&gt;Setiap harta yang tidak dikeluarkan zakatnya maka saya ikut memakannya. Saya juga ikut makan makanan yang bercampur riba dan haram serta segala harta yangtidak dimohonkan perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk. Setiap orang yang tidak memohon perlindungan kepada Allah dari syaithan ketika bersetubuih dengan istrinya maka syaithan akan ikut bersetubuh. Akhirnya melahirkan anak yang mendengar dan taat kepadaku. Begitu pula orang yang naik kendaraan dengan maksud mencari penghasilan yang tidak dihalalkan, maka saya adalah temannya. Itulah maksud firman Allah :", dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki ...... (QS.17:64) . Saya memohon kepada-Nya agar saya punya rumah, maka rumahku adalah kamar-mandi. Saya memohon agar saya punya masjid, akhirnya pasar menjadi masjidku. Aku memohon agar saya punya al-Qur'an, maka syair adalah al-Qur'anku. Saya memohon agar punya adzan, maka terompet adalah panggilan adzanku. Saya memohon agar saya punya tempat tidur, maka orang-orang mabuk adalah tempat tidurku. Saya memohon agar saya punya teman-teman yang menolongku, maka maka kelompok al-Qadariyyah menjadi teman-teman yang membantuku. Dan saya memohon agar saya memiliki teman-teman dekat, maka orang-orang yang menginfaq-kan harta kekayaannya untuk kemaksiyatan adalah teman dekat-ku. Ia kemudian membaca ayat : Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya. (QS. 17:27)Rasulullah berkata :" Andaikata tidak setiap apa yang engkau ucapkan didukungoleh ayat-ayat dari Kitabullah tentu aku tidak akan membenarkanmu".Lalu Iblis meneruskan :" Wahai Muhammad, saya memohon kepada Allah agar sayabisa melihat anak-cucu Adam sementara mereka tidak dapat melihatku. KemudianAllah menjadikan aku dapat mengalir melalui peredaran darah mereka. Diriku dapat berjalan kemanapun sesuai dengan kemauanku dan dengan cara bagaimanapun.Kalau saya mau, dalam sesaatpun bisa. Kemudian Allah berfirman kepadaku :" Engkau dapat melakukan apa saja yang kau minta". Akhirnya saya merasa senangdan bangga sampai hari kiamat. Sesungguhnya orang yang mengikutiku lebihbanyak daripada yang mengikutimu. Sebagian besar anak-cucu Adam akan mengikutiku sampai hari kiamat. Saya memiliki anak yang saya beri nama Atamah. Ia akan kencing di telinga seorang hamba ketika ia tidur meninggalkan shalat Isya. Andaikata tidak karenanya tentu ia tidak akan tidur lebih dahulu sebelum menjalankan shalat. Saya juga punya anak yang saya beri nama Mutaqadhi. Apabila ada seorang hamba melakukan ketaatan ibadah dengan rahasia dan ingin menutupinya, maka anak saya tersebut senantiasa membatalkannya dan dipamer-kan ditengah-tengah manusia sehingga semua manusia tahu. Akhirnya Allah membatalkan sembilan puluh Sembilan dari seratus pahala-Nya sehingga yang tersisa hanya satu pahala, sebab,setiap ketaatan yang dilakukan secara rahasia akan diberi seratus pahala. Saya punya anak lagi yang bernama Kuhyal. Ia bertugas mengusapi celak mata semua orang yang sedang ada di majlis pengajian dan ketika khatib sedang memberikan khutbah, sehingga, mereka terkantuk dan akhirnya tidur, tidak dapat mendengarkan apa yang dibicarakan para ulama. Bagi mereka yang tertidur tidak akan ditulis pahala sedikitpun untuk selamanya. Setiap kali ada perempuan keluar pasti ada syaithan yang duduk di pinggulnya, ada pula yang duduk di daging yang mengelilingi kukunya. Dimana mereka akan menghiasi kepada orang-orang yang melihatnya. Kedua syaithan itu kemudian berkata kepadanya,' keluarkan tanganmu'. Akhirnya ia mengeluarkan tangannya, kemudian kukunya tampak, lalu kelihatan nodanya. Wahai Muhammad, sebenarnya saya tidak dapat menyesatkan sedikitpun, akan tetapi saya hanya akan mengganggu dan menghiasi. Andaikata saya memiliki hak dan kemampuan untuk menyesatkan, tentu saya tidak akan membiarkan segelintir manusia-pun di muka bumi ini yang masih sempat mengucapkan " Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Utusan-Nya", dan tidak akan ada lagi orang yang shalat dan berpuasa. Sebagaimana engkau wahai Muhammad, tidak berhak memberikan hidayat sedikitpun kepada siapa saja, akan tetapi engkau adalah seorang utusan dan penyampai amanah dari Tuhan. Andaikata engkau memiliki hak dan kemampuan untuk memberi hidayah, tentu engkau tidak akan membiarkan segelintir orang-pun kafir di muka bumi ini. Engkau hanyalah sebagai hujjah [argumentasi] Tuhan terhadap makhluq-Nya. Sementara saya adalah hanyalah menjadi sebab celakanya orang yang sebelumnya sudah dicap oleh Allah menjadi orang celaka. Orang yang bahagia dan beruntung adalah orang yang dijadikan bahagia oleh Allah sejak dalam perut ibunya, sedangkan orang yang celakaadalah orang yang dijadikan celaka oleh Allah sejak dalam perut ibunya. Kemudian Rasulullah SAW membacakan firman dalam QS Hud : Jikalau Rabbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, (QS. 11:118) kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan; sesungguh-nya Aku akan memenuhi neraka jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya. (QS. 11:119) dilanjutkan dengan : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan Allah baginya. (Allah telah menetapkan yang demikian) sebagai sunnah-Nya pada nabi-nabi yang telah berlalu dahulu. Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku, (QS. 33:38)".Kemudian Rasulullah berkata lagi kepada Iblis : " Wahai Abu Murrah [Iblis],apakah engkau masih mungkin bertaubat dan kembali kepada Allah, sementara sayaakan menjamin-mu masuk surga".Ia iblis menjawab :" Wahai Rasulullah, ketentuan telah memutuskan dan Qalam-puntelah kering dengan apa yang terjadi seperti ini hingga hari kiamat nanti. Maka Maha Suci Tuhan, yang telah menjadikanmu sebagai tuan para Nabi dan Khatib para penduduk surga. Dia, telah memilih dan meng-khususkan dirimu. Sementara Diatelah menjadikan saya sebagai tuan orang-orang yang celaka dan khatib parapenduduk neraka. Saya adalah makhluq celaka lagi terusir. Ini adalah akhir dariapa yang saya beritahukan kepadamu dan saya mengatakan yang sejujurnya". Segala puji hanya milik Allah SWT , Tuhan Semesta Alam, awal dan akhir, dzahirdan bathin. Semoga shalawat dan salam sejahtera tetap selalu diberikan kepadaseorang Nabi yang Ummi dan kepada para keluarga dan sahabatnya serta paraUtusan dan Para Nabi. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-1988780330282467009?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/1988780330282467009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/04/dialog-nabi-saw-dengan-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1988780330282467009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/1988780330282467009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/04/dialog-nabi-saw-dengan-iblis.html' title='DIALOG NABI SAW DENGAN IBLIS'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3843541971632102144</id><published>2009-03-29T07:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T07:31:43.207-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara kalam Al-Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Mutiara Kalam Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc-F7d5uhVI/AAAAAAAAASw/5mLh1o_0ZeY/s1600-h/Poster_masjid_nabvi_green.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318616941633373522" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 266px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc-F7d5uhVI/AAAAAAAAASw/5mLh1o_0ZeY/s320/Poster_masjid_nabvi_green.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Hendaklah kamu selalu mengingat nikmat karunia Allah, yang bersifat lahiriah maupun batiniah, yang berkaitan dengan urusan agama maupun dunia, yang dilimpahkan kepadamu. Perbanyaklah rasa syukurmu itu dalam setiap kesempatan, dengan hatimu maupun melalui ucapanmu.&lt;br /&gt;Ungkapan rasa syukur dengan hati adalah dengan menyadari bahwa setiap nikmat yang diperolehnya adalah dari Allah SWT, dan bahwa kegembiraannya ketika menerima suatu kenikmatan yang disebabkan hal itu merupakan salah satu wasilah untuk pendekatan diri kepada-Nya.&lt;br /&gt;Adapun ungkapan syukur melalui lisan adalah dengan memperbanyak puji-pujian kepada Allah, Yang Maha Pemberi kenikmatan. Sedangkan yang melalui anggota-anggota tubuh lainnya adalah dengan mengarahkan semua kenikmatan itu untuk dijadikan sarana mencari keridhoan Allah SWT, disamping menggunakannya sebagai sarana dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya.&lt;br /&gt;Jangan sekali-kali memberikan perhatian yang berlebihan dalam urusan rizki, sebab yang demikian itu dapat menghitamkan wajah kalbu dan mengalihkannya dari kebenaran. Hal itu merupakan urusan kaum awam yang diperbudak oleh khayalan-khayalan yang menyesatkan. Hal itu juga merupakan urusan kaum awam yang seluruh pikirannya hanya tertuju kepada cara-cara membuat baik dan memperindah jasmani semata-mata. Sungguh amat sering hal seperti itu dijadikan alat oleh setan yang terkutuk untuk mengalihkan pandangan sebagian orang yang berniat menghadapkan wajahnya kepada Allah SWT, agar mereka berbalik arah dan mengalihkan mereka dari tujuan semula.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3843541971632102144?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3843541971632102144/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/mutiara-kalam-al-imam-abdullah-bin-alwi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3843541971632102144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3843541971632102144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/mutiara-kalam-al-imam-abdullah-bin-alwi.html' title='Mutiara Kalam Al-Imam Al-Habib Abdullah Bin Alwi Al-Haddad'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc-F7d5uhVI/AAAAAAAAASw/5mLh1o_0ZeY/s72-c/Poster_masjid_nabvi_green.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5786119288124102045</id><published>2009-03-29T07:20:00.000-07:00</published><updated>2009-03-29T07:26:54.661-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mutiara Hadis'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Mutiara Hadis:</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc-EmYpAaEI/AAAAAAAAASo/cfkNNU_hUWc/s1600-h/pray.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318615479932184642" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 240px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc-EmYpAaEI/AAAAAAAAASo/cfkNNU_hUWc/s320/pray.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Salah satu doa Rasûlullâh shallallâhu ‘alaihi wa sallam:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;اَللّهُمَّ يَاحَيُّ يَاقَيُّوْمُ، بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَ مِنْ عَذَابِكَ أَسْتَجِيْرُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ، وَ لاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ، وَلاَ إِلَى أَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ طَرْفَةَ عَيْنٍ.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;Artinya:&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Ya Allah, wahai yang hidup abadi, yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya, dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan, dan dari siksa-Mu aku memohon perlindungan. Bereskanlah segala urusanku, dan jangan Kau pasrahkan aku kepada diriku atau kepada seorang pun dari makhluk-Mu, walau sekejap mata.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nasehat&lt;/span&gt; ;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tertundanya pengabulan setelah engkau merengek-rengek meminta, jangan sampai membuatmu putus asa. Sebab Allâh telah menjamin akan mengabulkan dengan apa yang Ia pilihkan, bukan yang engkau pilih; pada waktu yang Ia kehendaki, bukan waktu yang kau kehendaki. (Ibn ‘Athâ‘illâh). Sejak dari janin sampai ajal menjemput, manusia selalu berada dalam pengurusan Allâh seakan ia adalah satu-satunya makhluk ciptaan-Nya, tapi dalam menjalani kehidupan ini manusia mengabdi kepada Allâh dengan cara seakan-akan ada tuhan-tuhan lain selain-Nya. Cinta kasih ibu bapak kepada bayinya yang begitu besar tidak ada artinya dibandingkan dengan cinta kasih Allâh kepada hamba-Nya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5786119288124102045?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5786119288124102045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/mutiara-hadis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5786119288124102045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5786119288124102045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/mutiara-hadis.html' title='Mutiara Hadis:'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc-EmYpAaEI/AAAAAAAAASo/cfkNNU_hUWc/s72-c/pray.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-7890271020283877929</id><published>2009-03-27T23:32:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T23:34:27.252-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bagaimana keadaanmu…'/><title type='text'>Ayah, Bagaimana keadaanmu…</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc3Ezc6cNoI/AAAAAAAAASg/-0-LmZIZIUM/s1600-h/pix2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318123123208107650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 214px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc3Ezc6cNoI/AAAAAAAAASg/-0-LmZIZIUM/s320/pix2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Dengan rambut terurai yang kusut masai, seorang gadis kecil berlari-lari sambil menangis mengikuti jenazah ayahnya yang diusung menuju tempat pemakaman. Melihat iring-iringan jenazah lewat depan rumahnya. Hasan Basri yang duduk di depan pintu bangkit dan bergabung dalam iring-iringan itu. "Ayah, mengapa begitu singkat umurmu?' ratap gadis kecil itu mengikuti iring-iringan itu. Hasan melihat keadaan gadis itu hatinya merasa terennyuh, perasaannya menjadi iba. Takdir telah menentukan gadis sekecil itu harus kehilangan bapak, padahal gadis seumurnya sangat memerlukan perlindungan dan bimbingan seorang bapak.Esok harinya, ketika Hasan kembali duduk di muka pintu seperti kemarin, gadis kecil itu lewat lagi. Gadis kecil itu berlari-lari kecil sambil meratap dan menangis menuju makam ayahnya. Hal itu membuat Hasan mengikutinya dari belakang. Ia ingin tahu apa yang akan diperbuat gadis kecil itu. Setiba di pemakaman, Hasan melihat gadis kecil itu memeluk makam ayahnya, pipinya diletakan di atas gundukan tanah sambil meratap-ratap.&lt;br /&gt;Dari persembunyiannya Hasan selalu mengikuti apa yang dilakukan gadis kecil itu, dan ia mendengar apa yang diucapkannya. "Ayah,malam ini engkau terbaring sendirian dalam kegelapan kubur, tanpa lampu penerangan dan penghibur. Jika malam kemarin aku masih bisa menyalakan penerangan untukmu. Tapi sekarang siapakah yang menerangimu dan siapa pula yang menghiburmu?. Ayah, malam kemarin aku masih bisa menggelar tikar untuk alas tidurmu, tapi sekarang siapakah yang menggelarkan tikar untukmu?. Jika malam malam kemarin aku masih bisa memijati tangan dan kakimu, sekarang siapakah yang memijatimu?" terdengar memilukan ratap gadis kecil itu. Hasan yang mendengarkan dari tempat persembunyian menjadi trenyuh&lt;br /&gt;"Ayah, jika kemarin malam aku menyelimuti tubuhmu, tetapi sekarang siapakah yang menyelimutimu tadi malam," kembali terdengar suara gadis kecil itu di antara isak tangisnya."kemarin engkau masih bisa memanggilku ayah dan aku menjawab untukmu, tetapi semalam siapa yang engkau panggil dan siapa pula yang menjawabmu?'."Ayah, jika kemarin engkau minta makan dan aku yang melayani, apakah semalam kau minta makan ?, dan siapa pula yang melayanimu?. Dulu aku selalu memasak makanan untukmu, tetapi kemarin siapa yang memasak untukmu?".&lt;br /&gt;Karena tak tahan mendengar ratapan-ratapan mengharukan gadis kecil di atas makam ayahnya, Hasan Basri keluar dari tempat persembunyiannya dan mendekati gadis itu, tak terasa air matanya menetes jatuh karana haru.&lt;br /&gt;"Anakku, janganlah kau berkata seperti itu", kata Hasan Basri setelah berupaya menenangkan hati gadis kecil itu. "Seharusnya kau ucpakan kata-kata seperti ini: Ayah, kau telah kukafani dengan kain kafan yang bagus, masihkah kau memakai kain kafan itu?.Dan kata orang shaleh, bahwa kain kafan orang yang telah meninggal dunia ada yang diganti dengan kain kafan surga dan ada pula yang dari neraka. kain kafan mana yang ayah kenakan sekarang? Ayah, kemarin kemarin aku telah meletakkan tubuhmu yang segar bugar dalam kubur, masih bugarkah tubuhmu hari ini?" Gadis kecil itu terus saja mendengar apa yang dicontohkan Hasan tanpa henti."Ayah, orang-orang alim mengatakan bahwa semua hamba besok ditanya tentang imannya. Di antara mereka ada yang bisa menjawab, tetapi ada juga yang cuma membisu. Yang kupikirkan, apakah ayah bisa menjawab atau hanya membisu?.&lt;br /&gt;Ayah, katanya bahwa kuburan itu bisa dibuat luas atau sempit. Bagaimana kuburan ayah sekarang, bertambah luaskah atau bertambah sempit? Dan kuburan itu merupakan secuil taman dari surga, tetapi bisa juga merupakan sebuah lubang dari neraka. Yang menjadi pikiranku, bagaimana kuburan ayah sekarang? . Taman surga ataukah lubang neraka?.Ayahku, katanya bahwa liang kubur itu bisa menghangati mayat dengan memeluknya seperti pelukan ibu pada anaknya, tapi bisa juga merupakan lilitan erat yang meremukkan tulang-tulang. Bagaimana keadaan tubuh ayah sekarang?. Jangan-jangan ayah terhimpit lubang kubur.Ayah, orang shaleh mengatakan , orang yang dikebumikan itu ada yang menyesal, mengapa dulu semasa hidupnya tak memperbanyak amalan bagus, justru menjadi pendurhaka dan banyak bermaksiat. Apakah ayah termasuk yang menyesali karena perbuatan maksiat atau menyesal karena sedikit melakukan amal kebagusan?.&lt;br /&gt;Ayah, dulu setiap kali aku memanggilmu engkau selalu menjawab, tapi kini kau kupanggil-panggil tak lagi mau menjawab. Kini engkau telah berpisah denganku, dan tak akan berjumpa sampai hari kiamat. Semoga Allah tak menghalangi perjumpaanku denganmu.Demikianlah beberapa nasihat Hasan Basri yang disampaikan pada gadis kecil itu dalam meratapi kematian ayahnya.&lt;br /&gt;"Sungguh baik nasihat bapak, aku sangat berterima kasih sekali," kata gadis kecil itu.Kemudian Hasan Basri mengajak gadis itu pulang meninggalkan makam ayahnya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-7890271020283877929?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/7890271020283877929/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/ayah-bagaimana-keadaanmu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7890271020283877929'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7890271020283877929'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/ayah-bagaimana-keadaanmu.html' title='Ayah, Bagaimana keadaanmu…'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc3Ezc6cNoI/AAAAAAAAASg/-0-LmZIZIUM/s72-c/pix2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-4230138529569311459</id><published>2009-03-27T17:49:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T17:56:50.355-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mengkafirkan Sesama Muslim'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Jangan Mengkafirkan Sesama Muslim</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc101Mg0lTI/AAAAAAAAARw/8Mzyy_i401o/s1600-h/93358161_08c067b2bc.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318035192235201842" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc101Mg0lTI/AAAAAAAAARw/8Mzyy_i401o/s320/93358161_08c067b2bc.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Jika mengkafirkan seorang muslim saja berakibat pada dosa yang besar, bagaimana dengan pengkafiran yang dituduhkan pada seketompok muslimin yang terbanyak, dan menuduh mereka berbuat syirik"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sering kali kita temukan dalam selebaran, majalah, internet dsb. yang berisi penghujatan dan. pengkafiran terhadap orang-orang yang bertawasul kepada Nabi SAW. Caci maki dan tuduhan syirik ini tidak hanya ditujukan kepada sebagian dari kaum muslimin, Prof. Dr. Sayid Muhammad bin Alwi Al-Maliky bahkan tidak luput dari caci maki dan tuduhan syirik oleh segelintir kaum ini. Lewat sebuah buku yang berjudul Hadzihi Mafahimuna guru besar ulama senusantara ini oleh Ibnu Mani' dituduh sebagai penyebar bid'ah dan orang musyrik. Secara kasar, ia mengeritik Abuya Maliky yang bermazhab Maliki ini - seperti gaya kaum Khawarij yang begitu mudah mengkafirkan lawan yang tak sefaham.&lt;br /&gt;Upacara tahlil, pembacaan Maulid Nabi dan praktek rohaniah lain yang mencair dengan nuansa budaya - seperti Maulid Nabi yang hakikatnya madah (memuji) Rasul yang merupakan ekspresi kecintaan (mahabbah) kepada Nabi direspons Wahabi sebagai syirk dan bid'ah. Oleh mereka amalan yang bersumber 'urf ini, dicari argumentasinya melalui dalil-dali! syara', bukan adat positif yang justru dibenarkan oleh Islam. Mereka menuduh karena di zaman Nabi tidak ada seperti itu, maka haram orang sekarang mengadakan segal hal yang di zaman Nabi tidak ada. Perbedaan furu' lainnya antar mazhab dianggap pertentangan yang tak bisa dikompromi dan paling-paling digauli secara kaku hingga menimbulkan permusuhan. (Baharun, 2006)&lt;br /&gt;Salah satu hal yang sering dimunculkan di permukaan adalah penyebutan bi jaah rasul (dengan kedudukan rasul), bi haqqi rasul (dengan kebenaran rasul), manakala umat Islam berdoa memohon sesuatu kepada Allah. Menurut orang-orang Wahabi itu, hal ini adalah perbuatan bid'ah dan musyrik tidak ada dasarnya baik nabi terdahulu maupun para sahabat melakukan hal itu, sehingga orang yang melakukannya dapat membawa kepada kekafiran.&lt;br /&gt;Pandangan sempit semacam itu sebenarnya sudah di bahas oleh ulama-lama kita baik mutaqaddimin maupun mutaakhirin. Salah satunya adalah sebuah hadits sahih yang terdapat dalam kitab Al Ajwibatu Al Ghaliyah karangan Habib Zain bin Smith (Madinah). Bahwasannya diriwayatkan oleh Al Hakim, Tahbarani dan Al Baihaqi dari Umar bin Khattab ra. secara marfu’:&lt;br /&gt;Artinya: &lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ketika Adam menyadari akan kesalahannya, ia berkata: "Wahai Tuhan aku memohon kepadaMu dengan Hak (kedudukan) Muhammad ampunilah dosaku."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; Allah berfirman: "Bagaimana engkau mengenal Muhammad padahal aku belum menciptakannya?". Jawab Adam: "Wahai Tuhan, 'ketika Engkau menciptakan aku dengan tanganMu dan Engkau meniupkan ruhMu kepadaku, makaaku mengangkat kepalaku dan aku lihat di kaki 'Arsy tertulis "Tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad adalah utusan Allah". Maka aku tahu bahwa Engkau tidak meletakkan nama orang lain di sisi namaMu yang paling Engkau cintai." Allah berftrman: "Apa yang kau katakan benar wahai Adam, sesungguhnya Muhammad adalah makhluk yang paling Aku cintai, ketika engkau memohon kepadaKu dengankak Muhammad, maka Aku segera memberimu ampun, dan andaikata bukan karena Muhammad, Aku tidak menciptakan engkau."&lt;br /&gt;Bagi orang yang munsyif dan berakal, kiranya hadits ini sudah cukup sebagai landasan boleh bertawasul bi-haqqi Muhammad Bahkan masih banyak pembahasan secara panjang lebar dari para ulama, diantaranya terdapat dalam kitab Mafahim Yajib an Tushaha karangan Prof. Dr. Muhammad bin Alwi Al-Maliky, dan Al Ajwibatu Al Ghaliyah karangan Habib Zain bin Smith.Tentunya kajian yang dilakukan harus menggunakan hati yang bersih dengan niatan mencari kebenaran Ilahi. Dengan banyak membaca buku dan kitab-kitab karangan ulama shalih dan ikhlas, akan memberikan pengaruh jiwa kepada kita untuk tidak mudah mengkafirkan atau menuduh orang lain melakukan perbuatan bid'ah dan syirik. Karena seorang yang menganggap dirinya muslim, sangat tidak diperbolehkan mengkafirkan orang lain yang telah mengucapkan kalimat tauhid. Telah disebutkan dalam sebuah hadits sahih bahwa Rasul SAW ber-sabda::&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;"Jika seseorang mengkafirkan saudaranya, maka tuduhan itu akan menimpa salah satu dari keduanya, jika tuduhan itu memang benar, maka tuduhan itu akan mengenai orang yang dituduh, kalau tidak maka tuduhan itu akan kembali kepada yang menuduh". (HR. Muslim)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Imam Abu Bakar Al Baqillani telah berkata;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya memasukkan seribu orang kafir ke dalam Islam di-karenakan satu tanda misteri kelslam-an, lebih ringan dari pada mengkafirkan seorang muslim dengan seribu tanda misteri kekafiran ".&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika mengkafirkan seorang muslim saja berakibat pada dosa yang besar, bagaimana dengan pengkafiran yang dituduhkan pada sekelompok muslimin yang terbanyak, dan menuduh mereka berbuat syirik hanya dikarenakan mereka melakukan tawasul dan mohon barokah dengan atsar orang-orang sha-leh? Padahal iman mereka kepada Allah amat kokoh, dan mereka terdiri dari ulama'ulama yang memiliki sanad keilmuan sampai pada tabi'in, sahabat dan Rasulullah? Kiranya untuk menjawab pandangan orang-orang semacam ini, kita kemukakan sabda yang menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;"Sesungguhnya setan telah putus asa untuk disembah oleh' orang-orang yang shalat di Jazirah arab, akan tetapi ia tidak putus asa untuk mengadu domba di antara sesama mereka". (HR. Muslim dan Tirmidzi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah jelas sekali, ini adalah upaya propaganda setan untuk memecah belah sesama umat Islam. Sekarang tinggal umat Islam itu sendiri, maukah duduk bersama bermusyawarah untuk tafahum saling memahami antar perbedaan furu', ataukah tetap pada sikap ashobiyahnya masing-masing hingga datang kehancuran umat Islam? &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-4230138529569311459?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/4230138529569311459/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/jangan-mengkafirkan-sesama-muslim.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4230138529569311459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4230138529569311459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/jangan-mengkafirkan-sesama-muslim.html' title='Jangan Mengkafirkan Sesama Muslim'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Sc101Mg0lTI/AAAAAAAAARw/8Mzyy_i401o/s72-c/93358161_08c067b2bc.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3447702661588218670</id><published>2009-03-24T20:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T09:43:55.949-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerita Dari Seberang'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Cerita Dari Seberang</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Scmp8xN9QiI/AAAAAAAAAO4/bjpuUFUr-t8/s1600-h/travel-picture-Africa-Morocco-Sahara-Dunes-Alexbip.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316967696556704290" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 134px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Scmp8xN9QiI/AAAAAAAAAO4/bjpuUFUr-t8/s200/travel-picture-Africa-Morocco-Sahara-Dunes-Alexbip.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Konon sepenggal cerita ini adalah diambil dari pengalaman pribadi salah satu Ulama Khos yang kebetulan sudah menghadap KekasihNYA yang diceritakan kepada saya sekian tahun yang lalu, semoga saya tidak salah menyadurnya kembali.&lt;br /&gt;Ada seorang pemuda, putra seorang syech yang cukup dikenal karena kefakihanya, ke alimannya. Namun sang Abah sepertinya menaruh hormat pada pada salah satu anak laki2nya itu. Pemuda yang jujur dan lugu yang kadang kalau dipesantren hanya mendengarkan saja, jarang dia menulis. Sikapnya yang sangat tawadu' membuatnya mudah bergaul dengan semua lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;Kadang banyak orang bertanya, dan dari istiharahnya pemuda itu menjawab sebisa yang dia tahu dengan seijin Tuhan. Dia menafsirkan mimpi2 orang, membawa isyaroh yang tertulis di jidat orang, tetapi dia selalu mendahuluinya dengan berkata insyaallah nantinya akan demikina dll.&lt;br /&gt;Sampai disuatu saat dia bermimpi setelah sholat malam untuk bertemu seseorang yang ciri2nya antara lain jempol tangannya tidak bertulang. dan dia diminta berguru padanya. dan mimpi itu berulang-ulang sampai 3 kali. akhirnya dengan seijin Ayahnya dia mengembara. Alhamdulillah di suatu daerah tertentu dia ketemu orang yang dimaksud. Aneh.. kejadian ganjil terjadi.... di jidat orang yang dimaksud itu, sang Pemuda itu membaca jelas " Ahlun NAR...!", dia bengong..! kenapa dia harus berguru pada seorang yang di jidatnya ada isyaroh seperti itu. Tetapi dia coba untuk tekan gejolak jiwanya. Dia ikutin orang tua itu. Kadang dia membantu petani miskin, kadang dia jadi kuli batu, dan uang hasil buruhnya selalu diberikan pada orang yang fakir. Sampai suatu saat dia melihat orang tua itu pergi, dia ikuti dari belakang kemana pergi orang tua tersebut, ternyata ke night club, dan disana dia melihat bidadari2 dengan segala gemerlapnya. Secara tidak terduga orang tua itu memanggilnya untuk ikut.&lt;br /&gt;Bagiamana orang tua itu tahu dia ikuti. Tiba2 terlihat kembali tulisan di jidat orang tua itu " Ahlun NAR". mungkin ini yang menyebabkan orang tua itu tertulis dijidatnya tulisan yang sedemikian, ketika dilihatnya orang tua itu spertinya akrab sekali dengan wanita2 yang molek dan bahenol di club malam itu. Sepulang dari sana pemuda itu sudah tidak bisa menahan gejolak ingin tahunya kenapa..? bermilyar pertanyaan ada dan memenuhi pikirannya. dia hampiri orang tua itu tetapi semakin dia cepat berlari orang itu semakin jauh, sampai akhirnya dia harus melewat sebuah sungai dan dia melihat jelas orang tua itu, sedang duduk dan mengambil air diseberang sana. Setelah dengan susah payah dia menyeberangi sungai yang deras sampailah dia di hadapan orang tua tersebut. dia tunggu sebentar karena Orang tua itu sedang sholat, diperhatikannya dengan cermat, dan dalam doanya orang itu menangis tersedu2. Setelah itulah dia hampiri pemuda itu. " Bukankah kamu ingin bertanya kenapa dijidatku tertulis jelas " Ahlun NAR..?" kata orang tua yang jelas membuat pemuda itu terkejut. Kenapa kamu selalu ingin menebak2 sesuatu seperti yang dilakukan ahli nujum..? kamu kan orang santri insyaallah. Tidakkah kamu menghayati kenapa Allah mengutus Rosul, Nabi dan para awliyanya, bukankah untuk membantu sesama untuk lebih menyadarkan diri, bahwa manusia itu tempat khilaf.&lt;br /&gt;Orang tua itu bertanya banyak kepadanya :" Apakah kamu kira saudara2 kita yang di night club itu pasti masuk neraka..? Dan apakah kamu kira orang2 yang "merasa shalih" dan tidak mau berbagi ilmu untuk mengingatkan mereka karena merasa "Suci" dan jijik melihat kekhilafan itu, psti masuk Surga..???? Sedangkan mereka tidak mau berbuat baik hanya karena takut nama baiknya tercemar... dll.&lt;br /&gt;Kenapa pula hatimu menjadi ragu untuk belajar pada orang yang jidatnya ditulis Ahlun NAR..?, apakah kamu merasa tahu apa yang belum terjadi...? apakah engkau pasti tahu siapa saja penghuni Neraka itu (tanpa seijin ALLAH), padahal semua perkaran ghaib itu ada disisi Allah..?, Shalihkan orang yang melakukan sihir...? karena karomatul Auliya sangat berbeda dengan Istidraj.&lt;br /&gt;Ragukah engkau dengan keterangan TuhanMU : "...Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir), hanya syetan-syetan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia." (QS al-Baqarah: 102). Karomah itu untuk membuktikan betapa lemahnya manusia dan betapa Maha Agungnya Allah SWT, bahwa segala sesuatu itu hanya Allahlah tempat bersandar. Kita itu cuma bisa minta.. dan minta.. tidak ada yang pantas buat kita sombong, tidak ada yang pantas buat merendahkan orang lain, Tuhan itu Maha Pengampun...! dan Maha Pemberi Petunjuk..! kita hanya harus memerangi pada mereka yang memang ingin memadamkan kebenaran, pada mereka yang menasbihkan menjadi pengikut setan dan dajjal yang jelas-jelas menyerang kita. Orang yang diijinkan tahu sebelum sesuatu itu terjadi bukan berarti harus buruk sangka, karena belum tentu apa yang dia prediksikan benar. Dan fitnah itu sangat keji. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3447702661588218670?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3447702661588218670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/cerita-dari-seberang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3447702661588218670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3447702661588218670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/cerita-dari-seberang.html' title='Cerita Dari Seberang'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Scmp8xN9QiI/AAAAAAAAAO4/bjpuUFUr-t8/s72-c/travel-picture-Africa-Morocco-Sahara-Dunes-Alexbip.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-605374060430097370</id><published>2009-03-24T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T19:10:35.160-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Adab di majlis para sholihin'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Adab Di Majlis Para Sholihin</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScmmVhdGcZI/AAAAAAAAAOw/4PPlfUWr2So/s1600-h/Blue+hills.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316963723775472018" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScmmVhdGcZI/AAAAAAAAAOw/4PPlfUWr2So/s200/Blue+hills.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Berkata sayyidina Al-Habib Muhammad bin Hadi Assaggaf pada malam Rabu, 15 Rajab 1346 H: “Jika kamu sekalian hadir di suatu majlis dan di majlis itu dihadiri oleh salah seorang sholihin, maka jagalah adab. Dan jadilah kamu seperti orang mati di hadapan orang yang akan memandikannya, agar engkau tidak tercegah dari mendapatkan kebajikan dan berkah.&lt;br /&gt;Diceritakan bahwa suatu saat ada majlis di rumah Al-Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr yang dihadiri oleh para ulama besar dari Alawiyyin seperti Al-Habib Abdullah bin Husin Bin Thohir, Al-Habib Abdullah bin Husin Bilfagih dan Al-Habib Abdullah bin Umar Bin Yahya. Pada saat itu timbul suatu permasalahan ilmiyyah dan fiqhiyyah. Masing-masing orang mengeluarkan pendapatnya sampai terjadi khilaf dan perdebatan di antara mereka. Kecuali Al-Habib Abdullah bin Husin Bilfaqih yang terdiam tidak mengucap satu kalimat pun disebabkan menghormati majlis tersebut.&lt;br /&gt;Setelah selesai majlis dan yang hadir sudah keluar semua, seseorang mendatangi Al-Habib Abdullah bin Husin Bilfaqih sambil mencelanya dan berkata, "Kenapa anda diam saja di majlis itu sedangkan saat itu terjadi perbincangan mengenai masalah fiqhiyyah dan ilmiyyah?" Beliau pun menjawab, "Sesungguhnya di majlis tadi tercurahkan asraar, anwaar dan istimdaad, khairaat dan barokaat, bukanlah suatu majlis khilafiyah dan perdebatan. Kalau engkau ingin tahu pendapatku tentang masalah tadi maka berkumpullah kamu sekalian dan akan aku jelaskan dalil-dalil dan ta'lil, kesalahan dan kebenaran. Sesungguhnya majlis di tempat Al-Habib Hasan bin Sholeh Al-Bahr tidak sebaiknya engkau men-taqrir suatu masalah. Akan tetapi yang baik adalah taaddub (beradab).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-605374060430097370?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/605374060430097370/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/adab-di-majlis-para-sholihin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/605374060430097370'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/605374060430097370'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/adab-di-majlis-para-sholihin.html' title='Adab Di Majlis Para Sholihin'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScmmVhdGcZI/AAAAAAAAAOw/4PPlfUWr2So/s72-c/Blue+hills.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5962174125140216029</id><published>2009-03-24T02:36:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T16:49:16.230-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Andaikata Aku Bisa Memberi Lebih Banyak Lagi'/><title type='text'>Andaikata Aku Bisa Memberi Lebih Banyak Lagi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Scip-c97WhI/AAAAAAAAAOI/HBJDKxYY0lU/s1600-h/Sunset.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316686250503789074" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Scip-c97WhI/AAAAAAAAAOI/HBJDKxYY0lU/s200/Sunset.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Seperti yang telah biasa dilakukan ketika salah satu sahabatnya meninggal dunia, maka Rasulullah SAW mengantar jenazahnya sampai ke kuburan. Dan pada saat pulangnya disempatkannya singgah untuk menghibur dan menenangkan keluarga almarhum supaya tetap bersabar dan tawakal menerima musibah itu.&lt;br /&gt;Kemudian Rasulullah SAW bertanya, “Tidakkah almarhum mengucapkan wasiat sebelum wafatnya?”. Istrinya almarhum menjawab, “Saya mendengar dia mengatakan sesuatu diantara dengkur nafasnya yang tersengal-sengal menjelang ajal”. “Apa yang dikatakannya?” . “Saya tidak tahu, ya Rasulullah SAW, apakah ucapannya itu sekedar rintihan sebelum mati, ataukah rintihan pedih karena dasyatnya sakaratul maut. Cuma, ucapannya memang sulit dipahami lantaran merupakan kalimat yang terpotong-potong.” “Bagaimana bunyinya?” desak Rasulullah SAW. Istri yang setia itu menjawab, “Suami saya mengatakan “Andaikata lebih jauh lagi…andaikata yang masih baru…..andaikata semuanya….” hanya itulah yang tertangkap sehingga kami bingung dibuatnya. Apakah perkataan-perkataan itu igauan dalam keadaan tidak sadar, ataukah pesan-pesan yang tidak selesai?” Rasulullah SAW tersenyum “sungguh yang diucapkan suamimu itu tidak keliru”.&lt;br /&gt;Kisahnya begini. Pada suatu hari ia sedang bergegas akan ke masjid untuk melaksanakan shalat Jum’at. Ditengah jalan ia berjumpa dengan orang buta yang bertujuan sama. Si buta itu tersaruk-saruk karena tidak ada yang menuntun. Maka suamimu yang membimbingnya hingga tiba di masjid. Tatkala hendak menghembuskan nafas penghabisan, ia menyaksikan pahala amal sholehnya itu, lalu iapun berkata “Andaikan lebih jauh lagi”. Maksudnya, andaikata jalan ke masjid itu lebih jauh lagi, pasti pahalanya lebih besar pula.&lt;br /&gt;Ucapan lainnya ya Rasulullah SAW?” tanya sang istri mulai tertarik. Nabi menjawab, “Adapun ucapannya yang kedua dikatakannya tatkala, ia melihat hasil perbuatannya yang lain. Sebab pada hari berikutnya, waktu ia pergi ke masjid pagi-pagi, sedangkan cuaca dingin sekali, di tepi jalan ia melihat seorang lelaki tua yang tengah duduk menggigil, kedinginan. Kebetulan suamimu membawa sebuah mantel baru, selain yang dipakainya. Maka ia mencopot mantelnya yang lama, diberikannya kepada lelaki tersebut. Dan mantelnya yang baru lalu dikenakannya. Menjelang saat-saat terakhirnya, suamimu melihat balasan amal kebajikannya itu sehingga ia pun menyesal dan berkata, “Andaikata yang masih baru kuberikan kepadanya dan bukan mantelku yang lama, pasti pahalaku jauh lebih besar lagi”. Itulah yang dikatakan suamimu selengkapnya.&lt;br /&gt;Kemudian, ucapannya yang ketiga, apa maksudnya, ya Rasulullah SAW?” tanya sang istri makin ingin tahu. Dengan sabar Nabi menjelaskan, “Ingatkah kamu pada suatu ketika suamimu datang dalam keadaan sangat lapar dan meminta disediakan makanan? Engkau menghidangkan sepotong roti yang telah dicampur dengan daging. Namun, tatkala hendak dimakannya, tiba-tiba seorang musafir mengetuk pintu dan meminta makanan. Suamimu lantas membagi rotinya menjadi dua potong, yang sebelah diberikan kepada musafir itu. Dengan demikian, pada waktu suamimu akan menghembuskan nafasnya, ia menyaksikan betapa besarnya pahala dari amalannya itu. Karenanya, ia pun menyesal dan berkata ‘kalau aku tahu begini hasilnya, musafir itu tidak hanya kuberi separoh. Sebab andaikata semuanya kuberikan kepadanya, sudah pasti ganjaranku akan berlipat ganda.&lt;br /&gt;Begitulah keadilan Tuhan. Pada hakekatnya, apabila kita berbuat baik, sebetulnya kita juga yang beruntung, bukan orang lain. Lantaran segala tindak-tanduk kita tidak lepas dari penilaian Allah. Sama halnya jika kita berbuat buruk. Akibatnya juga menimpa kita sendiri. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;“Kalau kamu berbuat baik, sebetulnya kamu berbuat baik untuk dirimu. Dan jika kamu berbuat buruk, berarti kamu telah berbuat buruk atas dirimu pula.” (QS.Al Isra’: 7)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5962174125140216029?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5962174125140216029/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/andaikata-aku-bisa-memberi-lebih-banyak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5962174125140216029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5962174125140216029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/andaikata-aku-bisa-memberi-lebih-banyak.html' title='Andaikata Aku Bisa Memberi Lebih Banyak Lagi'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Scip-c97WhI/AAAAAAAAAOI/HBJDKxYY0lU/s72-c/Sunset.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-8617749317469939731</id><published>2009-03-23T22:08:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T16:49:52.917-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='AL A’LAMAH AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI'/><title type='text'>AL A’LAMAH AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Schrm1q3bFI/AAAAAAAAANw/cQtPVzo0LkE/s1600-h/maqom+habib+ali.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316617675096943698" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 133px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Schrm1q3bFI/AAAAAAAAANw/cQtPVzo0LkE/s200/maqom+habib+ali.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; Beliau adalah seorang ulama penyusun SIMTUD DUROR , yang mana isi kitab tersebut berupa manaqib tentang rosululloh SAW. SIMTUD DUROR selalu di baca oleh para jamaah majlis-majlis taklim dan pada peringatan maulid nabi SAW.Beliau dilahirkan di HADROH MAUT tepatnya di qosam pada hari jumat 24 syawal 1259H.Beliau dibesarkan di bawah asuhan dan pengawasan kedua orang tuanya; ayahandanya, Al-Imam Al-Arif Billah Muhammad bin Husin bin Abdullah Al-Habsyi dan ibundanya; As-Syarifah Alawiyyah binti Husain bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri, yang pada masa itu terkenal sebagai seorang wanita yang solihah yang amat bijaksana.&lt;br /&gt;Pada usia yang amat muda, Habib Ali Al-Habsyi telah mempelajari dan mengkhatamkan Al-Quran dan berhasil menguasai ilmu-ilmu zahir dan batin sebelum mencapai usia yang biasanya diperlukan untuk itu. Oleh karenanya, sejak itu, beliau diizinkan oleh para guru dan pendidiknya untuk memberikan ceramah-ceramah dan pengajian-pengajian di hadapan khalayak ramai, sehingga dengan cepat sekali, dia menjadi pusat perhatian dan kekaguman serta memperoleh tempat terhormat di hati setiap orang. Kepadanya diserahkan tampuk kepimpinan tiap majlis ilmu, lembaga pendidikan serta pertemuan-pertemuan besar yang diadakan pada masa itu.&lt;br /&gt;Selanjutnya, beliau melaksanakan tugas-tugas suci yang dipercayakan padanya dengan sebaik-baiknya. Menghidupkan ilmu pengetahuan agama yang sebelumnya banyak dilupakan. Mengumpulkan, mengarahkan dan mendidik para siswa agar menuntut ilmu, di samping membangkitkan semangat mereka dalam mengejar cita-cita yang tinggi dan mulia.&lt;br /&gt;Untuk menampung mereka, dibangunnya Masjid “Riyadh” di kota Seiwun (Hadhramaut), pondok-pondok dan asrama-asrama yang diperlengkapi dengan berbagai sarana untuk memenuhi keperluan mereka, termasuk soal makan-minum, sehingga mereka dapat belajar dengan tenang dan tenteram, bebas dari segala pikiran yang mengganggu, khususnya yang bersangkutan dengan keperluan hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;Bimbingan dan asuhan beliau seperti ini telah memberinya hasil kepuasan yang tak terhingga dengan menyaksikan banyak sekali di antara murid-muridnya yang berhasil mencapai apa yang dicitakannya, kemudian meneruskan serta menyiarkan ilmu yang telah mereka peroleh, bukan sahaja di daerah Hadhramaut, tetapi tersebar luas di beberapa negeri lainnya - di Afrika dan Asia, termasuk di Indonesia.&lt;br /&gt;Di tempat-tempat itu, mereka mendirikan pusat-pusat dakwah dan penyiaran agama, mereka sendiri menjadi perintis dan pejuang yang gigih, sehingga mendapat tempat terhormat dan disegani di kalangan masyarakat setempat. Pertemuan-pertemuan keagamaan diadakan pada berbagai kesempatan. Lembaga-lembaga pendidikan dan majlis-majlis ilmu didirikan di banyak tempat, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan dalam ruang lingkup yang luas sekali.&lt;br /&gt;Beliau meninggal dunia di kota Seiwun, Hadhramaut, pada hari Ahad 20 Rabi’ul Akhir 1333 H dan meninggalkan beberapa orang putera yang telah memperoleh pendidikan sebaik-baiknya dari beliau sendiri, yang meneruskan cita-cita beliau dalam berdakwah dan menyiarkan agama.&lt;br /&gt;Di antara putera-putera beliau yang dikenal di Indonesia ialah puteranya yang bongsu; Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi, pendiri Masjid “Riyadh” di kota Solo (Surakarta). Dia dikenal sebagai peribadi yang amat luhur budi pekertinya, lemah-lembut, sopan-santun, serta ramah-tamah terhadap siapa pun terutama kaum yang lemah, fakir miskin, yatim piatu dan sebagainya. Rumah kediamannya selalu terbuka bagi para tamu dari berbagai golongan dan tidak pernah sepi dari pengajian dan pertemuan-pertemuan keagamaan. Beliau meninggal dunia di kota Palembang pada tanggal 20 Rabi’ul Awal 1373 H dan dimakamkan di kota Surakarta.&lt;br /&gt;Banyak sekali ucapan Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang telah dicatat dan dibukukan, di samping tulisan-tulisannya yang berupa pesan-pesan ataupun surat-menyurat dengan para ulama di masa hidupnya, juga dengan keluarga dan sanak kerabat, kawan-kawan serta murid-murid beliau, yang semuanya itu merupakan perbendaharaan ilmu dan hikmah yang tiada habisnya.&lt;br /&gt;Dan di antara karangan beliau yang sangat terkenal dan dibaca pada berbagai kesempatan di mana-mana, termasuk di kota-kota di Indonesia, ialah risalah kecil ini yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dan diberinya judul “Simtud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar (Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama; Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya).&lt;br /&gt;Konon menurut cerita diwajah beliau tepatnya dibawah mata ada garis hitam, garis hitam tersebut adalah bekas linangan air mata yang selalu mengalir saat di mengenang dan mengingat baginda rosululloh SAW, karena rasa sangat cintanya kepada Rosululloh SAW beliau menyusun kitab SIMTUD DUROR dengan air mata darah…kerinduan yang begitu memuncak…YA alloh jadikan hamba-hambamu pecinta rosululloh ..agar bisa memperoleh syafaat dari Rosululloh SAW..amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dipetik dari: Untaian Mutiara - Terjemahan Simtud Duror oleh Hb Anis bin Alwi bin Ali Al-Habsyi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-8617749317469939731?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/8617749317469939731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/al-alamah-al-habib-ali-bin-muhammad-al.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8617749317469939731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8617749317469939731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/al-alamah-al-habib-ali-bin-muhammad-al.html' title='AL A’LAMAH AL HABIB ALI BIN MUHAMMAD AL HABSYI'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/Schrm1q3bFI/AAAAAAAAANw/cQtPVzo0LkE/s72-c/maqom+habib+ali.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-728157307816753103</id><published>2009-03-23T21:31:00.000-07:00</published><updated>2009-03-23T21:43:46.634-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Managib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Managib Al Habib Umar Bin Abdurrahman AL Atthos</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Beliau lebih dikenal di negeri kami&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Al-Habib Abdurahman ibnu Al Habib Umar bin Abdurrahman Al-attas menceritakan sebuah kejadian: "Ketika aku keluar dari desa Ahrum, aku berjumpa dengan seorang Darwish dari negeri lain yang sedang dalam pengembaraannya. Saat itu ia sedang bersiap menyeberang. Aku memberinya salam, dan dia menjawab: "Salam kembali, wahai Fulan," ia menyebut namaku sembari menunjukkan kegembiraannya bertemu aku, meski pun kami belum pernah saling bertemu sebelumnya. Tak bisa menyembunyikan keheranku, aku pun bertanya kepadanya: "Bagaimana engkau mengetahui namaku, sementara kita belum pernah saling bertemu?"Jawab orang itu: "Bagaimana mungkin aku tak mengenal putra Guru kami - Al Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas. Sesungguhnyalah, ayahmu sering berkunjung ke negeri kami secara ghaib. Dan nama beliau lebih dikenal di tempat kami daripada disini." Habib Ahmad ibnu Hussein ibnu Umar pun pernah menceritakan sebuah kejadian lain: "Aku pernah diberitahu seseorang yang kejujurannya tak kuragukan, ia mengatakan pernah bertemu dengan seorang Darwish dari negeri Sind yang berkata: "Sesungguhnyalah, Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas sering mengunjungi kami, mengajari kami berbagai ilmu tasawwuf dan tariqah, dan beliau banyak dikenal di negeri kami". Al-Habib Abdullah ibn Alwi Al-Haddad - murid beliau - berkata: "Ketika aku berkenjung pada Habib Umar Al-Attas, aku melihat pada diri beliau sifat-sifat yang dimiliki para datuk beliau hingga pada diri Nabi Muhammad SAW".&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ambillah kitab, mari kita baca bersama&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas adalah pribadi yang amat mengagungkan ilmu. Beliau disebutkan banyak menghabiskan sebagian waktu untuk ber-mudzakarah dalam berbagai cabang ilmu keagamaan. Di samping malam-malam dimana beliau larut dalam ibadahnya kepada Allah, dalam banyak malamnya yang lain beliau larut pula hingga fajar tiba, menimba ilmu, atau sebaliknya memberikan ilmu kepada orang lain - menerangkan berbagai hakikat Illahiah (haqaik) kepada murid-murid beliau.Adalah kebiasaan beliau bila ada sekelompok orang yang duduk malam hari bersama beliau untuk menimba ilmu, beliau melayani mereka hingga usai. Selepas itu, beliau biasanya akan bertanya kepada Syeikh Ali Baaras: "Wahai Ali, apakah masih ada orang lain selain kita?"Apabila jawab Syeikh Ali Baaras adalah "tidak", beliau pun akan meneruskan: "Ambillah kitab, mari kita baca bersama". Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas pernah berkata: "Ajarkan anak-anakku mendalami kitab Syeikh Abu Amru". Dan beliau pun pernah berkata, ketika sedang memberi wejangan kepada putera dan muridnya dalam suatu perjalanan: "Terimalah dengan lapang setiap ilmu yang mengalir dari sumber yang baik, meskipun tanpa sebuah kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Andai... oh, andai kalian mengetahui kedudukannya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nukilan di bawah sekaligus merupakan contoh bagaimana Aulia kita memberikan rasa hormat kepada sesama Aulia lainnya, sungguh pun mereka sendiri memiliki Magam yang tinggi. Ketika Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas bersama-sama rombongan beliau datang berkunjung ke tempat gurunya Al-Habib Hussein bin Sheikh-Abubakar bin Salim, beliau, dengan mata tak melihat, pakaian yang kusam, berada di belakang anggota rombongan yang lainnya.Al-Habib Hussein bin Syeikh-Abubakar bin Salim melihat hal itu, wajah beliau berubah, beliau pun langsung berkata kepada anggota rombongan: "Wahai, mengapa kalian lebih mengutamakan hal-hal yang lahir saja, hingga kalian lupa mengutamakan seorang yang mulia ini, lalai memberikan tempat terbaik yang memang menjadi haknya? Andai... oh, andai kalian mengetahui kedudukan Al-Habib Umar yang sebenarnya disisi Allah, pastilah kalian akan menundukkan kepala, dan memberi tempat paling mulia untuknya...".Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad menceritakan: ".... betapa pun tigginya magam Al-Habib Umar, di setiap majlis beliau, tak kan dapat orang membedakan antara beliau dengan kawan-kawan duduknya. Beliau tak duduk di tempat khusus, tak mengenakan pakaian khusus. Bila harus meninggalkan tempat oleh suatu sebab, dan kemudian tempat beliau ditempati orang lain, beliau takkan kembali ke tempatnya semula. Beliau akan mengambil tempat yang masih ada, sungguh pun tempat itu berada di belakang. Sampai aku bernah berkata: 'Alangkah tak sopannya kalian kepada Al-Imam'." Ketika memperoleh salam dari Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas melalui murid beliau Sheikh Salim bin Ali ba Ubad, Al-Habib Muhammad bin Alawi bin Abu Bakar bin Ahmad bin Syeikh Abdurrahman Assegaf, salah seorang Aulia yang bermukim di Makkah, segera menundukkan kepalanya sebagai rasa hormat, kemudian beliau berkata: "Hendaklah setiap orang yang merasa memiliki kepala rela sejenak merunduk untuk menghormatiAl-Habib Umar, dan demi menghormat Kebesaran Allah SWT...".&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Wahai ayahku, tenteramkan hatimu...&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika seorang ayah merasa sedang menghadapi saat-saat akhir ajalnya, amatlah wajar bila terbersit secercah rasa khawatir terhadap keluarga yang akan ditinggalkannya. Apalagi bila ada di antara mereka yang masih kecil... apalagi bila ada pula yang berlainan ibu....Itulah yang terjadi pada diri Al-Habib Abdurrahman, ayahanda Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas. Nun jauh di dalam lubuk hati beliau tergurat rasa khawatir itu...Al-Habib Umar mengetahui gundah sang ayahanda secara kasyaf. Beliau mendekati seraya berkata kepada sang ayahanda: "Wahai ayahku, tenteramkan hatimu, Insya Allah, atas perkenan-Nya, aku akan menyayangi semua saudara-saudaraku lebih dari aku menyayangi diriku sendiri...."Disebutkan bahwa Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas menepati janji tersebut, dengan membantu setiap saudaranya berangkat dewasa. Dan tak ternilai bantuannya dalam memberi mereka kemudahan memperoleh ilmu.Habib Umar berkata: "Camkanlah, kebiasaan baik apa yang paling engkau dambakan menemanimu saat engkau menghadapi ajal terakhir? Nah, berteguhlah melakukan kebiasaan baik itu semasa hidupmu. Dan kebiasaan buruk apa paling tak engkau kehendaki melekat dalam dirimu saat engkau menghadapi ajal terakhir? Pastikan pula engkau meninggalkan jauh-jauh kebiasaan buruk itu semasa hidupmu".Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadad berkata: "Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas bagaikan nurani sekaligus kebanaran bagi mereka yang pribadinya tak tersentuh oleh nafsu duniawi".&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Seluruh Huraidhah adalah milikmu, Tuan Guru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;Huraidhah... desa kecil itu... begitu dekatnya dengan Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas. Kisah-kisah perjalanan hidup Al-Habib Umar sebagian adalah juga cerita perihal Huraidhah.Kisah itu sudah dimulai jauh-jauh sebelum beliau pindah dan menjadi bagian dari desa kecil tersebut, bahkan jauh sebelum beliau mencapai usia akil-balig.Disebutkan bahwa Al-Habib Hussein bin Abu Bakar bin Salim sering berkata tentang "keluarga Baalawi di Huraidhah". Saat orang-orang menerangkan bahwa tak ada keluarga Baalawi di Huraidhah, beliau akan menjawab: "kelak disana akan datang anggota keluarga Ba'Alawi, dengan wajah bagaikan bulan, dan akan menyebarkan manfaat bagi penduduknya..."Dan begitulah, saat Al-Habib Umar berangkat akil-balig, dua Guru beliau, Al-Habib Hussein bin Syeikh Abubakar bin Salim serta Al-Habib Hamid bin Syeikh Abubakar bin Salim, memerintahkan Al-Habib Umar yang masih belia untuk mulai berdakwah ke sebuah desa terpencil bernama Huraidhah... Sejak mula Huraidhah telah menyambut beliau dengan tangan terbuka: "Ini rumah adalah rumahmu, Tuan Guru," kata Syeikh Najjaad Adz-dzibyani saat menyambut kedatangan Al-Habib Umar yang pertama kali, menawarkan rumahnya bagi tempat tinggal Al-Habib Umar.Setelah suatu masa dimana Al-Habib Umar melakukan perjalanan pulang-pergi dari desa Lisk, tempat kelahiran beliau, ke Huraidhah, akhirnya pada tahun 1040 H beliau menetap disana. Beliau sempat membawa ayahanda beliau pindah bersama, dimana ayahanda beliau sakit, wafat dan dimakamkan disana.Di Huraidhah pula beliau meminang seorang wanita saleh bernama Sholahah, sebagai balas-budi atas nadzar wanita tersebut untuk memberikan harta dan bagian dari rumahnya bagi kepentingan Al-Habib Umar.Syeikh Abdullah bin Ahmad Al-Afif, seorang tokoh masyarakat yang saleh dan dihormati, memiliki hubungan istimewa dengan Al-Habib Umar. Saat-saat awal kunjungan Al-Habib Umar, Syeikh Al-Afif pernah diminta oleh penduduk berdo'a memohon datangnya air hujan. Saat itu Al-Habib Umar sebenarnya baru saja singgah disana, namun penduduk baru memberitahu beliau setelah upacara do'a usai."Mengapa kalian tak memberitahu kedatangan Al-Habib Umar padaku terlebih dahulu? Mungkin do'a kita takkan diterima karena kelakuan kita ini..." beliau pun bergegas menuju ke tempat Al-Habib Umar, memohonkan maaf bagi dirinya dan bagi penduduk desanya."Wahai Syeikh Abdullah, desa ini adalah desa kalian. Aku disini hanyalah seorang asing, dan kebetulan baru saja singgah..." jawab Al-Habib Umar."Sebaliknya... seluruh Huraidhah ini adalah milikmu, Tuan Guru," kata Syeikh Abdullah. "Aku tak mempunyai hak apa pun lagi atas desa ini, setelah Tuan Guru berada disini..."Huraidhah.... jejak seluruh ibadah, sifat tawadhu' serta berbagai kemuliaan perilaku "keluarga Ba'Alawi yang wajahnya bagaikan bulan" itu hingga kini masih amat terasa disana...Bolehkah aku memperoleh sedikit&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mereka telah memetik hasil dari nasihat-nasihat itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Habib Umar bin Abdurrahman Al-Attas pernah memohonkan kepada Allah kebaikan bagi Syeikh Umar bin Ahmad Al Hilabi Al-Juaydi serta anak-cucunya. Hal ini beliau lakukan karena kedekatan hubungan antara mereka, karena pekerti luhur serta kepatuhan yang tinggi dari Syeikh Umar bin Ahmad Al-Hilabi. Disebutkan, tak pernah Syeikh Umar bin Ahmad Al-Hilabi menyalahkan atau menolak pendapat Al-Habib Umar.Suatu hari, Syeikh Umar bin Ahmad Al-Hilabi mengunjungi kediaman Al-Habib Umar di Huraidhah, dan memperoleh sambutan hangat seorang sahabat dekat. Saat hendak pulang, Al-Habib Umar berpesan: "Wahai sahabatku, bila engkau sampai di desamu, bersegaralah panen pohon-pohon kurmamu".Nasehat itu terasa aneh, karena saat itu belum lagi masa panen kurma. Namun, sepulang di desanya, tanpa ragu-ragu Syeikh Umar bin Ahmad Al-Hilabi melaksanakan petunjuk Al-Habib Umar: memanen kurmanya yang belum masanya untuk dipanen.Penduduk desa menegur, menyalahkan, menganggap Syeikh Umar bin Ahmad Al-Hilabi bodoh karena mau menerima nasehat seperti itu....Lalu datanglah saat itu.... belalang menyerbu habis seluruh pohon kurma penduduk yang belum di panen, sementara pohon-pohon kurma Syeikh Umar bin Ahmad Al-Hilabi selamat dari musibah tersebut..... Pada suatu hari, Syeikh Ma'ruf, putera salah seorang sahabat Al-Habib Umar syeikh Abdullah bin Ahmad Al-Afif, berkunjung dan bermalam di kediaman Al-Habib Umar. Ia tak hendak beranjak ke tempat lain, namun setelah beberapa hari, dan merasa tiba waktunya untuk pulang, ia pun meminta ijin pada Al-Habib Umar. Namun Al-Habib Umar melarangnya.Hal seperti ini terjadi berkali-kali dalam beberapa hari. Hingga di hari terakhir itu, ketika syeikh Ma'ruf kembali meminta ijin, Al-Habib Umar berkata: "Tahukah engkau, wahai syeikh Ma'ruf, aku melarangmu segera pulang, agar engkau terhindar dari tuduhan pencurian yang akan dituduhkan penduduk desamu pada saudara-saudara dan pada keluargamu..."Di desanya syeikh Ma'ruf mengetahui: apa yang dikatakan Al-Habib Umar memang telah terjadi, tuduhan pencurian telah menimpa saudara dan keluarganya, kecuali dirinya. Namun tuduhan tersebut telah ditarik karena pencuri sesungguhnya telah tertangkap......&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;em&gt;Wajah kekasihku adalah tempat bagiku menatapKepadaNya wajahku senantiasa menghadap Sebagai Kiblatku cukuplah hanya Dia Dan aku pun pasrah diri padaNya&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; Bait Syair Al-Habib Abubakar bin Abdullah Alaydrus Al-Adni yang berulang dibaca oleh Al-Habib Umar pada saat-saat menjelang akhir ajal beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-728157307816753103?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/728157307816753103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/managib-al-habib-umar-bin-abdurrahman.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/728157307816753103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/728157307816753103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/managib-al-habib-umar-bin-abdurrahman.html' title='Managib Al Habib Umar Bin Abdurrahman AL Atthos'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-331057379586808762</id><published>2009-03-21T18:42:00.000-07:00</published><updated>2009-03-21T18:51:30.439-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='yahudi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Yahudi Bukan Bani Israil</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScWZcp511ZI/AAAAAAAAANg/v6t70VDg608/s1600-h/Al_aqsho.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315823652744582546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScWZcp511ZI/AAAAAAAAANg/v6t70VDg608/s200/Al_aqsho.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bani &lt;a title="Posts tagged with israil" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=israil"&gt;Israil&lt;/a&gt; disebut di dalam kitab suci Al-Quran sebanyak 42 kali. Nabi Musa disebut sebanyak 129 kali dan Isa Al-Masih disebut sebanyak 23 kali. Sedang nama Islam disebut dalam Al-Quran sebanyak 6 kali dan nama Nabi Muhammad saw disebut 4 kali. Hal ini menunjukan bertapa besar toleransi Islam terhadap agama-agama lainnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Syeikh Sya’rawi&lt;/span&gt; (almarhum) adalah alim ulama besar, pakar dan rujukan utama di Timur Tengah dalam membahas ilmu tafsir. Beliau dikenal tangkas dan memiliki ciri khas yang mengagumkan dalam mengupas tema-tema yang bersangkutan dengan ilmu tafsir Al-Quran pada ceramah-ceramah beliau yang selalu disajikan di setiap teve teve &lt;a title="Posts tagged with arab" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=arab"&gt;Arab&lt;/a&gt;. Saya masih ingat beliau pernah mengupas di salah satu ceramanya tentang kebiadaban, kekejaman dan kedholiman &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang dirasakan dan dipaksakan diterima oleh rakyat Palestina. Kedua tentang kembalinya warga &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; dari seluruh dunia dan diberikan hak prioritas pada siapa pun dan di mana pun warga &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang ingin kembali ke Israel walaupun warga &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; tersebut sebelumnya tidak pernah menginjakkan kakinya di tanah Palestina. Sehingga, mereka berkumpul dan bercampur-baur membentuk suatu kekuasaan diatas kekuasaan. Pula diberikan pada mereka rekomendasi dari Barat terutama dari Amerika dan Inggris dan hak prioritas penuh untuk mendirikan sebuah negara di tanah Palestina khusus bagi kaum &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang tercerai-berai di seluruh dunia sesuai dengan yang diangan-angani gerakan zionisme yang didirikan Theodore Herzl pada tahun 1896&lt;br /&gt;Ini semuanya, menurut Syeikh Sya’rawi merupakan suatu hikmah Ilahi dan hal yang sangat penting demi membuktikan janji Allah bagi hamba-hamba Nya yang soleh dan beriman bahwa mereka kelak akan mendapatkan kemenangan yang gemilang. Menurut beliau, jika orang-orang &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; tidak kembali berkumpul dan bercampur-baur di satu tempat, maka bagaimana mereka akan dibinasakan sehabis-habisnya dengan apa yang mereka kuasai.&lt;br /&gt;Kita sebagai &lt;a title="Posts tagged with muslim" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=muslim"&gt;muslim&lt;/a&gt; berkeyakinan sesuai dengan ajaran yang telah diterapkan dalam Al-Quran bahwa di akhir zaman sebelum kedatangan Isa Al-Masih, orang orang &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang telah terusir, bercerai-berai dan berhijrah ke seluruh pelosok dunia akan berkumpul kembali ketempat asal mereka di Palestina. Inilah yang sekarang kita saksikan bahwa seluruh orang-orang &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; berkumpul dan bercampur-baur setelah mereka bercerai berai sesuai dengan firman Allah “Dan Kami berfirman sesudah itu kepada Bani &lt;a title="Posts tagged with israil" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=israil"&gt;Israil&lt;/a&gt; “diamlah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kamu dalam keadaan bercampur baur” - al Israa’, 104&lt;br /&gt;Keyakinan ini tentu, kalau menurut ajaran kita, bermula dari disaat nabi Musa as dan pengikutnya dari Bani Israel atau yang disebut dalam Al Quran “Ashbath” diusir dan keluar dari Mesir. Dalam bahasa &lt;a title="Posts tagged with arab" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=arab"&gt;Arab&lt;/a&gt; Ahsbath artinya julukan khusus diberikan kepada pengikut-pengikut nabi Musa as yang berasal dari dua belas keturunan nabi Yakub.&lt;br /&gt;Nabi Musa dan pengikutnya (12 kabilah Bani &lt;a title="Posts tagged with israil" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=israil"&gt;Israil&lt;/a&gt;) keluar dari Mesir karena diusir dan dikejar-kejar oleh Firaun. “Kemudian Fir’aun hendak mengusir mereka (Musa dan pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia serta orang orang yang bersama-sama dia seluruhnya”- al Isra’ 103. Setelah itu nabi Musa dan pengikutnya menuju kota Sina dan menetap selama empat puluh hari sampai beliau wafat disana.&lt;br /&gt;Kemudian adiknya Harun as melanjutkan perjuangannya sebagai pimpinan Ashbath Bani &lt;a title="Posts tagged with israil" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=israil"&gt;Israil&lt;/a&gt;. Beliau dan rombongan berangkat ke Palestina. Di sana Harun mendirikan dua kerajaan kecil, pertama kerajaan di sebelah selatan Palestina yang terdiri dari dua kabilah &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yaitu kabilah Benyamin dan Yahudha, dan kerajaan yang kedua di sebelah utara terdiri dari sepululuh kabilah &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; lainya.&lt;br /&gt;Pada tahun 721 Sebelum Masehi, kerajaan Babilon menyerang bagian utara kerajanan &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; dan menguasinya. Mulai saat itu terpecahbelahlah bangsa &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; dan berceraiberailah kabilah kabilah &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; keseluruh pelosok dunia. Sebagian diantara mereka ada yang dibawa ke Irak dijadikan sebagai tawanan. &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; Orthodox sampai sekarang masih beranggapan bahwa kabilah kabilah yang berasal dari kerajaan bagian utara merupakan sebagai kabilah-kabilah &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang hilang dan mereka kelak akan muncul dan kembali lagi bercampur-baur.&lt;br /&gt;Ahli sejarah beranggapan bahwa dari sepuluh kabilah &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;yahudi&lt;/a&gt; yang bercerai-berai, mereka telah berhijrah keseluruh pelosok dunia, diantaranya ke Asia, Afrika, Rusia, dan negara negara &lt;a title="Posts tagged with arab" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=arab"&gt;Arab&lt;/a&gt;. Ada lagi diantara mereka yang menetap di Afrika sampai sekarang ini yaitu kabilah Flasha di Ethiopia dan kabilah Yambah di Zimbabwe dan Afrika Selatan, dan yang lainnya ada yang berhijrah ke Jazirah Arabia seperti ke Bahrain, Khaibar, Madinah, dan Yemen, juga ada lagi yang berhijrah ke Asia seperti ke Iran, Cina, Jepang,dan Burma, dan sebagian ada yang berhijrah ke Rusia dan Eropa.&lt;br /&gt;Nah, sekarang kita bisa melihat sendiri bahwa semua orang &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; yang telah berhijrah, bercerai berai, dan hilang, mereka datang kembali dari seluruh dunia, berkumpul di satu tempat dan membentuk satu negara Israel. Perkumpulan dan kembalinya Ashbat &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; ke tanah Palestine merupakan suatu hikmah dan hal yang sangat penting demi untuk membuktikan ketepatan janji Allah bagi hambanya yang soleh dan beriman bahwa mereka akan mendapat kemenangan yang gemilang di masa mendatang Insya Allah. Karena jika orang-orang &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; tidak kembali berkumpul dan bercampur-baur di satu tempat, maka bagaimana mereka akan dibinasakan sehabis-habisnya dengan apa yang mereka kuasai.&lt;br /&gt;“Dan Apabila datang saat hukuman bagi kejahatan yang kedua (Kami datangkan orang orang lain) untuk menyuramkan muka muka kamu dan mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana musuh-musuh mu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabi-habisnya apa saja yang mereka kuasai” - Al Isra’ 7&lt;br /&gt;Itu janji Allah dan Allah jika berjanji, tidak akan menginggkari janjiNya.&lt;br /&gt;Adapun janji Rasulallah saw adalah sesuai dengan sabdanya: ”Tidak akan bangkit hari kiamat sehingga kalian memerangi &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt;, sampai-sampai batu berkata “wahai &lt;a title="Posts tagged with muslim" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=muslim"&gt;Muslim&lt;/a&gt; ini orang &lt;a title="Posts tagged with yahudi" href="http://www.moslemgossips.com/?tag=yahudi"&gt;Yahudi&lt;/a&gt; di belakangku bunuhlah dia“ -Hadits.&lt;br /&gt;Wallahua’lam,&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-331057379586808762?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/331057379586808762/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/yahudi-bukan-bani-israil.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/331057379586808762'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/331057379586808762'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/yahudi-bukan-bani-israil.html' title='Yahudi Bukan Bani Israil'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScWZcp511ZI/AAAAAAAAANg/v6t70VDg608/s72-c/Al_aqsho.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-8722973783424308012</id><published>2009-03-19T11:14:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T11:48:54.489-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Polda'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>MAULID NABI SAW DI POLDA D.I.YOGYAKARTA</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKRPUNeGwI/AAAAAAAAANA/pL2iZfGaerE/s1600-h/Acara+1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314970202559879938" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKRPUNeGwI/AAAAAAAAANA/pL2iZfGaerE/s200/Acara+1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKRPtPlugI/AAAAAAAAANI/NbW1CcERxCU/s1600-h/Acara+2.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314970209279654402" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKRPtPlugI/AAAAAAAAANI/NbW1CcERxCU/s200/Acara+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKReC_EX5I/AAAAAAAAANY/kF930xlTsZs/s1600-h/Polda.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314970455634108306" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKReC_EX5I/AAAAAAAAANY/kF930xlTsZs/s200/Polda.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Yogyakarta,(19 Maret 2009).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Ada yang beda saat rombongan H.Syech bin Abdulkadir Assegaf tiba di Gedung Kantor POLDA D.I.Yogyakarta. Halaman Mapolda Yogya tersebut tertutup oleh tenda yang luas dengan panggung yang lebar namun minimalis penataannya. Pada beground panggung tertulis kalimat "&lt;strong&gt;DENGAN MENTELADANI KEPRIBADIAN NABI BESAR MUHAMMAD SAW, KITA TINGKATKAN PROFESIONALITAS POLRI GUNA MENDUKUNG SUKSESNYA PAM PEMILU 2009".&lt;/strong&gt; Hari ini POLDA D.I.Y mengadakan acara peringatan Maulid Nabi Basar Muhammad SAW dengan mengundang umat Islam se Yogyakarta. Acara tersebut dihadiri seluruh setaf kepolisian setempat dan para tokoh agama yang ada serta para habaib, juga para jamaah muslim yang memadati areal halaman MAPOLDA D.I.Y. Hajatan ini memang diprakarsai oleh Kapolda D.I.Y yaitu &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bapak &lt;span style="color:#663300;"&gt;Brgjen Pol. Drs. Sunaryono SH&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;, yang didukung segenap jajaran kepolisian Polda D.I.Y. Suasana yang meriah dan penuh keakraban tersebut membuat kita berfikir bahwa ternyata Polisi dan Santri adalah sebuah kesatuan yang kompak jika kita mau saling hormat dan mencintai. Banyak Anggota Polwan yang saat itu mengenakan pakaian muslim menerima tamu serta membagikan konsumsi kepada jammah yang datang. Ada juga beberapa anggota yang mengamankan acara dengan penuh ramah dan senyum. Beberapa anggota yang lain sibuk menjemput para jamaah muslim yang tidak memiliki alat transpotasi, dengan mobil dan truk milik Polda D.I.Y. Habib Syech diterima Bapak Sunaryono dengan penuh keakraban dan penuh Ahlaq yang membuat kita perlu mencontoh agar tercipta hubungan yang baik antara warga dan Polisi. Semoga Allah SWT menjaga, melindungi, dan terus merahmati Kepolisian Indonesia, serta melimpahkan ridhoNya kepada seluruh anggota Kepolisian Indonesia...... Salut buat POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta..!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-8722973783424308012?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/8722973783424308012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/maulid-nabi-saw-di-polda-diyogyakarta.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8722973783424308012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/8722973783424308012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/maulid-nabi-saw-di-polda-diyogyakarta.html' title='MAULID NABI SAW DI POLDA D.I.YOGYAKARTA'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKRPUNeGwI/AAAAAAAAANA/pL2iZfGaerE/s72-c/Acara+1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-4573751338240741018</id><published>2009-03-18T17:27:00.000-07:00</published><updated>2009-03-19T11:06:54.779-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='safari'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Safari Maulid H.Syech bin Abdulkadir Assegaf</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScGWLLcKLeI/AAAAAAAAAMQ/qUFAAgdZKdQ/s1600-h/Kubah+Nabi+SAW.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKJRC4kZRI/AAAAAAAAAM4/lcs6eAExxEg/s1600-h/Foto020.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314961436175525138" style="WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKJRC4kZRI/AAAAAAAAAM4/lcs6eAExxEg/s200/Foto020.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKI0AzhCdI/AAAAAAAAAMo/lqZFPOq-0K0/s1600-h/Foto023.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314960937401256402" style="WIDTH: 200px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKI0AzhCdI/AAAAAAAAAMo/lqZFPOq-0K0/s200/Foto023.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKI0ZggF_I/AAAAAAAAAMw/PTamZOjSwGY/s1600-h/Foto030.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5314960944032389106" style="WIDTH: 189px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKI0ZggF_I/AAAAAAAAAMw/PTamZOjSwGY/s200/Foto030.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Cilacap (10 Maret 2009).&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Alhamdulillah, bulan Maulid telah tiba. Kebahagiaan yang tiada tara datang menjelma. Bulan dimana kekasih yang terkasih, pemimpin ummat, Habibbullah, cahaya mata yang berbinar, baginda nabi besar Muhammad SAW dilahirkan telah tiba. Banyak cara ummat menunjukan kebahagiaan tersebut dengan mengadakan beberapa kegiatan. Diantaranya mengdakan pembacaan Maulid / sejarah Nabi untuk kita ambil hikmah serta tauladan beliau yang tiada bisa ditandingi oleh mahluq apapun dan sampai kapanpun. Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf melaksanakan Safari Maulid secara marathon dibeberapa kota di pulau jawa. Acara diawali di ibu kota Jakarta yang terpusatkan di kediaman H.Abdurrahman bin Abdulkadir Assegaf (kakak dari H.Syech) yang berlokasi dikomplek perumahan Bank Mandiri Jl.Sriwijaya - Kebayoran Baru - Jakarta Selatan. Setelah itu acara dilanjutkan keesokan harinya dikediaman H.Anis Al-Jufriy di daerah Cinere - Jakarta. Acara berlanjut besoknya di kota Bandung. Dari Bandung rombongan melanjutkan safari ke kota Kudus, Cilacap, Jogjakarta, Semarang, dan Jepara. Dalam posting ini kami mengucapkan bayanyak terimakasih kepada para ASHAB yang telah membantu kelancaran Safari Maulid ini yang diantaranya; Mas Hendar, Beb Cecek, Ustd Hakim, Dillah Ning, Ifa Bom2, Helmi Segaf, dan masih banyak lagi yang tak dapat kami ucapkan satu persatu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-4573751338240741018?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/4573751338240741018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/safari-maulid-hsyech-bin-abdulkadir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4573751338240741018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/4573751338240741018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/safari-maulid-hsyech-bin-abdulkadir.html' title='Safari Maulid H.Syech bin Abdulkadir Assegaf'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/ScKJRC4kZRI/AAAAAAAAAM4/lcs6eAExxEg/s72-c/Foto020.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6399820668987800659</id><published>2009-03-13T18:17:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T01:58:56.933-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='JANGAN MEREMEHKAN PERINTAH ALLAH'/><title type='text'>JANGAN MEREMEHKAN PERINTAH ALLAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SctDnJVdUQI/AAAAAAAAAPA/5A-bldc_p0A/s1600-h/sholat.bmp"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5317418124840882434" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 199px; CURSOR: hand; HEIGHT: 200px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SctDnJVdUQI/AAAAAAAAAPA/5A-bldc_p0A/s200/sholat.bmp" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Kalam: Al-Habib Muhammad bin Idrus Alhabsyi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap apa-apa yang menimpa dirimu ataupun orang lain dari hal-hal yang menyimpang atau kesulitan-kesulitan, gangguan-gangguan dan cobaan-cobaan, semua ini penyebabnya adalah mereka meremehkan perintah Allah, tidak menganggap dan tidak perduli atas hak-hak Allah yang seharusnya dipenuhi oleh hambanya. Sebagaimana yang telah engkau saksikan, seseorang itu apabila istrinyatidak melaksanakan shalat maka ia diam saja tanpa memberi tindakan padanya. Tetapi apabila sang istri merubah rasa masakan yang biasa dimakannya atau tidak mencucikan pakaiannya, maka seketika itu juga timbul amarahnya kepada istrinya.Inilah masalah yang sering terjadi di depan mata kita, maka seharusnyalah manusia itu supaya secepatnya bertaubat setiap pagi, siang, sore dan malam hari, bahkan kalau perlu bertaubat setiap saat selama hidupnya, karena manusia itu setiap saat tidaklah selamat dari dosa yang diperbuatnya, kecuali orang-orang yang telah diselamatkan oleh Allah Ta'ala dan itupun sedikit sekali.&lt;br /&gt;Semoga Allah selalu menjadikan kita dan kaum muslimin sebagai orang-orang yang selalu berjalan diatas jalan yang sesuai dengan orang-orang yang mendapat petunjuk. Amiiin…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6399820668987800659?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6399820668987800659/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/jangan-meremehkan-perintah-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6399820668987800659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6399820668987800659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/jangan-meremehkan-perintah-allah.html' title='JANGAN MEREMEHKAN PERINTAH ALLAH'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SctDnJVdUQI/AAAAAAAAAPA/5A-bldc_p0A/s72-c/sholat.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5800334190220279537</id><published>2009-03-12T20:29:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T20:36:32.429-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ali bin Abi Thalib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Biografi'/><title type='text'>KRONOLOGI DAN PERISTIWA KELAHIRAN ALI BIN ABI THALIB as</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ibunda Amirul Mukminin di dalam Ka’bah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Malam jum’at 13 Rajab, seorang wanita mulia istri Abu Thalib, ia mulai merasakan sakit di bagian perutnya, namun setelah dibacakan beberapa nama-nama khusus, akhirnya secara perlahan rasa sakitpun mereda. Ketika Abu Thalib berkehendak memanggil beberapa wanita Quraisy untuk membantu persalinan Fathimah binti Asad, tiba-tiba terdengar suara dari sudut rumahnya, seraya berkata: Wahai Abu Thalib, bersabarlah karena tidak sepantasnya tangan-tangn yang kotor itu menyentuh dan mengusap wali Allah swt.&lt;br /&gt;Pagi hari, ketika Fathimah binti Asad mendengar suara seraya memanggil: Wahai Fathimah datanglah ke rumah kami, kemudian Abu Thalib dan Rasulullah membawa beliau ke Masjidil Haram, Abbas bin Abdul Muthalib yang kala itu duduk di masjid bersama sekelompok jamaah, melihat Fathimah masuk ke dalam Masjidil Haram, dan berhenti dihadapan tembok Ka’bah, dan memandang ke langit seraya berkata: “Wahai pencipta Alam semesta, aku beriman kepadamu, kepada nabi-nabi dan kitab-kitab yang datang dari sisimu. Aku percaya dan membenarkan perkataan kakekku Ibrahim Khalil, dan dulu dialah yang telah membangun rumah ini. Aku bersumpah kepadamu dengan kedudukan seorang yang telah membangun rumah ini, dan dengan kedudukan anak yang aku kandung dalam perutku, yang dengannya aku berbicara dan dengan perilakunya aku mulai merasakan kenyamanan, aku yakin bahwa salah satu tanda ayat-ayatmu adalah kelahiran ini akan engkau permudah”. Tiba-tiba orang-orang yang hadir di Masjidil Haram menyaksikan salah satu bagian tembok Ka’bah terbelah dan Fathimah binti Asad pun masuk kedalam Ka’bah. Kemudian mereka berusaha sedemikian mungkin untuk masuk ke dalam Ka’bah dengan membuka pintu Ka’bah dengan kunci yang mereka miliki, namun usaha itu sia-sia mungkin karena hal ini adalah kehendak Yang Maha Kuasa.Segala yang terjadi pada nabi akhir zaman dan penghulu para nabi, terjadi kembali pada diri Ali as, walaupun Fathimah binti Asad ketika itu hadir dan menyaksikan langsung persalinan Nabi dan memberitakan kejadian itu kepada Abu Thalib, dan Abu Thalib yang sebelumnya pernah mendengar perkataan yang dikatakan padanya, bahwa: “Bersabarlah 30 tahun lagi, Allah akan memberimu seorang anak yang kelahirannya sama dengan Nabi akhir zaman, kecuali dalam kenabian namun ia adalah penerima wasiatnya dan akan menjadi penolongnya”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Hari Kelahiran Amirul Mukmini as&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari jumat, Ali bin Abi Thalib as bagaikan matahari yang terbit di ufuk batu merah dalam sudut sebelah kanan Ka’bah. Ketika beliau menginjakkan kakinya ke tanah permukaan Ka’bah, beliau langsung bersujud dan menengadakkan tangnnya ke langit dan berkata: “Aku bersaksi bahwa tiada Tuahn selain Allah dan aku besaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dengan Muhammad Allah mengakhiri dan menutup kenabian, dan denganku Allah menutup wasiatnya, dan Aku adalah penghulu kaum mukminin”. Kemudain bersabda: “kebenaran telah datang maka kebatilan harus pergi”.Ketika beliau dilahirkan berhala-berhala berjatuhan, langit-langit bercahaya dan setan berteriak: “celakalah berhala-berhala dan para penyembahnya dengan dilahirkannya anak ini”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ucapan Amirul Mukminin Ali as Setelah Kelahirannya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setelah beliau dilahirkan, beliau langsung memberikan salam kepada wanita-wanita surga dan menanyakan keadaan mereka. Dan ketika wanita-wanita surga itu mulai mengendongnya, Ali as pun berkata kepada mereka. Ketika beliau berada dalam pelukan Hawa istri Nabi Adam as, Ali as berkata: Salam atasmu wahai ibunda Hawa, Hawa pun menjawab: Salam atasmu wahai putraku, Ali bin Abi Thalib menanyakan keadaan Nabi Adam, Hawa pun menjawab: ia tenggelam dalam kenikmatan Tuhannya dan berada disisi Tuhannya yang maha pemurah. Pada saat itu ketika beliau(Ali as) berada di dalam Ka’bah, Abu Thalib berteriak di jalan gang dan pasar, seraya berkata: Kabar gembira untuk kalian bahwa wali Allah telah dilahirkan, dengannyalah wasiat dikukuhkan dan disempurnakan.Setelah wanita-wanita surga itu pergi, berdatanganlah para nabi Allah diantara mereka yang hadir adalah Nabi Adam, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa (kepada mereka sholawat dan salam). Amirul Mukminin melihat kedatangan mereka menggerak-gerakkan anggota badannya dan tersenyum, dan para nabi mengucapkan salam kepada beliau seraya berkata: “Salam atasmu wahai wali Allah dan Khalifah Rasulullah.”Beliau menjawab salam mereka: “ Salam Atas kalian dan rahmat Allah dan Berkahnya semoga tercurah kepada kalian”. Kemudian satu persatu dari mereka mengendong dan mencium beliau dan mengucapkan pujian-pujian atasnya dan kemudian pergi. Kemudian para malaikat berdatangan dan membawa beliau ke atas langit, dan kemudian dikembalikan lagi ketempatnya, dan sesekali mengungkapkan keutamaan-keutamaan beliau.Fathimah binti Asad berkata: Untuk kedua kalinya Ali dibawa oleh malaikat ke langit dan kemudian dikembalikan namun kali ini beliau sudah terbungkus dengan kain sutra putih yang diambil dari surga, dan mereka berkata kepadaku: “Jagalah ia dari penglihatan orang-orang karena dia adalah wali Allah swt. Ketahuilah seseorang tidak akan masuk surga kecuali ia menerima, mengakui dan membenarkan wilayah, imamah dan kepemimpinannya. Beruntunglah bagi orang yang mengikutinya dan celakalah bagi orang yang berpaling darinya. Siapa saja yang bergabung dengannya dia akan selamat dan barang siapa yang diam dan tidak bergabung dengannya maka ia akan jatuh tenggelam”. Kemudian mereka membisikkan sesuatu ditelinganya yang aku sendiri tidak memahaminya. Kemudian mereka menciumnya dan berdiri kemudian pergi, aku tidak tahu dari mana mereka keluar. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tiga Hari di Ka’bah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Fathimah binti Asad setelah tiga hari menjadi tamu Allah, bersiap-siap untuk keluar dari dalam Ka’bah sambil menggendong anaknya yang baru lahir itu, tiba-tiba terdengar suara ghaib seraya berkata: “Wahai Fathimah, berilah nama bayi yang baru lahir ini dengan nama Ali, karena aku adalah Tuhan yang yang maha tinggi(aliul a’la), aku memberinya nama yang kuambil dari namaku, dan aku mengajarkannya adab, dan padanya aku serahkan perkaraku, dan aku beri tahukan kepadanya kesukaran dan kerumitan ilmuku, dia lahir di rumahku, dialah orang pertama yang mengumandangkan azan disebagian belahan rumahku, dan menghancurkan berhala-berhala, dan dialah yang menjatuhkan mereka dari atas Ka’bah ke tanah. Beruntunglah bagi orang-orang yang mencintainya, mentaatinya dan menjadi penolongnya. Dan celakalah bagi orang-orang yang membencinya dan berpaling darinya, dan mengucilkannya serta mengingkari hak dan tanggungjawabnya”.Dalam tiga hari ini semua orang membicarakan tentang bayi yang lahir di dalam Ka’bah, apalagi tentang tidak dapat terbukanya kunci yang dipasang di pintu Ka’bah, dan terbelahnya sebagian tembok Ka’bah di siang hari dan disaksikan oleh orang-orang kafir. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Cahaya Ali Terbit dipelukan Rasulullah saw&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu pagi hari rabu di hadapan khalayak yang menunggu sambil duduk, tiba-tiba tembok Ka’bah terbelah kembali dari tembok sebelumnya dengan kadar yang mencukupkan Fathimah dan anaknya bisa keluar dari dalam Ka’bah. Dan seluruh masyarakat memandangnya dan sebelum ada seorangpun yang bertanya kepadanya, Fathimah binti Asad mengungkapkan segala peristiwa yang terjadi di dalamnya, mulai dari keangungan bayi yang dilahirkannya, tentang makanan surga yang dihidangkan padanya dan nama bayi yang dilahirkannya adalah Ali itupun dikarenakan panggilan dari langit.Abu Thalib dan Rasululluh mendatangi Fathimah binti Asad yang sedang menggendong bayinya, Ali as berkata: Salam atasmu wahai ayahku, semoga rahmat dan berkahnya tercurah kepadamu, Abu Thalib menjawab: “Salam atasmu wahai anakku, semoga rahmat dan berkahnya tercurah padamu, dan kemudian mengendongnya. Amirul Mukminin as membuka kedua mata sucinya dan memandang wajah suci rasulullah saw kemudian tersenyum dan mengerak-gerakkan anggota badannya, seraya berkata: “Salam atasmu, semoga rahmat Allah dan berkahnya tercurah padamu, gendonglah aku”Rasulullah saww setelah menjawab salamnya langsung mengambil dan mengendongnya, dan diletakkan ditangannya. Ketika itu Amirul Mukminin meletakkan tangan kanannya ke telinganya dan mengumandangkan azan dan iqamah, dan bersaksi akan keesaan Tuhan dan kenabian nabi Muhammad saww. Kemudian meminta izin kepada Rasul untuk membacakan kitab-kitab samawi, setelah diizinkan beliau meratakan dadanya dan membaca sesuatu yang tercantum di dalam suhuf Adam, Nuh, Ibrahim, Musa dan Isa. Kemudian membaca salah satu ayat dari Alquran yaitu surah almukminun “qod aflahal mukminun…” yang ketika itu belum diturunkan. Kemudian dalam pelukan Rasulullah beliau dibawa ke rumah Abu Thalib as.Fathimah binti Asad berkata: Hari ketika aku keluar dari Ka’bah, dan anakku aku berikan kepada Rasululullah, beliau membuka mulut Ali as dengan lidahnya dan memberikan air ludah suci beliau dan mengumandangkan azan di telinga kanannya dan iqamah ditelinga kirinya kemudian beliau bersabda: “Bayi ini lahir dengan fitrahnya”. Kemudian Abu Thalib mengadakan walimah atau selamatan besar-besaran, atas kelahiran anaknya Ali bin Abi Thalib, dan mengundang seluruh warga untuk bertawaf tujuh kali dan kemudian memberikan salam kepada Ali as.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5800334190220279537?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5800334190220279537/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/kronologi-dan-peristiwa-kelahiran-ali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5800334190220279537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5800334190220279537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/kronologi-dan-peristiwa-kelahiran-ali.html' title='KRONOLOGI DAN PERISTIWA KELAHIRAN ALI BIN ABI THALIB as'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-552691213599257679</id><published>2009-03-12T19:35:00.000-07:00</published><updated>2009-03-12T20:05:47.187-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kemuliaan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habaib'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>KEMULIAAN</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;"Letak kemuliaan seseorang bukanlah pada harta ataupun jabatan sebagaimana yang selalu menjadi barometer sebagian manusia, tetapi kemuliaan ada pada hati seseorang. Bagaimanapun keadaan seseorang, baik kaya atau miskin, baik punya jabatan atau tidak, tak menjadi sebab dalam memuliakan dirinya." Dari situlah Rasulullah saw menegaskan dalam hadisnya, "Bukanlah disebut saudagar bagi yang punya harta banyak, tetapi saudagar adalah orang yang hati dan jiwanya lapang dan penuh 'izzah (kemuliaan)" Seseorang yang mempunyai harta menjadi mulia apabila selalu menghormati yang miskin, serta selalu menyantuni mereka sebelum mereka meminta. Sebaliknya yang miskin menjadi mulia apabila berat tangannya untuk meminta kepada orang lain. Al-Imam Alwi bin Faqihil Muqoddam pernah berkata, "Apabila saudagar atau pejabat kau temui di depan pintu orang miskin, maka merekalah paling mulianya saudagar atau pejabat dan juga paling mulianya orang miskin" Karena hal ini menunjukkan bahwa para saudagar tak lupa untuk menyantuni orang miskin, dan si miskin mempunyai 'izzah hingga malu untuk datang ke rumah orang-orang kaya. Adapun sebaliknya, beliau berkata, "Apabila orang miskin kau temui di pintu-pintu rumah orang kaya, saudagar atau pejabat, maka merekalah seburuk-buruknya orang kaya dan orang miskin" Karena hal ini menunjukkan lalainya para saudagar dalam tafaqqud ahwalil masakin (memperhatikan kebutuhan wong cilik), dan si miskin yang tidak mempunyai 'izzah atau perasaan malu untuk meminta.&lt;br /&gt;Tetapi ahlu zaman sekarang sudah berbalik. Sebuah aib bagi orang kaya untuk datang ke rumah orang-orang miskin, dan justru bangga apabila rumahnya disesaki para fuqoro, merasa risih untuk menghadiri undangan orang-orang miskin dan enggan jika undangannya dihadiri orang miskin. Begitu pula orang-orang miskin yang menjadikan minta-minta di jalanan sebagai profesi, tanpa mempunyai rasa malu sedikit pun. Alhasil, apa yang dikatakan oleh Sayyidina Alwi tersebut singkat, tapi betul-betul menjadi suatu qoidah tentang mulia tidaknya suatu masyarakat atau golongan. Semoga kita termasuk golongan orang-orang mulia tersebut di dunia dan akherat. Amin...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-552691213599257679?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/552691213599257679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/kemuliaan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/552691213599257679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/552691213599257679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/kemuliaan.html' title='KEMULIAAN'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-2994797723499546136</id><published>2009-03-09T08:44:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T08:53:39.336-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Abubakar Gersik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Habib Abubakar Gersik</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SbU7RTANE1I/AAAAAAAAALQ/sD-4XcMCwMg/s1600-h/hb__bakar_gersik.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311216503898313554" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 205px; CURSOR: hand; HEIGHT: 288px" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SbU7RTANE1I/AAAAAAAAALQ/sD-4XcMCwMg/s320/hb__bakar_gersik.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; lahir di desa &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Besuki&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ( jawa timur ) sekitar tahun 1864 M. Sejak kecil telah menjadi yatim namun bakat kewaliaan dan kecintaan terhadap ilmu sudah nampak sejak umur 3 tahun. Hati beliau telah mendapat cahaya Ladunni dari alloh SWt ini terbukti ketika beliau masih berumur 3 tahun telah mampu mengingat berbagai peristiwa dan kejadian yang telah menimpa dirinya.&lt;br /&gt;Usia 8 tahun tepatnya tahun 1856 M Habib Abubakar dikirim oleh ibunya ke tanah leluhurnya di Sewun tarim Yaman Selatan. Di sana beliau di asuh dan dididik oleh pamannya Habib Syech bin Umar assegaf seorang Tokoh Ulama termasyhur di kota Sewun. Kecerdasan dan kejernihan Hati yang di miliki habib Abubakar Assegaf mampu menguasai beberapa bidang ilmu walaupun usianya masih relatif muda. Pamannya tak segan-segan mengajak keponakannya untuk menghadiri majlis majlis ilmu di kota Sewun dan menanamkan rasa kecintaan terhadap Alloh SWT dengan mengajari prilaku prilaku shalafus Sholeh seperti Sholat Tahajut dan puasa puasa sunnah.&lt;br /&gt;Di sewun habib Abubakar assegaf belajar juga kepada Habib Ali bin Muhammad Al habsyi ( pengarang Simtut Durror) dan menjadi murid kesayangannya. Pertama kali melihat Habib Abubakar assegaf , Habib Ali bin Muhammad al habsyi telah melihat tanda-tanda kewaliaan dan kelak akan menjadi ulama yang memiliki kedudukan dan derajat yang Mulia. Beliau juga belajar kepada al Habib Muhammad bin Ali Assegaf, al Habib Idrus bin Umar al-Habsyi, al Habib Ahmad bin Hasan al-Atthas, al Habib Abdurrahman al-Masyhur, juga putera beliau al Habib Ali bin Abdurrahman al-Masyhur, dan juga al Habib Syekh bin Idrus al-Idrus dan masih banyak lagi guru beliau yang lainnya.&lt;br /&gt;Tahun 1881 M habib Abubakar Assegaf kembali ke Tanah air dan Mulai melakukan ritual dakwahnya. Walaupun beliau memiliki Ilmu yang cukup mumpuni namun kerendahan hati untuk menghargai para ulama-ulama Sepuh di tanah air beliau tak segan segan untuk belajar dan minta ijazah serta barokah dari para ulama-ulama sepuh seperti Habib Abdullah bin Muhsin al-Atthas, al Habib Abdullah bin Ali al-Haddad, al Habib Ahmad bin Abdullah al-Atthas, al Habib Abubakar bin Umar bin Yahya, al Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi,al Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdlar, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Selama beberapa tahun berdakwah datanglah kegundahan hatinya , kerinduan terhadap Alloh dan Rosulnya hingga akhirnya beliau mengasingkan diri dari hirup pikuk dunia dan selama itu pula di habiskan waktunya untuk beribadah mutlak kepada Alloh , hampir 15 tahun lamanya habib Abu bakar Assegaf mengasingkan diri dari dunia ( berkhalwat) hingga akhirnya Gurunya habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi menemuinya dan mengajaknya untuk berhenti berkhalwat dan kembali untuk berdakwah. Demi menghargai sang guru akhirnya Habib Abubakar Assegaf kembali melanjutkan dakwahnya . Dengan di rangkul dan di gandeng oleh gurunya habib Muhammad bin Idrus Al Habsyi , habib Abubakar Assegaf di kenalkan kepada para Jama’ah dam murid muridnya &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;“Ini al Habib Abubakar bin Muhammad Assegaf termasuk mutiara berharga dari simpanan keluarga Ba ‘Alawi, kami membukanya agar bisa menularkan manfaat bagi seluruh manusia”.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Habib Abubakar assegaf membuka Majlis Ta’lim di rumahnya. Kedalaman dan kejernihan hati yang dimilikinya telah melahirkan banyak murid murid yang memiliki kedudukan tinggi di masyarakat. Beliau selalu mendoakan murid-muridnya tat kala beliau menunaikan sholat malam . habib Abubakar di samping sebagai ahli ilmi juga sebagai ahli berkah yang dapat memberikan keberkahan kepada siapapun yang datang kepadanya. Beliau menjadi rujukan dan referensi ilmu di tanah air. Tahun 1955 dalam usia 91 tahun habib Abubakar bin Muhammad assegaf wafat dan beliau dimakamkan di Kota Gresik jawa timur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-2994797723499546136?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/2994797723499546136/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/habib-abubakar-gersik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/2994797723499546136'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/2994797723499546136'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/habib-abubakar-gersik.html' title='Habib Abubakar Gersik'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SbU7RTANE1I/AAAAAAAAALQ/sD-4XcMCwMg/s72-c/hb__bakar_gersik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-421543764728657751</id><published>2009-03-09T08:00:00.000-07:00</published><updated>2009-03-09T08:09:34.228-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Lutfi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ahbaabul musthofa'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>Profil Singkat  Dan Nasehat Habib Lutfi Bin Yahya</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SbUw8IzkK6I/AAAAAAAAALI/TZwrNatCny8/s1600-h/habib_lutfi.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311205145267415970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 192px; CURSOR: hand; HEIGHT: 320px" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SbUw8IzkK6I/AAAAAAAAALI/TZwrNatCny8/s320/habib_lutfi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Al-Habib &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Muhammad Luthfi bin Ali bin Hasyim bin Yahya Ba’Alawy&lt;/span&gt; Pekalongan&lt;/strong&gt;, Ketua Jam'iyyah Ahlut Tariqah Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (JATMN), organisasi di bawah NU yang mengkoordinasi jemaah tarekat Mu'tabarah.&lt;br /&gt;Seorang muslim agar mendapatkan keselamatan Insya ALLAH, di dalam agama, dunia dan akhirat haruslah memegang teguh beberapa prinsip ini.&lt;br /&gt;Pegang teguh teladan salaf shalihin&lt;br /&gt;Baik itu thariqah-nya, akhlaknya, amal salehnya. Pegang teguh dan kuat mantap, walaupun kamu sampai sulit dan kere (sangat miskin) tetaplah teguh memegang teladan Salaf Shalihin. Gigit kuat dengan gerahammu, jangan dilepas jika kamu ingin selamat dan mendapat ridho-Nya. Jadikanlah keimanan sebagai Imam bukan akal yang menjadi ujung tombaknya. Hati-hati di akhir jaman ini, akan dan sudah banyak muncul paham dan orang-orang yang lebih mengedepankan akal-rasio-logika dibandingkan imannya. Seharusnya Iman menjadi imamnya, akal &amp;amp; logika menjadi makmumnya, mengikuti iman. Tinggalkan pendapat orang-orang yang mengedapankan akalnya dibanding imannya. Percuma dan sia-sia waktumu jika menanggapi orang-orang yang demikian, kamu akan rugi dunia akhirat. Karena bagaimana mungkin akal manusia bisa menerima seluruh kebesaran khazanah kerajaan Allah SWT, hanya keimanan yang dapat menerima kebesaran AllahSWT. Ziarah shalihin.&lt;br /&gt;Baik yang sudah wafat maupun yang masih hidup, dan kuatkan tali ikatan silaturahim. Berziarah (mengunjungi) kaum shalihin jangan hanya ketika ada maunya, kalau ada perlunya saja. Hal itu baik tidak terlarang, tetapi kurang kemanfaatannya untuk jangka panjang. Hanya untuk kebutuhan-manfaat sesaat belaka, sungguh sangat disayangkan. Tetapi alangkah baiknya kita berziarah sholihin itu karena mahabbah ilaa mahbub, kecintaan kepada yang dicintai. Kalau hal ini dijalin dengan baik maka ia akan mendapat limpahan madad (pertolongan), sirr asrar (rahasia) dan jaah (essence, intisari) dari ziarahnya. Dan sering silaturahmi itu menimbulkan kecintaan dan keridhoan Allah SWT kepada orang yang menjalin hubungan silaturahmi, sehingga rahmat dan berkah serta maghfirah Allah SWT terlimpah kepadanya. Jauh dari bala’, musibah, penyakit dan diberi kelancaran rezeki. Insya Allah.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-421543764728657751?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/421543764728657751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/profil-singkat-dan-nasehat-habib-lutfi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/421543764728657751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/421543764728657751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/profil-singkat-dan-nasehat-habib-lutfi.html' title='Profil Singkat  Dan Nasehat Habib Lutfi Bin Yahya'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SbUw8IzkK6I/AAAAAAAAALI/TZwrNatCny8/s72-c/habib_lutfi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-5129803347494852198</id><published>2009-03-07T15:57:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T16:04:26.374-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='THARIQAH ALAWIYYAH'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habib Anis'/><title type='text'>KAJIAN TENTANG THARIQAH ALAWIYYAH</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Alawy Al-Atthas&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka (Saadatunal Alawiyyin) selalu menafkahkan hartanya, tidak menahannya pada saat harta tersebut pertama kali didapatkannya dan tidak mengumpulkannya pada saat harta tersebut ada pada mereka. Mereka selalu melayani sendiri tamu-tamunya. Mereka seringkali makan bersama pembantu dan budaknya, dan membawa sendiri barang belanjaannya dari pasar.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;            Mereka tak pandang bulu menyalami orang kaya, miskin, orang berkelas ataupun tak berkelas. Mereka selalu memberikan salam kepada siapa saja yang ditemuinya dan mereka tidak memandang ketinggian kedudukan mereka di sisi Allah, walaupun kedudukan mereka itu sudah begitu tingginya. Bahkan mereka menganggap dirinya pantas untuk menerima siksaan, karena mereka merasa ada sesuatu yang kurang pantas dalam berhubungan dengan Allah. Dan setiap kedudukan mereka semakin tinggi di sisi Allah, mereka justru semakin menganggap bahwa dirinya lebih hina dari makhluk Allah yang lain. Padahal sebaliknya kedudukan mereka sudah mencapai kedekatan dalam menyaksikan kemahabesaran Allah. Itu semua berhasil mereka dapatkan setelah mereka berusaha untuk berakhlak yang luhur dan mempelajari berbagai ilmu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;            Jika mereka dilihat sedang dalam keadaan berdzikir kepada Allah, maka melihat kepada mereka itu dapat membawa seseorang untuk juga ikut berdzikir. Mengenai sifat-sifat mereka, berkata pengarang kitab Al-Masyra' Ar-Rowiy [1] di dalam menyebutkan jalan tasawuf yang mereka jalani,"Demi Allah, sungguh para salaf kita, Bani Alawy (semoga Allah meridhoi mereka), menjalani jalan tasawuf, mengamalkan ilmu mereka, dan mencurahkan waktunya yang berharga untuk menjauhi hal-hal yang dapat mempersulit mereka di dalam mengikuti sunnah Nabi SAW dan mengamalkannya. Dan setiap kali seseorang itu mengamalkan suatu sunnah, maka Allah akan mempermudahnya untuk mengamalkan sunnah yang lainnya yang belum ia amalkan. Berkata Al-Junaid [2] (semoga Allahmeridhoinya) , “Melakukan suatu kebaikan setelah melakukan kebaikan yang lain adalah termasuk balasan dari kebaikan pertama yang ia kerjakan. Begitu juga berbuat kejahatan setelah melakukan kejahatan yang lain adalah termasuk akibat dari kejahatan pertama yang ia lakukan.” Oleh karena itu mereka (Saadatunal Alawiyyin) berusaha melakukan suatu kebaikan sekuat mungkin dan sesuai dengan karunia-karunia yang Allah telah berikan kepada mereka sebelumnya."&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;            Berkata Sayyidina Al-Imam Abdullah bin Alwi Alhaddad, "Sesungguhnya Sayyidi Ahmad bin Isa bin Muhammad bin Ali bin Ja'far Ash-Shodiq bin Muhammad Al-Baqir (semoga Allah meridhoi mereka semua), ketika melihat berbagai bid'ah, bertebarnya hawa nafsu dan pertentangan pendapat di Irak, mereka memutuskan hijrah dari sana, berpindah-pindah tempat, sampai menginjakkan kakinya di Hadramaut, dan akhirnya memutuskan untuk menetap disana sampai akhir hayatnya.Disanalah beliau banyak menurunkan anak cucunya yang terkenal dengan ilmu, ibadah, kewalian dan makrifahnya mereka kepada Allah. Tidak masuk kepada mereka bid'ah-bid'ah dan pemuasan hawa nafsu, yang kesemuanya itu berkat jasa beliau dan berkat larinya beliau dari tempat asalnya demi untuk menjaga agamanya dari tempat-tempat berjangkitnya fitnah. Semoga Allah membalas jasanya dengan sebaik-baiknya dan meninggikan derajatnya bersama pendahulunya yang mulia di surga yang tertinggi. Serta semoga Allah juga mengumpulkan kita bersama mereka di dalam kebaikan dan afiah, tidak menjadikan kita sebagai orang-orang yang merubah jalan mereka, tidak berbuat fitnah dan selamat dari fitnah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengasih."&lt;/div&gt;[&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Diambil dari kitab Al-'Alam An-Nibroos, karya Al-Habib Abdullah binAlawy Al-Atthas&lt;/span&gt;]&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr hb_tag="1" unselectable="on"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-5129803347494852198?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/5129803347494852198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/kajian-tentang-thariqah-alawiyyah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5129803347494852198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/5129803347494852198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/03/kajian-tentang-thariqah-alawiyyah.html' title='KAJIAN TENTANG THARIQAH ALAWIYYAH'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-6135813529802556803</id><published>2009-02-28T23:22:00.000-08:00</published><updated>2009-03-07T14:31:46.544-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Habib Syech'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Purwodadi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><title type='text'>JUM'AT DI PURWODADI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Geyer - Grobokan (27 Feb 2009)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Hari ini Habib Syech bersama rombongan &lt;span style="color:#000000;"&gt;"Ashab"&lt;/span&gt; berangkat ke kota Kudus dalam rangka menghadiri undangan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Habib Alwy bin Abdullah Ba'agil&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; dalam acara Khoul ayahandanya serta maulid yang diadakan pada hari Jum'at malam (27/02/2009). Rombongan berangkat dari rumah Habib Syech tepat pukul &lt;em&gt;09.30 BBWI&lt;/em&gt; dan berhenti di daerah Geyer - Purwodadi untuk melaksanakan ibadah sholat Jum'at. Kami semua berhenti di sebuah masjid dekat Jembatan yang waktu itu penuh dengan jama'ah muslim yang akan melaksanakan ibadah sholat Jum'at. Setelah selesai dan kami akan melanjutkan perjalanan, seorang bapak beserta anak laki - lakinya menghampiri Habib Syech yang pada saat itu baru selesai sholat Jamak Ashar. Beliau bersalaman dengan habib dan mengatakan bahwa dia adalah anggota Ahbabul Musthofa Purwodadi. Habib terkejut dan gembira atas pertemuan itu. Sejenak setelah berbincang, bapak tadi mengajak Habib Syech untuk berkunjung kerumahnya yang tidak jauh dari lokasi masjid, tempat kami melaksanakan ibadah sholat Jum'at. Beliau adalah &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bapak. Abdulkariym&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; yang selama ini selalu mengikuti acara Selapanan Ahbabul Musthofa di Purwodadi. Beliau menyampaikan bahwasannya beliau Alhamdulillah tidak pernah absen menghadiri acara Selapanan tersebut. Bapak Abdulkariym sudah mewajibkan atas dirinya untuk menghadiri acara Selapanan Ahbabul Musthofa beserta keluarganya. Habib sempat berbincang sebentar dan minta pamit untuk melanjutkan perjalanan ke Kudus. Sebab malam harinya akan ada acara Maulid dan Khoul di kediaman Habib Alwy bin Abdullah Ba'agil. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-6135813529802556803?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/6135813529802556803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/jumat-di-purwodadi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6135813529802556803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/6135813529802556803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/jumat-di-purwodadi.html' title='JUM&apos;AT DI PURWODADI'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-7925891040235325129</id><published>2009-02-26T17:24:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T17:34:09.860-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='maulid'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='habib Anis'/><title type='text'>Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi</title><content type='html'>&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SadDAghL5ZI/AAAAAAAAAI4/dxNLjsyUL_0/s1600-h/beb+anis.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307284361887606162" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 100px; CURSOR: hand; HEIGHT: 150px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SadDAghL5ZI/AAAAAAAAAI4/dxNLjsyUL_0/s320/beb+anis.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tokoh ulama yang khumul lagi wara`, pemuka dan sesepuh habaib yang dihormati, Habib Anis bin Alwi bin Ali bin Muhammad bin Husain al-Habsyi rahimahumullah telah kembali menemui Allah s.w.t. kelmarin 14 Syawwal 1427 H bersamaan 6 November 2006 dalam usia kira-kira 78 tahun. Habib Anis sewaktu hayatnya sentiasa mengabdikan dirinya untuk berdakwah menyebarkan ilmu dan menyeru umat kepada mencintai Junjungan Nabi s.a.w. Beliau menjalankan dakwahnya berdasarkan kepada ilmu dan amal taqwa, dengan menganjurkan dan mengadakan majlis-majlis ta’lim dan juga majlis-majlis mawlid, dalam rangka menumbuhkan mahabbah umat kepada Junjungan Nabi s.a.w. Selain berdakwah keliling kota, sehingga muridnya menjangkau puluhan ribu orang di merata-rata tempat. beliau memusatkan kegiatan dakwah dan ta’limnya di masjid yang didirikan oleh ayahanda beliau, al-Habib Alwi bin ‘Ali al-Habsyi, yang dikenali sebagai Masjid ar-Riyadh, Gurawan, Pasar Kliwon, Solo (Surakarta), Jawa Tengah.Dalam majlis-majlis ilmu yang lebih dikenali sebagai rohah, dibacakan kitab-kitab ulama salafus sholeh terdahulu termasuklah kitab-kitab hadits seperti “Jami`ush Shohih” karya Imam al-Bukhari, bahkan pengajian kitab Imam al-Bukhari dijadikan sebagai wiridan di mana setiap tahun dalam bulan Rajab diadakan Khatmil Bukhari, iaitu khatam pengajian kitab “Jami` ash-Shohih” tersebut. Setiap malam Jumaat pula diadakan majlis mawlid dengan pembacaan kitab mawlid “Simthuth Durar” karya nenda beliau yang mulia al-Habib ‘Ali bin Muhammad al-Habsyi. Manakala setiap malam Jumaat Legi diadakan satu majlis taklim dan mawlid dalam skala besar dengan dihadiri ramai masyarakat awam dari pelbagai tempat yang terkenal dengan Pengajian Legian, di mana mawlid diperdengarkan dan tausyiah-tausyiah disampaikan kepada umat. Peringatan mawlid tahunan di bulan Rabi`ul Awwal dan haul Imam Ali al-Habsyi disambut secara besar-besaran yang dihadiri puluhan ribu umat dan dipenuhi berbagai acara ilmu dan amal taqwa. Sesungguhnya majlis para habaib tidak pernah sunyi dari ilmu dan tadzkirah yang membawa umat kepada ingatkan Allah, ingatkan Rasulullah dan ingatkan akhirat, yang disampaikan dengan penuh ramah - tamah dan bukannya marah-marah. Habib Anis terkenal bukan sahaja kerana ilmu dan amalnya, tetapi juga kerana akhlaknya yang tinggi, lemah lembut dan mulia. Air mukanya jernih, wajahnya berseri-seri dan sentiasa kelihatan ceria. Kebanyakan yang menghadiri majlis-majlis beliau adalah kalangan massa yang dhoif, dan kepada mereka-mereka ini Habib Anis memberikan perhatian yang khusus dan istimewa. Kemurahan hatinya kepada golongan ini sukar ditandingi menjadikan beliau dihormati dan disegani ramai. Sungguh tangan beliau sentiasa di atas dengan memberi, tidak sekali-kali beliau jadikan tangannya di bawah meminta-minta. Inilah antara ketinggian akhlak Habib Anis al-Habsyi rhm. Sungguh kemuliaannya bukanlah semata-mata faktor keturunannya yang umpama bintang bergemerlapan, tapi juga kerana ilmunya, taqwanya, waraknya dan akhlaknya yang mencontohi akhlak para leluhurnya terdahulu. Para leluhurnya yang terkenal dengan ketinggian akhlak mereka sehingga telah menawan hati segala rumpun Melayu rantau sini untuk memeluk agama Islam yang mulia. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-7925891040235325129?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/7925891040235325129/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/habib-muhammad-anis-bin-alwiy-al-habsyi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7925891040235325129'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/7925891040235325129'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/habib-muhammad-anis-bin-alwiy-al-habsyi.html' title='Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SadDAghL5ZI/AAAAAAAAAI4/dxNLjsyUL_0/s72-c/beb+anis.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-3943264335318329127</id><published>2009-02-21T19:28:00.000-08:00</published><updated>2009-02-21T19:34:37.423-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Salaf'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahbabul Musthofa Solo'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ahmad bin Hasan'/><title type='text'>Majelis Majelis Salaf</title><content type='html'>&lt;table id="HB_Mail_Container" height="100%" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" border="0" unselectable="on"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr height="100%" width="100%" unselectable="on"&gt;&lt;td id="HB_Focus_Element" valign="top" width="100%" background="" height="250" unselectable="off"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kalam:&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Al-Habib &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ahmad bin Hasan Al-Atthas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Ini adalah sebutir mutiara daripada kumpulan mutiara ucapan dan wasiat dari &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Al-'Arif Billah Al-Qutb Al-Habib &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ahmad bin Hasan Al-Atthas&lt;/span&gt; radhiyallohu&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;anhu&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; sewaktu beliau berada di kota Tarim pada suatu majlis yang dihadiri oleh banyak orang dari golongan Saadah Bani Alawy dan lainnya. Setelah selesai pembacaan kitab dan qosidah daripada kalam salaf, beliau r.a. berkata, "Majlis-majlis seperti ini adalah merupakan hidangan bagi arwaah yang bertebaran dan merupakan asroor (rahasia rahasia) yang berterbangan. Semua akan mendapatkan jalan petunjuk. Semua akan mendapatkan kenaikan derajat dan semua akan mendapatkan curahan rahmat. Barokah dari pada majlis ini, oleh Allah akan disampaikan ke berbagai tempat (meliputi berbagai tempat) dan Allah Ta'ala akan menurunkan pada majlis ini berbagai macam kebaikanNya, kemurahanNya, dan pemberianNya. Sebagian yang hadir mendapatkan barokah disebabkan sebagian yang lainnya, dan orang yang tertolak (ghoiru maqbuulin) akan mendapatkan barokah daripada orang-orang yang diterima (almaqbuulin).Majlis ini merupakan suatu tempat yang sangat bagus, bagaikan tanah subur yang dapat menyerap air dan yang dicurahkan diatasnya hujan rahmat." Selanjutnya beliau ra berkata, "Apabila seseorang merasakan hatinya susah atau anggota badannya terasa malas untuk melakukan amal kebajikan, maka lihatlah atau bacalah kalam (ucapan) para salaf, agar hilang perasaan susah dan rasa malas yang ada pada dirinya. Janganlah seseorang memaksakan diri untuk melakukan hal-hal yang tidak mampu untuk dilakukan. Bertakwalah kepada Allah semampumu. Bersyukurlah kepada Allah jika engkau diberi taufiq untuk dapat melakukan amal-amal saleh."&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr unselectable="on" hb_tag="1"&gt;&lt;td style="FONT-SIZE: 1pt" height="1" unselectable="on"&gt;&lt;div id="hotbar_promo"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-3943264335318329127?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/3943264335318329127/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/majelis-majelis-salaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3943264335318329127'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/3943264335318329127'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/majelis-majelis-salaf.html' title='Majelis Majelis Salaf'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sKYc/S220/FAIQ.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1475268891341015974.post-405291224541676983</id><published>2009-02-20T19:55:00.000-08:00</published><updated>2009-02-20T19:56:45.535-08:00</updated><title type='text'>PERJALANAN KE PROBOLINGGO</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SZ97Mz2eH3I/AAAAAAAAAIQ/Txp9pzSNr_0/s1600-h/LOGO.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305094346073055090" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand; HEIGHT: 240px" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SZ97Mz2eH3I/AAAAAAAAAIQ/Txp9pzSNr_0/s320/LOGO.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Surakarta, (18 Feb 2009)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; Pada hari Minggu kemarin (15/02/2009) kami bersama habib Syech bin Abdulkadir Assegaf, melakukan perjalanan ke Probolinggo - Jawa timur atas undangan ustad Sa'dulloh dari ponpes Taajul Muslimin - Pandaan, Pasuruan - Jawa timur. Rombongan berangkat pukul 06.00 pagi dan tiba dipondok pesantren pada pukul 04.30 sore. Kami istirahat sejenak untuk melenturkan urat yang capek, makan, dan bersih - bersih, karna ba'da Mahgrib kita melanjutkan perjalanan menuju kota Probolinggo, tempat lokasi acara Maulid. Setibanya disana, rombongan disambut oleh panitia dengan arak - arakan yang begitu meriah. Arak - arakan tersebut terdiri dari anak - anak belasan tahun yang membawa obor dengan sekelompok penabuh rebana. Acara tersebut dihadiri beberapa habaib setempat. Pembacaan Maulid berjalan dengan hikmat dan tenang. Rombongan meninggalkan lokasi tepat pada pukul 11.45 malam menuju pondok pesantren untuk istirahat. Keesokan harinya (Senin, 16/02/2009) kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan ke Jepara guna menghadiri acara Maulid Ahbabul Musthofa - Jepara. Semoga Allah Ta'ala memberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan - kemudahan bagi habib Syech dalam melaksanakan dakwah - dakwah beliau sampai akhir hayatnya...amien.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1475268891341015974-405291224541676983?l=ahbabulmusthofasolo.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/feeds/405291224541676983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/perjalanan-ke-probolinggo.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/405291224541676983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1475268891341015974/posts/default/405291224541676983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://ahbabulmusthofasolo.blogspot.com/2009/02/perjalanan-ke-probolinggo.html' title='PERJALANAN KE PROBOLINGGO'/><author><name>H. Faiq Abdullah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03775454933649475888</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='30' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FHf82A36Lp4/SYVPIApsCkI/AAAAAAAAADI/iURNvX7sK
